Berita

Disperin Berikan Pelatihan Produk Olahan Berbahan Dasar Cokelat

Klojen (malangkota.go.id) – Dinas Perindustrian Kota Malang menggelar kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat di Sektor Industri Makanan dan Minuman di Hotel Grand Palace Malang selama empat hari sejak Senin (6/11) sampai Jumat (10/11). Pelatihan berbahan dasar cokelat ini diikuti 50 IKM (Industri Kecil dan Menengah) Kota Malang yang sudah mempunyai usaha produktif.

Peserta pelatihan menunjukkan hasil kreasinya

Melalui pelatihan ini, harapannya akan menambah ilmu dan keterampilan baru bagi para pelaku IKM sehingga bisa lebih siap berkompetisi di era pasar global. Hal itulah yang disampaikan oleh Kepala Seksi Industri Agro dan Hasil Hutan Bidang Industri Agro, Kimia, Makanan dan Minuman Dinas Perindustrian Kota Malang Suswati, S.Sos di sela-sela acara pelatihan, Rabu (8/11).

Dijelaskan perempuan berjilbab ini, bahwa cokelat dapat diolah menjadi aneka makanan olahan yang enak, sehingga akan memberikan banyak pilihan bagi para penggemar aneka makanan berbahan dasar cokelat. “Dengan banyak kreasi, maka akan semakin menambah kreativitas para IKM,” ujarnya.

“Sejauh ini, Kota Malang merupakan kota nomor tiga di Indonesia yang mempunyai produksi cokelat terbanyak dan terbaik, sehingga potensi usaha ini sangat menjanjikan. Setelah mendapat pembekalan dan pelatihan, ternyata hasil kreasi dari peserta kali ini sangat bagus dan layak untuk dijual dengan harga tinggi,” urai Suswati.

Lebih jauh dia mengatakan, setelah pelatihan ini akan ada monitoring khusus dari Dinas Perindustrian agar para IKM lebih meningkatkan hasil karyanya. Bagi IKM yang memang menghasilkan produk diatas rata-rata, maka akan dibantu dari sisi promosi. “Setiap ada pameran, baik di level lokal, regional maupun nasional, sebisa mungkin akan diikutsertakan,” imbuh Suswati.

Dihari terakhir pelatihan, para peserta ini pun akan diajak studi banding ke Kota Blitar, yaitu ke Kampung Cokelat. Dari sini, mereka akan banyak belajar dan membandingkan hasil karyanya, sehingga ke depan akan lebih baik lagi. “Kami akan berusaha seoptimal mungkin agar nantinya terlahir para IKM prdoduktif untuk menghasilkan produk berbagah dasar coklat ini,” jelas Suswati.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Maria Ulfa, mengaku sangat senang dan bangga bisa mengikuti pelatihan ini. Sebagai pelaku IKM keripik tempe, perempuan berjilbab ini mengaku nantinya akan terus berkreasi membuat aneka makanan berbahan dasar cokelat. “Jadi nantinya saya tidak hanya berjualan keripik tempe saja,” ungkapnya. (say/yon)

Baca juga dalam : Berita
Senin, 20 November 2017 5:00 WIB

Semarak Tax Goes to Kampung 2017 di Kec. Lowokwaru