Kisah Sembuh Penyintas Covid-19 dari Kota Malang

Kisah Sembuh Penyintas Covid-19 dari Kota Malang

Malang (malangkota.go.id) – Pandemi Covid-19 telah membuat bangsa Indonesia kesulitan dalam berbagai hal, termasuk kesehatan dan perekonomian. Namun demikian, di tengah kondisi sulit warga Kota Malang rela berbagi dan peduli terhadap warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) akibat terinfeksi Covid-19.

Warga Kota Malang bahkan sampai membuat dapur umum untuk membantu kebutuhan gizi warga yang sedang isoman agar segera pulih dari Covid-19. Selain itu, berbagai bantuan juga dikucurkan pemerintah dan corporate social responsibility (CSR) pihak swasta untuk membantu penanganan pandemi ini.

Menurut pengakuan penyintas positif Covid-19, warga Kelurahan Bakalan Krajan Harto Sutiyo, mengatakan dirinya saat melakukan isoman berjuang dengan menguatkan imun dan iman. “Awalnya anak saya yang terpapar Covid-19, kemudian istri saya dan saya pun ikut terpapar. Akhirnya kami melakukan isoman,” ujar Harto Sutiyo, Jumat (23/7/2021).

Selama menjalani isolasi mandiri, kata dia, dirinya selalu mengonsumsi obat dari dokter dan obat herbal dari empon-empon atau rempah-rempah dan madu. Harto Sutiyo mencoba mengatasi napas yang sesak dan tidak bisa mencium aroma dengan menghirup minyak kayu putih dan minyak angin. Selain itu, dia juga rutin berjemur pada pukul 09.00-10.30 WIB.

Selama isoman, Harto Sutiyo selalu makan secara teratur dan cukup. Meskipun rasa malas untuk makan, namun dirinya selalu memaksakan diri agar makanan bisa masuk ke lambung. Dengan cara itu, maka imun akan meningkat. Jika imun naik, maka proses kesembuhan sudah semakin dekat. Pikiran juga tidak boleh terlalu stres, ia mengimbau agar selalu berdoa dan berpikir positif untuk sembuh.

“Setelah menjalani isoman, Alhamdulillah saat ini saya sudah fit dan negatif Covid-19. Semoga kita semua dikasih kesehatan, panjang umur, dan terhindar dari segala penyakit. Selalu berdoa kepada Tuhan, semoga Tuhan selalu melindungi kita,” pungkasnya.

Sekretaris Lurah Bandulan Mutho’ Shobiri, S.STP, M. AP

Penyintas Covid-19 Sekretaris Lurah Bandulan Mutho’ Shobiri, S.STP, M. AP mengatakan, saat dirinya terpapar Covid-19 dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, ia meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan mengonsumsi vitamin dan meminum obat dari dokter.

“Saya menerapkan pola hidup sehat serta makan makanan yang bergizi. Walaupun pada waktu itu indra perasa dan penciuman saya hilang, saya juga berjemur di pagi hari,” ceritanya.

Pesan positif yang ingin ia sampaikan adalah agar orang yang saat ini sedang berjuang melawan Covid-19 tetap semangat dan optimis. Mutho’ Shobiri mengimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan serta selalu berdoa kepada Tuhan agar tetap diberi kesehatan dan kesembuhan. Setelah berjuang melawan Covid-19, saat ini ia telah dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19 dan kembali beraktivitas.

Erwin Mulyo warga Kelurahan Dinoyo

Penyintas Covid-19 berikutnya warga Kelurahan Dinoyo, Erwin Mulyo berbagi pengalamannya. Menurut Erwin, salah satu obat Covid-19 adalah diri sendiri. Karena yang sangat perlu dilakukan adalah menjaga semangat diri sendiri untuk berjuang melawan Covid-19. Jika ada pasien Covid-19 yang mulai tidak semangat, maka tugas yang lainnya memberi semangat. Artinya sama-sama saling menguatkan dan menyemangati.

“Tetap semangat dan tetap berikhtiar serta berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan dan keselamatan. Bagi yang dirawat di rumah sakit tetap berjuang dan semangat sembuh. Karena obat dari Covid-19 salah satunya dari diri kita sendiri. Mari selalu menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Erwin Mulyo.

Erwin Mulyo menambahkan, para tenaga kesehatan yang menjalankan tugas di garda terdepan selama pandemi ini juga selalu memberikan semangat. Hal itu dilakukannya untuk memulihkan kondisi pasien Covid-19 agar segera pulih. “Menjaga pikiran tetap positif menjadi hal yang penting dalam proses sembuh dari Covid-19. Karena pikiran akan memengaruhi kondisi mental dan psikis, sehingga naik atau turunnya imun tergantung dari pikiran,” sambungnya.

Dalam hal penanganan trauma healing bagi pasien Covid-19, Forkopimda Kota Malang membuat program Satgas Malang Raya Trauma Healing (Sama Ramah) yang diresmikan oleh Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji beberapa waktu lalu. Selain itu, Pemkot Malang sedang bergerak cepat mendistribusikan bantuan serta percepatan vaksinasi.

