Artikel

Kejutan Warga Binaan Jelang Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54

Sukun (malangkota.go.id) – Menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIA Sukun menggelar peragaan busana dari bahan daur ulang bertema ‘Beautiful Leaf’. Di depan juri, para peragawati dadakan yang merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tersebut berdandan sedemikian rupa dan mengenakan busana dari dedaunan.

Warga binaan unjuk kebolehan

Kreativitas warga binaan ini mendapat apresiasi positif dari pihak lapas karena nantinya bisa dikembangkan setelah mereka keluar dari lapas dan kembali ke tengah-tengah masyarakat.

Sejumlah warga binaan Lapas Wanita Kelas IIA Sukun itu memberikan sebuah kejutan menjelang momen peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang diperingati setiap tanggal 27 April. Pasalnya, saat merancang busana daur ulang sejak beberapa minggu lalu, tak banyak petugas lapas yang mengetahui.

Puncaknya adalah sejak Selasa pagi (24/04), para warga binaan ini menyiapkan berbagai hal untuk menggelar peragaan busana. Busana daur ulang yang sebagian besar berbahan dasar dedaunan ini dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi aneka jenis gaun. Ditambah dengan dandangan yang eksotis, para peragawati dadakan ini pun unjuk kebolehan layaknya peragawati profesional.

Kepala Lapas Wanita Kelas IIA Sukun, Anis Joeliati mengungkapkan terkejut dengan kreasi dan kreativitas para warga binaan ini. Dia mengaku bangga, karena selama ini pihak lapas pun sudah banyak memberi pelatihan atau pembekalan. Mulai membuat aneka kerajinan tata rias, membuat kue, kuliner dan tata busana.

Menurut Anis, kreativitas para warga binaan ini sudah sangat bagus, sehingga bisa menjadi bekal dan modal usaha, ketika mereka nanti bebas dan kembali ke tengah-tengah masyarakat. “Dengan demikian, mereka tidak lagi dipandang sebelah mata, tapi justru bisa menjadi inspirasi bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya,” terangnya.

Melalui gelaran ini, perempuan berhijab itu berharap kreativitas para warga binaan akan terus tumbuh dan menjadikannya sebagai bekal saat mereka kembali ke masyarakat. “Para warga binaan ini nantinya juga bisa menjadi sosok inspirator saat berada di lingkungan keluarga maupun masyarakat pada umumnya,” harapnya. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content