Artikel

SIWO PWI Kota Malang Gelar Seminar Kode Etik Liputan Olahraga

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Meningkatkan kemampuan para jurnalis, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Olahraga (PWI) Kota Malang menggelar seminar keolahragaan bertajuk ‘Kode Etik Peliputan Kegiatan Olahraga’ di Hotel Ubud Malang, Rabu (29/11).

Husnun N. Djuraid (depan kiri) saat memaparkan materinya

Hadir sebagai pemateri Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kota Malang Husnun N. Djuraid serta mantan official medis timnas di ajang Sea Games 2013 dr. Nanang Tri Wahyudi. SpKO yang banyak mengupas tentang pentingnya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

“Banyak kasus cedera fatal akhirnya diketahui terjadi karena kesalahan pada pertolongan pertama. Untuk itu sangat penting mengetahui cara pertolongan pertama. Tidak hanya oleh dokter, tetapi juga (harus diketahui) masyarakat umum,” jelas Nanang, Rabu (29/11).

Nanang menyontohkan, pada pertandingan sepak bola di luar negeri, tak hanya tenaga medis saja yang bisa melakukan pertolongan pertama, tetapi masyarakat umum juga diajari. Karena itulah menurutnya para wartawan juga sangat perlu untuk mempelajari dan memahami tentang P3K.

“Tidak butuh waktu lama, hanya empat menit. Jika pertolongan pertama tidak dilakukan dengan benar, akan bisa berakibat fatal,” ungkapnya.

Dokter yang juga anggota tim medis Arema ini menyebutkan, olahraga seperti sepak bola, basket, renang dan voli, atletnya rentan mengalami cedera.

Prinsip dasar penanganan cedera, disampaikan Nanang, adalah bagaimana bisa meminimalisir luasnya cedera, menurunkan derajat nyeri dan inflamasi, mempercepat penyembuhan, memelihara dan memulihkan kelenturan, kekuatan serta kebugaran.

Kebiasaan langsung memberi minum orang yang bertabrakan sering menjadi salah kaprah. Pasalnya belum tentu yang dibutuhkan orang yang kecelakaan adalah minum. Justru yang dibutuhkan adalah bernafas dahulu.

Sementara itu, Husnun N. Djuaraid dalam materinya menyampaikan, menulis berita olahraga tidaklah mudah. Perlu kemampuan jurnalistik tersendiri terkait keakuratan, kecermatan dan kecepatan. Dikatakannya, di Kota Malang ini ada sebanyak 40 cabang olahraga di bawah naungan KONI Kota Malang.

“Olahraga bukan hanya sepak bola. Diharapkan dengan pembekalan khusus yang diberikan dalam kegiatan kali ini, kemampuan wartawan olahraga dalam membuat berita semakin berkembang,” harap Husnun.

Ditambahkannya, wartawan olahraga harus paham agenda regulasi yang berkaitan dengan olahraga bersangkutan. Dimana KONI KOta Malang selalu terbuka kepada siapa saja untuk datang, termasuk para wartawan. (cah/yon)

Baca juga dalam : Artikel
Jumat, 8 Desember 2017 5:00 WIB

Koperasi Zaman Now Harus Akrab Dengan IT