Artikel

SMKN 10 Malang Beri Layanan Servis Gratis Untuk Masyarakat

Kedungkandang (malangkota.go.id) – SMK Negeri 10 Malang melauching program Badan Pelayanan Masyarakat (BPM), Kamis (18/5). Program layanan tersebut meliputi servis gratis sepeda motor, laptop dan handphone. Selain untuk meningkatkan keterampilan siswa, program layanan ini juga sebagai ajang aktualisasi siswa untuk mempraktikkan ilmu serta keterampilan yang telah mereka dapatkan.

Para siswa SMK Negeri 10 Kota Malang terlihat serius dan memperhatikan arahan dari para teknisi guna mempersiapkan diri dalam memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat

Kepala SMK Negeri 10 Malang, Dwijo Lelono saat ditemui disela-sela acara menyampaikan, sesuai kurikulum yang berlaku, siswa SMK memang dituntut mempunyai keterampilan diatas rata-rata, sehingga mampu dan bisa memenuhi permintaan dunia kerja.

Maka dari itu, lanjutnya, pihak sekolah terus menjalin kerjasama dengan perusahaan pencari kerja sehingga setelah lulus nanti, para lulusannya dapat diserap oleh dunia kerja. “Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar para siswa mendapat pengetahuan dan keterampilan lebih,” terang Dwijo.

Seperti halnya layanan servis gratis ini, menurutnya hal ini juga merupakan wujud nyata atau bukti bahwa siswa SMK juga mempunyai kemampuan atau skill yang tidak kalah dengan tenaga ahli yang ada di luar. “Kami tidak sekedar memberikan teori di kelas, tapi juga selalu mengundang praktisi dan tenaga ahli dari dunia kerja. Dengan demikian sangat berdampak positif bagi para siswa,” ungkapnya.

Lebih jauh Dwijo mengatakan, pelayanan dan hasil kerja anak didiknya ini memiliki kualitas yang baik. Disamping pelayanan yang ramah, dari sisi biaya pun lebih murah atau terjangkau jika dibanding di luar sekolah. “Kami dari pihak sekolah pun juga membekali para siswa dengan berbagai etika, sehingga dapat melayani dengan baik dan bisa memasyarakat,” terangnya lebih lanjut.

“Dengan program belajar 70 persen praktik dan 30 persen teori, kami optimis para lulusan SMK, khususnya SMK Negeri 10 Kota Malang akan banyak diserap dan dibutuhkan dunia kerja. Sistem pembelajaran seperti ini hanya ada di SMK yang memang para lulusannya sebagian besar dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja,” pungkas Dwijo. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content