Wali Kota Malang Sebut Pesantren adalah Solusi bagi Umat

oleh Jun 6, 2021Berita, Pendidikan0 Komentar

Malang, (malangkota.go.id) – Dekadensi moral masyarakat saat ini luar biasa. Di era kemajuan teknologi informasi, masih banyak dan mudahnya orang mengungkap aib atau kejelekan orang lain. Dan dari semua, itu mereka mendapat keuntungan pribadi.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji ajak masyarakat mawas diri saat hadiri acara haul di pesantren Miftahul Huda kota Malang

Warga masyarakat, khususnya di Kota Malang juga sangat heterogen. Mulai sifat, sikap, dan tingkah lakunya pun bermacam-macam. Semuanya itu harus bisa dikendalikan agar tidak mendatangkan dan memicu sebuah permasalahan. Oleh sebab itu, keberadaan pesantren dan keimanan seseorang dalam konteks ini yang menjadi taruhannya.

Beberapa hal itu yang disampaikan oleh Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat menghadiri Haul ke-51 Ponpes Miftahul Huda di Jl. Gading Pesantren No 38 Kota Malang, Minggu (06/06/2021).

“Para kiai, ulama, dan tokoh masyarakat harus berperan aktif dan jangan pernah lelah untuk melahirkan suasana yang tenteram serta menyejukkan umat,” tutur pria yang juga alumni pesantren yang dikenal dengan sebutan Pesantren Gading itu.

Pria berkacamata itu juga menyampaikan kekhawatirannya terkait moral anak yang mulai terkikis. Pasalnya, saat ini banyak anak yang tidak menghormati orang tua, guru, dan orang yang lebih tua.

Lagi-lagi Sutiaji mengatakan jika pesantren menjadi solusi pilihan untuk membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang bermartabat.

Diakhir sambutannya, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu berpesan agar semua warga masyarakat terus waspada. Hal ini sehubungan dengan adanya pemberitahuan dari BMKG yang mengatakan akan ada indikasi gempa bumi dalam skala besar.

“Mari kita waspada dan berdoa agar semua itu tidak terjadi. Namun jika Yang Maha Kuasa menghendaki, tidak akan berdampak besar,” ucapnya.

Adapun Haul ke-51 Ponpes Miftahul Huda ini diperuntukan bagi almarhum K.H. Moch. Yahya Wa Zaujatih, K.H. A. Dimyathi Ayatullah Yahya Wa Zaujatih, K.H. Abd. Adzim Aminullah Yahya Wa Zaujatih, K.H. Abdurrohim Amrullah Yahya, dan K.H. Abdurrahman Yahya. (say/yon)

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.