Artikel

Karang Taruna Ketawanggede Gagas Zona Inkubasi Ekonomi

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Prihatin masih banyaknya anak-anak muda yang menganggur di usia kerja, Karang Taruna Big Space Kelurahan Ketawanggede mengambil langkah nyata dengan mendirikan Zona Inkubasi Ekonomi.

Zona inkubasi ekonomi Karang Tarunan Ketawanggede

Meski belum lama berdiri, zona inkubasi ekonomi yang digagas oleh generasi muda di Kelurahan Ketawanggede ini sudah melahirkan beberapa usaha kecil rintisan, diantaranya usaha es teler Paman Doblang, batagor Mang Mita, cucian mobil, cucian motor, hingga reparasi sepatu sandal.

Ketua Karang Taruna Big Space, Wahyu Krisdiansyah mengungkapkan meski Ketawanggede berada di kawasan kampus, tetapi masih banyak sekali para pemuda yang masih menganggur. Melihat hal inilah Karang Taruna berusaha menjembatani para pemuda yang usianya masih produktif ini untuk berinisiasi membuat berbagai usaha kecil.

“Kami berharap jika sudah memiliki usaha kecil, teman-teman bisa mandiri dan tidak lagi di cap buruk di lingkungan,” harap Wahyu, Rabu (13/2).

Karena ketiadaan pekerjaan, selama ini banyak pemuda di wilayah Ketawanggede yang bekerjanya serabutan, salah satunya menjadi menjadi tukang parkir.

“Kalau semua pemudanya jadi tukang parkir, kan bingung juga menatanya, sebab lahan parkir juga semakin terbatas,” jelas Wahyu.

Berkaca dari hal itulah akhirnya dicari jalan keluar, yang diantaranya dengan mengajak anak-anak muda untuk merintis sebuah usaha.

“Dengan modal seadanya, kemampuan seadaanya tentunya masih banyak kekurangan disana sini. Kami berharap ada kepedulian dari Pemerintah Kota Malang, dan juga Universitas Brawijaya agar bisa membantu pengembangan usaha ini,” harap Wahyu lagi.

Bantuan bukan hanya berupa bantuan materi saja. bantuan untuk pengembangan karakter dan mental usaha menurutnya sangat dibutuhkan.

“Kalau dikasih uang saja tentu sebentar habis, namun jika anak-anak muda di kampung kami diberikan pelatihan bagaimana membuat batagor yang bisa mendunia, sempol yang bisa viral, tentu akan lebih sangat membantu,” terangnya.

Diakui Wahyu bahwa memang untuk mengembangkan sebuah usaha rintisan di Ketawanggede masih membuntuhkan banyak dana. Ia pun berharap dari berbagai pihak termasuk adanya CSR untuk dapat membantu mengembangkan potensi-potensi yang ada di Ketawanggede. (cah/yon)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content