Berita

Pasar Oro-oro Dowo Akan Jadi Percontohan Nasional

Klojen, MC – Dalam peresmian pasar tradisional di Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang, Jumat (1/4), Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong memberikan apresiasinya dan memuji kebersihan serta kenyamanan yang ada di pasar tersebut. Tak hanya itu, Menteri Thomas juga akan menjadikan pasar ini sebagai salah satu pilot project pasar nasional.

Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong didampingi Wali Kota Malang H. Moch. Anton menggunting pita sebagai tanda diresmikannya pasar Oro-oro Dowo, Jumat (1/4)Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong didampingi Wali Kota Malang H. Moch. Anton menggunting pita sebagai tanda diresmikannya pasar Oro-oro Dowo, Jumat (1/4)

Proses revitalisasi Pasar Oro-oro Dowo sumber anggarannya berasal dari Kementerian Perdagangan RI. Menurut Menteri Thomas, Pasar Oro-oro Dowo adalah salah satu pasar rakyat yang memenuhi standar nasional dengan berbagai fasilitas seperti toilet, tempat ibu menyusui, keamanan, kenyamanan dan sirkulasi udaranya.

“Memang pasar tradisional harus seperti ini agar tetap eksis dan mampu bersaing dengan pasar modern. Meski demikian, pasar tradisional jangan bersaing secara frontal dengan pasar modern. Pasar rakyat harus memanfaatkan kekuatannya, yaitu dari sisi tradisi dan barang dagangan yang dijual. Aneka kuliner dan jajanan yang higienis yang tidak dimiliki oleh pasar modern,” urai Menteri Thomas.

Ditambahkannya, saat ini pemerintah sedang mencanangkan program revitalisasi (pembangunan) 1.000 pasar tradisional. Adapun anggaran yang disiapkan untuk tahun 2016 sekitar Rp 1,7 triliun, dan selama 1,5 tahun terakhir sudah merevitalisasi sebanyak 1.400 pasar tradisional. “Pasar tradisional harus tetap ada di tengah banyak bermunculannya pasar modern,” sambung Menteri Thomas.

Dengan adanya revitalisasi pasar rakyat ini, lanjut dia, diharapkan pendapatan para pedagang bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dari sebelumnya. “Kami akan terus melakukan inovasi terbaru untuk menggenjot produktivitas di pasar rakyat ini. Salah satu upaya yaitu apa yang dilakukan di Pasar Oro-oro Dowo yang bekerjasama dengan BRI dalam penggunaan uang elektronik atau e-money,” imbuhnya.

“Inovasi seperti itu sangat bagus dan harus terus dikembangkan. Pembeli tidak perlu lagi membawa uang tunai saat ke pasar, karena tingkat resiko dan keamanannya sangat minim. Adanya petugas keamanan khusus di pasar, tukang parkir resmi, dan kehadiran pemerintah di pasar tradisional sangat mendukung perkembangan dan kemajuan pasar tradisional ini,” terang pria yang memperoleh gelar di bidang arsitektur dan tata kota dari Universitas Harvard itu.

Sementara itu, Wali Kota Malang H. Moch. Anton mengaku ada kebanggaan tersendiri dengan diresmikannya pasar tradisional Oro-oro Dowo oleh Menteri Perdagangan RI. “Ke depan kita akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam melestarikan keberadaan pasar tradisional ini. Nantinya akan segera menyusul revitalisasi Pasar Bareng,” pungkas pria yang akrab disapa Abah Anton itu. (say/yon)