Artikel

148 Atlet Kota Malang Turun di Ajang POR SD/MI Tingkat Provinsi Jatim

Klojen (malangkota.go.id) – Ratusan atlet dilepas secara resmi di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Rabu (8/11) oleh Asisten Administasi Umum Setda Kota Kota Malang, dr. Supranoto, M.Kes untuk mengikuti Pekan Olah Raga (POR) tingkat SD/MI tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Lumajang. Tercatat ada 148 atlet, 36 pelatih dan 32 orang official yang diberangkatkan.

Asisten Administasi Umum Setda Kota Kota Malang, dr. Supranoto, M.Kes secara simbolis memakaikan atribut kepada atlet Kota Malang yang berangkat ke ajang POR SD MI tingkat Provinsi Jawa Timur

Dalam sambutan Wali Kota Malang yang dibacakan Supranoto, disampaikan bahwa upaya mewujudkan para atlet berprestasi di masa mendatang  harus dilakukan secara sistematis, terarah, terprogram dan dilakukan dengan konsisten. Pasalnya, untuk menciptakan atlet dengan hanya sekedar mengandalkan bakat alam, kecil kemungkinan akan berprestasi dengan baik, baik lokal, regional hingga internasional.

Pembinaan atlet sejak usia dini merupakan hal yang harus dilakukan. Alasannya, berdasarkan teori, usia emas dalam dunia olah raga berada pada rentang usia 14 tahun sampai 25 tahun. Sedangkan, persiapan menuju hal itu membutuhkan waktu pembinaan sekitar enam tahun sampai sepuluh tahun.

“Karena itu, orientasi pembinaan olahraga harus dimulai sejak dini, yaitu sejak anak duduk di bangku sekolah dasar,” kata Supranoto membacakan sambutan Wali Kota Malang.

Dikatakan pula, pembinaan olahraga pada anak usia dini harus memperhitungkan segi karakteristik dan proses pertumbuhan serta perkembangan anak.

Karena itu kesempatan POR SD/MI ini semoga bisa menjadi ajang untuk berkompetisi secara baik dan sportif, dengan harapan para atlet cilik asal Kota Malang bisa mendulang prestasi membanggakan.

“Saya berpesan, jagalah nama baik Kota Malang melalui prestasi, tindakan yang baik dan sportif,” imbuhnya. (say/yon)

Baca juga dalam : Artikel
Selasa, 21 November 2017 13:46 WIB

Dies Natalis ke-55, UB Pecahkan Rekor MURI