Artikel

Menristekdikti: Merger PTS Untuk Perkuat Lembaga Pendidikan

Klojen (malangkota.go.id) – Tahun 2019 mendatang Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan melakukan penggabungan atau merger sekitar 1.000 perguruan tinggi swasta. Merger ini dilakukan agar perguruan tinggi tidak terlalu banyak dan lebih untuk memperkuat sebuah lembaga pendidikan tinggi.

Menristekdikti Mohammad Nasir saat memberikan materi kuliah tamu di Universitas Negeri Malang

Dengan demikian pemerataan dan kualitas pendidikan di Indonesia akan lebih baik lagi, serta dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Hal itulah yang disampaikan oleh Menristekdikti Mohammad Nasir setelah meresmikan gedung baru di Universitas Negeri Malang, Senin (17/9).

Hingga semester awal tahun 2018, imbuhnya, puluhan perguruan tinggi swasta sudah memasuki atau berproses melakukan merger. Di tahun 2019 nanti pemerintah menargetkan akan ada sekitar 1.000 PTS yang akan dimerger. “Penggabungan ini dilakukan agar perguruan tinggi tidak terlalu banyak dan berbagai proses pembelajaran berjalan efektif,” ujar Menteri Nasir.

Selain itu, kata dia, merger ini juga untuk memperkuat sebuah perguruan tinggi dari berbagai aspek sehingga dapat menghasilkan atau melahirkan generasi masa depan yang lebih berdaya saing.

“Disisi lain, dengan adanya merger ini pemerataan dan mutu pendidikan akan jauh lebih baik lagi. Dan jika ada pihak-pihak yang mengatakan akan ada ribuan PTS yang akan di tutup, itu tidak benar. Kemenristekdikti tidak akan serta-merta melakukan penutupan sebuah PTS tanpa melalui berbagai pertimbangan dan syarat yang kuat,” jelas Menteri Nasir.

Pendapat serupa disampaikan oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta atau APTISI Wilayah VII Jawa Timur, Suko Wiyono. Menurutnya, hingga saat ini memang masih banyak pts dan juga program studinya yang belum terakreditasi. “Jika banyak aspek yang kurang mendukung, seperti sumber pendanaan dan juga jumlah mahasiswa minim, maka merger adalah jalan yang terbaik,” ungkapnya.

Lebih jauh Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang itu menyampaikan bahwa dengan adanya program merger ribuan PTS ini, diharapkan dapat memberi solusi bagi berbagai pihak, terutama pengelola sebuah lembaga pendidikan tinggi. “Dengan demikian, kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia akan lebih baik, serta dapat menghasilkan generasi masa depan yang berdaya saing tinggi,” pungkas Suko. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content