Artikel

Lapas Wanita Kelas IIA Sukun Semarakkan Gerakan Nusantara Mengaji

Sukun (malangkota.go.id) – Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIA Sukun Kota Malang mengikuti Gerakan Nusantara Mengaji yang digelar di aula lapas, Kamis (20/4). Gerakan ini dicanangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., yang sekaligus untuk memeriahkan perayaan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53. Acara dimulai dengan salat Duha berjamaah yang diimami oleh anggota Komisi X DPR RI Lathifah Shohib.

Anggota Komisi X DPR RI Lathifah Shohib (kanan) memberikan cenderamata kepada Kalapas Kelas IIA Sukun, Anies Joeliati

Hadir juga dalam gelaran ini perwakilan dari anggota DPRD Kota Malang dan DPRD Provinsi Jawa Timur. Selain mengkhatamkan Al-Quran dan melaksanakan salat Duha, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga menunjukkan kebolehannya dalam melantunkan lagu-lagu Islami dan bersalawat Nabi Muhammad SAW. Mereka tampil meyakinkan di depan para rekan, sipir dan para anggota dewan.

Disampaikan Kepala Lapas, Anies Joeliati, program mengaji dan salat Duha secara berjamaah ini dilakukan setiap hari, mengingat sejak tahun 2015 lalu di lapas ini sudah ada Pondok Pesantren An-Nisa. Dari 520 WBP, sekitar 400 beragama Islam, dan secara otomatis mereka menjadi santri di pondok pesantren.

“Dengan program nusantara mengaji ini, diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan para warga binaan, sehingga mereka nantinya dapat menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik selama dalam lapas maupun nanti ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat. Selama di dalam lapas, para warga binaan ini pun diberikan berbagai pengetahuan baru dan aneka keterampilan untuk bekal mereka setelah keluar dari lapas,” ujar Anies.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Lathifah Shohib mengatakan jika dia sangat mengapresiasi berbagai program pemberdayaan yang dilakukan oleh pihak lapas. Seperti halnya keberadaan pondok pesantren dan aneka pelatihan atau keterampilan. “Saya sangat bangga dengan warga binaan ini, karena selain pandai mengaji, rajin menjalankan salat lima waktu, pandai dalam bersalawat, mereka juga memiliki banyak keterampilan,” ucapnya bangga.

Politisi PKB itu menambahkan, ke depan pihaknya akan terus memberikan perhatian khusus bagi para warga binaan lapas. Seperti halnya di Komisi X DPR RI ada program bantuan buku bagi masyarakat, maka nantinya Lapas Kelas IIA Sukun ini akan dialokasikan . “Dengan demikian akan semakin menambah koleksi buku di lapas ini sehingga diharapkan dapat menambah wacana keilmuan bagi warga dan sipir yang ada di lapas ini,” pungkas Lathifah. (say/yon)

Baca juga dalam : Artikel
Selasa, 21 November 2017 13:46 WIB

Dies Natalis ke-55, UB Pecahkan Rekor MURI