Artikel

Sekda Kota Malang Apresiasi Film Darah Biru Arema 2

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Pemutaran perdana film Satu Jiwa Untuk Indonesia – Darah Biru Arema 2 mendapatkan apresiasi yang baik dari berbagai pihak. Geliat industri kreatif para kaum muda Malang ini adalah bukti bahwa generasi muda kota ini mempunyai potensi tinggi dan karyanya layak disandingkan dengan industri kreatif lain, terutama dunia perfilman.

Sekda Kota Malang Wasto (duduk sebelah kanan) foto bersama jajaran Forkopimda Malang Raya, Kepala BNN Kota Malang, serta kru dan pemain film Darah Biru Arema 2

Wujud kreativitas ini pun mendapatkan apresiasi dan akan terus didorong oleh pemangku kebijakan di Malang Raya seperti halnya Bupati Malang Rendra Kresna, dan Sekretaris Daerah Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH yang turut hadir dan menyaksikan pemutaran perdana film Darah Biru Arema 2 di di Movimax, Dinoyo Mall, Kota Malang, Kamis (07/06) . Dengan demikian, ke depan mereka berharap agar dunia perfilman di negeri ini lebih baik dan lebih maju lagi.

Pemutaran perdana film Satu Jiwa Untuk Indonesia – Darah Biru Arema 2 disaksikan oleh Forkopimda Malang Raya, para jurnalis, serta artis pemeran. Film bergenre drama komedi yang berdurasi 110 menit ini diproduseri dan diperankan oleh 95 persen kaum muda Malang yang kreatif dan inovatif.

Film ini bercerita tentang berbagai hal seputar suporter setia tim sepak bola Arema yaitu Aremania. Film yang baru akan rilis pada 21 Juni 2018 nanti ini mengambil lokasi syuting di Malang dan Kalimantan.

Film ini lebih banyak bercerita tentang aksen satir saat fanatisme mulai dipertanyakan. Aremania hanyalah manusia biasa, bagaimana suporter memaknai stadion sebagai tempat berkumpul yang sakral dan seorang Aremania yang tetap harus memikul tanggung jawab untuk menghidupi keluarga, serta meneruskan sebuah cita-cita untuk Arema.

Menanggapi film ini, Sekretaris Daerah Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH akan memberikan dukungan sepenuhnya demi memajukan industri kreatif khususnya di dunia perfilman yang dilahirkan oleh generasi muda.

“Film ini sangat bagus, layak menjadi tontonan dan tuntunan, serta sangat memberi inspirasi bagi siapa pun yang menonton. Banyak hal yang bisa dipetik dari film ini, seperti bagaimana kaum muda yang juga suporter sepak bola melahirkan keguyuban, kerukunan dan loyalitas,” jelasnya.

“Melalui film kami berharap kreativitas kaum muda dan industri kreatif terutama yang dimotori generasi muda Malang akan terus bertumbuh, sehingga juga akan meningkatkan daya saing daerah di berbagai level serta dapat menggerakkan kreativitas di bidang lain,” pungkas Wasto. (say/yon)

Baca juga dalam : Artikel