Berita

Opsgab Tiga OPD Tertibkan Reklame Liar

Klojen (malangkota.go.id) – Sinergi gerak dilakukan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang yakni Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Mulai dari giat tertib parkir hingga yang terbaru melakukan pembersihan media reklame yang tidak berizin dan tidak memperhatikan estetika kota.

Petugas gabungan menertibkan reklame-reklame liar di beberapa titik lokasi

Operasi yang digelar Jumat malam (16/6) ini menyasar sudut-sudut kota dan jalan-jalan protokol.  “Ini kita lakukan bersama-sama karena kami (tiga OPD) sama-sama memiliki tenaga lapangan yang terampil. Bagi Dishub, tentu operasi ini dilakukan juga agar tidak mengganggu kenyamanan para pengguna jalan. Dan yang utama, Kota Malang selalu terlihat bersih serta rapi,” ujar Kadishub Kota Malang, Kusnadi, S.Sos.

Ditambahkan pria penggemar olah raga tenis meja ini, tidak sedikit para pengguna jalan yang menyampaikan keluhan kepada Dishub atas keberadaan reklame, banner yang terkesan tidak beraturan sehingga mengurangi nilai keindahan serta mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Hal senada diutarakan Kasatpol PP Kota Malang Drs. Priyadi, MM. “Salah satu poin yang dipesankan Walikota Malang kepada Satpol PP Kota Malang adalah aktif melakukan operasi penertiban terhadap reklame tidak berizin,” ucapnya.

“Miris juga kalau lihat reklame yang asal pasang. Ada yang dipaku di pohon, ditempelkan di tiang listrik dan PJU (penerangan jalan umum), bahkan kain bekas reklame tidak jarang tersisa di pepohonan, hingga banner-banner yang terpasang seenaknya. Operasi malam ini kita fokuskan pada hal ini, dan akan terus kita intenskan,” sambung pria yang pernah menjabat Camat Klojen itu.

Sementara itu Walikota Malang H. Moch. Anton merespons baik dengan kinerja tiga OPD yang bersinergi tersebut. “Sesungguhnya esensinya bukan pada operasinya, tapi pesan utamanya adalah membangun kesadaran bersama. Seperti yang saya utarakan pada saat paparan di hadapan dewan penilai Adipura Kencana, pekerjaan terberat bukan pada skala membangun secara fisik, namun lebih pada mindset dan revolusi mental yang membawa peradaban baru. Dimana secara senang hati warga menjaga keindahan, kebersihan dan kenyamanan kotanya,” urainya di tengah-tengah acara di Kementerian PUPR RI, Jumat (16/6).

Oleh karenanya, Walikota Malang yang lebih akrab disapa Abah Anton oleh warga Malang itu berpesan agar operasi seperti ini jangan hanya rog-rog asem (sesaat saja) tetapi harus terus dilakukan. (say/yon)