Artikel

Danlanud Malang Apresiasi Diklat Paralayang Angkatan XVI

Malang (malangkota.go.id) – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, Marsma TNI Julexi Tambayong menutup giat pendidikan dan latihan paralayang Angkatan XVI tahun 2017 di Stadion Dirgantara Lanud Abdulrachman Saleh, Rabu (6/12).

Danlanud Abdulrachman Saleh Malang Marsma TNI Julexi Tambayong (kiri) secara simbolis melepas tanda peserta diklat

Dalam acara ini turut hadir Komandan Wing 2 Lanud Abd. Saleh Kolonel (Pnb) Hermawan Widhianto, SE, Kadisops, Kadispers, Kadislog, para komandan satuan serta pejabat jajaran lanud beserta insub.

Dalam sambutannya, Danlanud Abdulrahman Saleh mengatakan, pendidikan dan pelatihan paralayang yang diselenggarakan sejak tanggal  30 Oktober 2017 lalu ini secara umum dari laporan pelaksanaan jalannya diklat para peserta diklat paralayang telah melaksanakan latihan terbang sebanyak 40 kali terbang dengan aman, lancar dan selamat.

”Keberhasilan para peserta dalam menyelesaikan program pelatihan ini adalah berkat ketekunan dan kerja keras yang dilandasi oleh disiplin yang tinggi selama mengikuti jalannya pendidikan dan pelatihan,” ujar Marsma Julexi.

Sebagaimana diketahui bersama, olahraga paralayang disamping sebagai cabang olahraga yang bernuansa ilmu pengetahuan, keterampilan dan rekreasi, juga menjadi ajang prestasi bagi atlet paralayang pada kejuaraan nasional maupun internasional.

Untuk itu, Marsma Julexi mengajak untuk terus meningkatkan terus kemampuan terbang para prajurit agar kelak mampu mengukir prestasi di bidang olahraga paralayang ini, baik tingkat nasional maupun internasional. “Janganlah kalian lekas berpuas diri, apalagi bangga dengan kemampuan terbang yang kalian miliki saat ini”, pesannya.

Pendidikan dan pelatihan paralayang diikuti oleh sebanyak 20 siswa, terdiri dari 17 anggota TNI AU dan tiga orang umum yang diantaranya seorang perempuan. Setelah menjalani pendidikan dan latihan selama satu bulan, akhirnya terpilih yang terbaik yaitu Pratu Mujiono dari Lanud Jayapura.

Sedangkan 19 orang peserta lainnya dinyatakan lulus dengan predikat PL1 dan menyandang brevet paralayang. Sebelum mengakhiri sambutannya, Danlanud Abd. Saleh menekankan kepada penyelenggara pelatihan agar mengevaluasi pelaksanaan latihan ini secermat mungkin, sehingga kekurangan yang ada dalam pelatihan ini, tidak terulang lagi pada saat pelatihan di masa mendatang. (say/yon)

Baca juga dalam : Artikel
Jumat, 8 Desember 2017 5:00 WIB

Koperasi Zaman Now Harus Akrab Dengan IT