Artikel

Unik, Alunan Gamelan Mampu Percepat Masa Panen

Blimbing (malangkota.go.id) – Ada yang menarik dari Etrovice (Electroculture Vegetable Device), penelitian karya Sintya Laylie M., Danar Wicaksono, Khurun In Nur K., dan Aziz Iman W. Beberapa waktu lalu karya mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang ini terpilih dalam Program 109 Inovasi Indonesia tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Business Innovation Center (BIC) didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tingggi.

Sintya Laylie M. saat menerangkan cara kerja Etrovice hasil penelitiannya bersama rekan-rekan mahasiswa FTP UB Malang

Etrovice merupakan suatu inovasi yang sangat membantu permasalahan petani Indonesia mengatasi gagal panen.  Etrovice yang memadukan cahaya monokromatik dari lampu LED merah dan biru dengan sonic bloom akan mampu mempercepat masa panen sekaligus menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kuantitas sayuran.

Uniknya, musik yang digunakan pada alat Etrovice ini adalah alunan musik gamelan Kebo Giro yang biasanya lazim terdengar pada upacara adat pernikahan tradisional Jawa.

Sintya Laylie mengungkapkan alunan musik yang lembut, termasuk gamelan, menurut penelitian memang sangat bagus untuk membantu mempercepat masa panen sekaligus menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kuantitas sayuran

“Kalau tanpa gamelan, sayur biasanya baru bisa dipanen 60 hari. Dengan alunan musik gamelan, dari uji coba kami sawi sudah bisa dipanen dalam 34 hari,” kata Sintya, Rabu (1/11).

Sintya menambahkan, tak hanya panen yang lebih cepat, dengan diperdengarkan alunan musik gamelan melalui  Etrovice, bobot tanaman juga lebih bagus. “Jika tanpa gamelan, dari 200 meter persegi area percobaan menghasilkan sawi 97,22 kilogram, dengan terapi gamelan, hasil panen dengan luas tanah yang sama sebanyak 160,60 kilogram,” jelasnya.

Hasil menggembirakan dari hasil penelitian Etrovice membuat Sintya cs semakin bersemangat untuk mengembangkannya. Harapannya ke depan Etrovice ini dibuat secara massal, karena saat ini baru sebatas prototype. “Cita-cita kami ke depan Etrovice bisa menjadi andalan petani, dan bisa menjadi solusi untuk negeri,” ucap Sintya.

Etrovice sendiri diakui Sintya diaplikasikan setiap hari dengan interval waktu jam 17.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB. Control box sebagai controller cahaya monocrom dan sonic bloom dikendalikan otomatis berdasarkan timer. (cah/yon)

 

“ETROVICE (Electroculture Vegetable Device) Teknologi Tepat Guna Berbasis Cahaya Monokrom dan Sonic Bloom untuk Meningkatkan Laju Produktivitas Sayuran di Indonesia”.

Baca juga dalam : Artikel
Selasa, 21 November 2017 13:46 WIB

Dies Natalis ke-55, UB Pecahkan Rekor MURI