Berita

Wali Kota Malang Serahkan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2018

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang memberikan pembekalan dan menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2018 di lingkungan Pemerintah Kota Malang yang digelar di Gedung Student Center Pertamina SMKN 2 Malang Jl. Veteran 17 Kota Malang, Jumat (8/3/2019).

Penyerahan SK

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Malang, Kepala BKD Kota Malang, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Malang, serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memberikan ucapan selamat kepada 279 CPNS yang telah berhasil lulus dari beberapa tahap seleksi setelah bersaing dengan ribuan orang hingga pada akhirnya hari ini, Jumat (8/3/2019) telah menerima surat keputusan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Formasi Tahun 2018.

“Saudara-saudara yang telah diterima patut bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Malang atas kepercayaan yang telah diberikan untuk menjalankan kewajiban sebagai abdi masyarakat,” ucap Sutiaji.

Sutiaji juga berpesan agar CPNS yang telah diangkat untuk terus meningkatkan pengetahuan, wawasan, kepribadian dan etika selaku Aparatur Sipil Negara.

“Karena suatu keberhasilan sangat tergantung pada kemauan dan kemampuan saudara untuk mengoptimalkan tugas-tugas yang diberikan,” tegasnya.

Menurut Wali Kota Malang yang hobi bermain bulu tangkis itu, para CPNS harus mampu menunjukkan komitmen dan tanggung jawab moral atas konsekuensi pengangkatan menjadi CPNS di Pemerintah Kota Malang.

“Terlebih, di luar sana banyak sekali masyarakat yang bercita-cita berada pada posisi saudara. Namun tidak semua orang memperoleh kesempatan tersebut, sehingga wujudkanlah rasa syukur saudara dalam bentuk semangat dan kinerja terbaik,” tambah Sutiaji.

Ditambahkannya, ASN saat ini harus memiliki pemikiran-pemikiran yang kreatif, progresif dan inovatif, karena ke depan tantangan pekerjaan tidak makin mudah sehingga membutuhkan kompetensi, integritas dan profesionalitas.

Dari 3.700 orang yang mendaftar, hanya 279 orang yang diterima dan lulus seleksi yang terbagi menjadi 237 orang tenaga guru, 37 orang tenaga kesehatan dan lima orang tenaga teknis. (Ts/yon)