Wali Kota Sutiaji juga selalu memberikan semangat dengan menyambangi warga yang melakukan isoman. Dia datang dengan membawa bantuan dan memberikan motivasi agar warga yang terinfeksi Covid-19 segera sehat dan negatif dari Covid-19. Sutiaji juga mengimbau kepada warga yang isoman agar selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Sambang ini menjadi salah satu upaya penyembuhan trauma (trauma healing) bagi penderita Covid-19. Pengalaman saya pribadi saat menjalani isoman memiliki muatan emosi yang masuk ke memori dan dapat meninggalkan dampak psikologis, apalagi jika yang mengalami anak-anak,” imbuh Wali Kota Sutiaji.

Sutiaji juga meninjau dan memberikan trauma healing kepada anak-anak yang isoman tanpa orang tua di Perumahan Puskopad, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kamis (15/7/2021) lalu. “Ayo, nak, semangat! Supaya cepat sehat,” ujar Sutiaji.

Sementara itu, Sutiaji juga memberikan apresiasi positif atas kepedulian dan tindakan masyarakat dalam membantu warga isoman. Di mana para warga saat ini rajin memberikan bantuan makanan siap saji kepada warga isoman. “Hal ini timbul dan tumbuh dari masyarakat sendiri, inilah yang nilai kegotongroyongan yang tinggi. Memang dalam masa Covid-19 ini harus gotong royong,” tutupnya. (eka/ram)

Hari Anak Nasional 2021, Presiden Jokowi Sapa Anak Indonesia

Hari Anak Nasional 2021, Presiden Jokowi Sapa Anak Indonesia

Klojen (malangkota.go.id)  – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional 2021, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk menyapa anak-anak Indonesia secara daring. Kota Malang disaksikan secara virtual dari Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Jumat (23/7/2021).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) peringatan Hari Anak Nasional 2021

Jokowi mengungkapkan sangat mengerti bagaimana kondisi anak-anak Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini. Sebelum adanya pandemi Covid-19, kegiatan hari anak bisa dilakukan secara langsung. Di mana anak-anak tidak bisa lagi masuk sekolah, tidak bisa bertemu dengan teman-teman, tidak bisa bertemu dengan sanak keluarga.

“Anak-anak semua adalah masa depan bangsa, teruslah bergembira rajin belajar. Jangan lupa berdoa kepada Allah SWT untuk memohon perlindungan bagi kita semua, bangsa Indonesia,” jelas Jokowi.

Jokowi juga menerangkan kepada anak-anak bahwa, sejak bulan Maret tahun lalu bangsa Indonesia mengalami pandemi Covid-19. Selama pandemi anak-anak menjadi sering di rumah, tidak ke sekolah, dan tidak bepergian.
Pada Juli 2021 ini sebenarnya ada rencana untuk membuka lagi sekolah. Namun karena pandemi Covid-19 naik kembali, maka sekolah tatap muka masih dibatalkan. Nanti jika pandemi Covid-19 sudah selesai atau sudah turun, maka akan dilakukan sekolah tatap muka lagi.

Jokowi juga berpesan kepada anak-anak untuk menaati protokol kesehatan, memakai masker, rajin cuci tangan, dan tidak lupa menjaga jarak.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, peringatan hari anak ini sangat penting untuk mengingatkan hak-hak anak. Ada empat hak anak yang menjadi hak dasar anak.

“Hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak untuk dilindungi, dan hak untuk berpartisipasi. Terpenuhinya hak-hak ini akan sangat membantu tumbuh kembang anak,” ujar Gusti. (cah/ram)

Pemerintah Pusat Dorong Percepatan Penyaluran Bansos

Pemerintah Pusat Dorong Percepatan Penyaluran Bansos

Klojen (malangkota.go.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Realisasi Bantuan Sosial (Bansos) dengan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur, Kamis (22/7/2021). Pemkot Malang mengikuti rakor tersebut dari Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang.

Rakor virtual percepatan realisasi penyerahan bantuan sosial

Hadir pada rakor ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan Astrea Primanto Bakti, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Mochamad Ardian N. M.Si. Sementara dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Plh. Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Timur Heru Tjahjono.

Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan Astrea Primanto Bakti mengungkapkan bahwa, perkembangan Penerapan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangatlah dinamis. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa memiliki kesamaan visi untuk penanganan dan percepatan program perlindungan sosial.

“Program perlindungan sosial diberikan untuk membantu masyarakat miskin yang terdampak pandemi atau krisis sosial ekonomi,” jelas Astrea.

Total anggaran dari bantuan langsung tunai (BLT) desa sebesar Rp28,8 triliun dengan sasaran 8 juta keluarga miskin atau Keluarga Penerima Manfaat (PKM). Dalam hal ini Kementerian Keuangan terus melakukan dorongan untuk mempercepat pelaksanaan dana desa dan BLT desa agar manfaatnya bisa secepatnya dirasakan oleh masyarakat.

