Berita

BNN Kota Malang Akan Gencarkan Tes Urine di Kalangan Pelajar

Klojen, MC – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang mengapresiasi langkah yang dilakukan SMA Laboratorium Malang untuk melakukan tes urine kepada para siswa dan guru. Ada pemandangan menarik dalam tes urine kali ini karena BNN Kota Malang menggunakan mobil operasional yang baru pertama kalinya digunakan. Pelaksanaan tes urine kepada kurang lebih 1.000 pelajar dan guru berjalan cepat dan lancar, Senin (9/1).

Pelajar SMA Laboratorium bergantian melakukan tes urine, Senin (9/1)

Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiarto mengatakan bahwa yang dilakukan SMA Laboratorium patut menjadi contoh bagi sekolah yang lain. “Jika pihak sekolah proaktif seperti ini, kami pun akan melayaninya dengan senang hati. Hal ini mengingat pentingnya menjaga generasi muda dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Ditambahkannya, tren penyalahgunaan narkoba di Kota Malang, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa cenderung meningkat. Dari data BNN dan Polres Malang Kota, kasus ganja yang berhasil diungkap di tahun 2015 sebanyak enam kilogram, di tahun 2016 sebanyak sembilan kilogram. Kasus sabu mulai dari setengah kilogram menjadi satu kilogram, ekstasi dari 130 butir menjadi 360 butir.

“Untuk pil koplo mengalami penurunan, yaitu dari 280 butir menjadi 70 butir. Meski demikian, untuk pil koplo ini patut diwaspadai dan menjadi perhatian khusus semua kalangan. Karena sasaran empuknya dari kalangan pelajar. Ini juga dikarenakan harga yang lebih murah dibandingkan dengan jenis narkotika lainnya,” jelas Bambang.

Kenapa demikian? Dijelaskan lebih lanjut oleh AKBP Bambang jika itu karena uang saku pelajar tidak begitu memungkinkan untuk membeli sabu atau ganja. Harganya masih sangat mahal. Melalui pil koplo itu, para pengedar memanfaatkan kalangan pelajar. Jika sudah mengalami kecanduan, maka bisa dimungkinkan akan beralih ke jenis narkoba yang lain.

Maka dari itulah, pihak BNN Kota Malang akan terus menggencarkan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan melakukan tes urine terhadap kalangan pelajar setiap saat.

“Peran orang tua dan jajaran lembaga pendidikan sangat dibutuhkan. Hal ini berguna menekan penyalahgunaan narkoba. Pelajar adalah generasi penerus bangsa, sehingga harus benar-benar terhindar dari bahaya berbagai barang haram tersebut,” tutupnya (say/yon)

Baca juga dalam : Berita