Berita

Dorong Percepatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkot Malang Gelar KIPP

Klojen (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang menggelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kota Malang 2020 dalam rangka mendorong percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebagai langkah awal pelaksanaan, Workshop KIPP Kota Malang 2020 pada perangkat daerah dan unit kerja digelar di Hotel Ijen Suites Kota Malang, Kamis (23/1/2020).

Wakil Wali Kota Malang Ir.H. Sofyan Edi Jarwoko saat memberikan sambutan sekaligus membuka workshop

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Malang Boedi Utomo, SE, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan workshop ini adalah awal dari kegiatan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Malang untuk Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik.

Harapannya, usai mengikuti workshop ini para peserta dari perangkat daerah bisa segera mengajukan proposal inovasi pelayanan publik. “Februari 2020 ini diharapkan semua proposal sudah masuk. 1 April 2020 nanti siapa pemenangnya akan diketahui,” jelas Boedi, Kamis (23/1).

Mengundang pembicara dari dari Universitas Brawijaya Malang, Wawan Sobari, diharapkan semua peserta bisa semakin paham sehingga KIPP nanti dapat berlangsung kompetitif.

Sementara itu Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko yang hadir sekaligus membuka kegiatan mengatakan sangat mengapresiasi digelarnya KIPP. Menurutnya kompetisi ini dapat merangsang keberanian perangakat daerah untuk terus berinovasi. “Kegiatan ini sangat strategis dan penting untuk menjawab isu-isu terkini, salah satunya adalah terkait pelayanan,” kata Wawali.

Dengan adanya inovasi baru, disampaikan pria yang kerap disapa Bung Edi itu maka pelayanan publik yang  cepat, tepat, akurat kepada masyarakat akan dapat tercapai. “Adanya inovasi-inovasi akan bisa memecahkan berbagai persoalan, karena itu inovasi harus terus didorong dan dilakukan,” tuturnya.

Bung Edi juga berharap melalui kegiatan KIPP ini inovasi yang muncul harus bisa memecahkan suatu permasalahan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Ia mencontohkan seperti halnya birokrasi yang panjang di bidang kesehatan dan kurangnya informasi tentang kamar. (cah/yon)

Baca juga dalam : Berita
Kamis, 27 Februari 2020 5:00 WIB

Bapenda Kota Malang Mantapkan Langkah Genjot PAD

Kamis, 27 Februari 2020 5:00 WIB

DPUPRPKP Kota Malang Gelar Forum Perangkat Daerah