Artikel

IBU Malang Kenalkan Budaya Indonesia ke Mahasiswa Asing

Blimbing (malangkota.go.id) – Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang mengenalkan serta mengajarkan berbagai budaya Indonesia kepada sejumlah mahasiswa asing yang menuntut ilmu di lembaga pendidikan guru yang biasa disebut IBU tersebut.

Salah satu mahasiswa asing belajar membatik

Dari program pertukaran mahasiswa lintas negara ini sekaligus untuk menguatkan label kampus ini sebagai lembaga bertaraf internasional serta menghadapi era teknologi modern atau yang disebut revolusi industri 4.0.

Puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara seperti dari Jerman, Perancis, Kamboja dan Malaysia yang menempuh pendidikan di IBU Malang merasa sangat senang serta bangga bisa menempuh pendidikan tinggi di IBU. Terutama ketika mereka dikenalkan dengan berbagai budaya Indonesia seperti halnya batik yang merupakan budaya asli Indonesia dan diakui oleh UNESCO.

Para mahasiswa asing yang masuk dalam program pertukaran mahasiswa tahun 2019 ini juga diajarkan budaya Malang, seperti halnya Topeng dan Tari Topeng Malangan. Bahkan untuk lebih mengenal budaya Jawa lebih jauh, mereka dalam waktu dekat akan diajak ke Yogyakarta.

Hal itulah yang disampaikan Rektor IBU Malang, Nurkholis Sunuyeko, Kamis (07/02/2019). Hingga saat ini, disebutkannya bahwa sejumlah mahasiswa dari kampusnya sudah diberangkatkan ke Thailand sebagai duta pertukaran mahasiswa. “Pada pertengahan tahun ini, beberapa mahasiswa juga akan diberangkatkan ke Jerman,” imbuhnya.

Dengan mengenalkan berbagai budaya Indonesia, maka akan semakin menguatkan label lembaga keguruan ini sebagai kampus bertaraf internasional. “Disisi lain, budaya Indonesia akan lebih mendunia dan diharapkan juga berdampak positif terhadap hubungan internasional Indonesia dengan berbagai negara, khususnya melalui lembaga tinggi ini,” urainya.

“Melalui pertukaran mahasiswa ini akan terjadi kolaborasi di bidang ilmu pengetahun dan budaya, sehingga akan memacu dan memicu inovasi serta kreatifitas lembaga. Hal ini seiring kemajuan teknologi informasi dalam rangka menghadapi era global atau 4.0,” pungkas Nurkholis. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content