Dari catatan yang ada untuk dana BLT desa dari Rp28,8 triliun yang sudah terserap direalisasikan sebesar Rp6,11 triliun atau sekitar 21,2 persen. Melihat data tersebut, maka harus dilakukan percepatan untuk penanganan pandemi Covid-19 dengan lebih baik.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, supaya tidak hanya BLT desa saja yang harus segera dilakukan akselerasi. Tetapi juga percepatan penggunaan dana dalam APBD untuk membantu masyarakat. Harapannya masyarakat bisa terbantu terutama untuk daerah yang masuk dalam penerapan PPKM Level 4.

Sementara itu, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan terus mendukung upaya percepatan penyerahan bantuan. Karena hal ini sangat penting dilakukan supaya bisa secepatnya menggairahkan kesehatan dan perekonomian.

“Dana desa di saat ini difokuskan kepada tiga hal, pertama untuk BLT dana desa, penanganan Covid-19, dan menghidupkan karya tunai desa. Semua itu dilakukan untuk menopang kesehatan dan ekonomi desa,” ujar Halim.
Abdul Halim Iskandar juga mendorong Pemerintah Jawa Timur segera menyalurkan BLT dana desa. Sehingga perputaran perekonomian warga bisa berjalan dengan baik di tengah pandemi Covid-19 ini. (cah/ram)

Bantuan untuk Warga Isoman dan Tenaga Pemulasaraan

Bantuan untuk Warga Isoman dan Tenaga Pemulasaraan

Malang (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang terus menggencarkan pendistribusian bantuan kepada warga masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) positif Covid-19. Selain itu, bantuan berupa healthy kit juga diberikan kepada tenaga pemulasaraan jenazah Covid-19.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyerahkan paket logistik dan healthy kit bagi warga isolasi mandiri dan tenaga pemulasaraan jenazah Covid-19

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyerahkan paket logistik untuk warga isoman dan healthy kit bagi tenaga pemulasaraan jenazah Covid-19 di Gazebo Balai Kota Malang, Kamis (22/7/2021). Sutiaji menyampaikan bahwa siapapun yang nanti melakukan isoman akan mendapatkan bantuan dari Pemkot Malang.

“Diambilkan dana dari mana? Sementara untuk yang hari ini diserahkan dari Baznas yang berasal dari Gerakan Seribu (Gerbu). Setiap hari ASN itu memberikan seribu rupiah. Seribu rupiah itu kami kumpulkan dan Alhamdulillah ini mampu menjangkau pada 250 paket per kecamatan untuk lima kecamatan di Kota Malang, serta 250 paket untuk BPBD juga,” paparnya.

Sutiaji mengungkapkan, sementara total bantuan paket logistik yang pada kesempatan ini diserahkan 1.250 paket berupa beras, gula, minyak dan lainnya. Selain itu, ada 250 paket akan diserahkan kepada BPBD Kota Malang. Bantuan paket logistik ini nantinya akan langsung didistribusikan ke masing-masing kecamatan dan diserahkan kepada warga yang menjalani isoman Covid-19. Melalui bantuan paket logistik ini dapat membantu meringankan beban para pasien Covid-19 yang saat ini sedang melakukan isoman.

“Selain itu ada beberapa juga yang masuk ke kami dari corporate social responsibility (CSR) untuk mem-backup teman-teman kita yang isoman. Bagaimana orang yang terdampak ekonominya yang bukan isoman? Bantuan sosial (bansos) juga akan kami kuatkan, sebentar lagi kami ada pemotongan tunjangan bagi ASN kelas jabatan VII ke atas, kurang lebih jika tiga bulan akan terkumpul sekitar Rp10 miliar,” tambahnya.

Terkait data, kata sutiaji, melalui RT dan RW dapat diketahui jumlah warga yang dapat sumbangan untuk isoman serta yang tidak mendapat bansos. Jadi yang terdampak itu bukan orang yang terkena isoman saja, mereka yang asalnya jualan tidak akan dijamin makannya.

“Sehingga kami perbaharui data dari RT/RW yang justru akan menjadi kekuatan kita. Karena di standar prosedur operasional (SOP) PPKM Mikro, kan ada yang namanya tangguh informasi,” terang Sutiaji.

Sutiaji mengimbau untuk terus menguatkan gerakan seribu yang saat ini dikelola oleh Baznas Kota Malang. Menurutnya potensi masyarakat yang luar biasa, mudah-mudahkan akan menjadi kekuatan untuk saling peduli dan berbagi.

“Urunan yang saat ini diberikan oleh Baznas adalah urunan seribuan yang setiap hari dikumpulkan, seribu, dua ribu, lima ribu tapi istikamah. Kita wujudkan dengan berbagai hal yang dikelola oleh Baznas saat ini. Banyak hal yang sebetulnya bisa kita lakukan, termasuk di musim pandemi Covid-19,” tutupnya. (eka/ram)