Sukses Ruwat Nagari, Kota Malang Siap Garap Film Dokumenter

Sukses Ruwat Nagari, Kota Malang Siap Garap Film Dokumenter

Klojen, (malangkota.go.id) – Setelah sukses membuat acara Ruwat Nagari, Pemerintah Kota Malang siap menggarap film dokumenter yang rencananya akan di-launching pada 2 Mei 2021. Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji pada acara ‘Audiensi Dinas dengan Panitia Pelaksana Kegiatan Ruwat Nagari Kota Malang 2021 dan Tim Film Dokumenter HUT ke-107 Kota Malang’ di Ruang Rapat Wali Kota Malang, Rabu (14/4/2021).

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat audiensi dengan panitia Ruwat Nagari dan tim pembuat film dokumenter

Wali Kota Malang, Sutiaji berharap dengan Ruwat Nagari bisa semakin meningkatkan kebersamaan dan silaturahmi, serta menguatkan budaya lokal. “Adanya film dokumenter dengan menghadirkan sosok-sosok yang berperan di Kota Malang diharapkan bisa semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kota ini,” jelas Sutiaji.

Sutiaji menambahkan kebesaran dan keberhasilan Kota Malang saat ini tidak lepas dari peran pemimpin terdahulu. Karena itu sangat penting memberikan penghormatan kepada pemimpin terdahulu. Mereka seperti, Ebes Sugiyono, Susamto, Suyitno, Peni Suparto, hingga Moch. Anton. Melalui dokumentasi tersebut, diharapkan bisa menjadi sebuah penghormatan sekaligus wujud rasa terima kasih.

Film dokumenter nantinya tujuannya untuk membangun komitmen bersama dalam merajut persaudaraan dengan semua elemen masyarakat. Termasuk dalam hal ini adalah tokoh-tokoh Kota Malang atau mantan Wali Kota Malang.

“Melalui film dokumenter nantinya generasi muda di sekolah-sekolah di Kota Malang bisa menonton dan menjadikan inspirasi. Keberadaan dan keberhasilan Kota Malang saat ini tidak terjadi begitu saja namun melalui proses yang panjang,” pungkasnya.  (cah/ram)

Wali Kota Sutiaji: Seorang ASN Dibutuhkan Kolaborasi dan Kebersamaan

Wali Kota Sutiaji: Seorang ASN Dibutuhkan Kolaborasi dan Kebersamaan

Klojen, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah membekali para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu dihelat dalam acara workshop kompetisi budaya kerja di Hotel Savana, Kamis (8/4/2021).

Workshop kompetisi budaya kerja di Hotel Savana Kota Malang

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mengatakan bahwa ciri-ciri masyarakat modern adalah pragmatis dan cenderung egois dan oportunis. Masalah sendiri dibawa ke institusi sehingga mendegradasi nilai-nilai kolaborasi dan kebersamaan. “Itu tidak boleh terjadi di institusi yang melayani masyarakat. Karena seorang ASN dibutuhkan kolaborasi dan kebersamaan dalam melayani masyarakat,” jelas Sutiaji.

Tujuannya, agar bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Tak bisa dipungkiri, bahwa ASN biasa berpindah-pindah posisi dalam pekerjaan. “Jika basic-nya personal jangan berharap kelangsungan program bisa terlaksana dengan baik,’” tegas Sutiaji.

Sutiaji menambahkan apa yang dilakukan dalam bekerja tidak bisa imitasi, apalagi menjadi simulasi belaka. Tetapi, sudah harus program yang benar-benar riil dilaksanakan dan dibutuhkan masyarakat. “Kuncinya adalah kita harus berbuat baik. Dengan berbuat baik kepada orang sesungguhnya adalah berbuat baik kepada diri sendiri,” terang Sutiaji.

Menurut Sutiaji, membantu orang pada hakikatnya adalah membantu diri sendiri, menghormati orang berarti menghormati diri sendiri, tidak ada sejengkalpun apa yang dilakukan manusia, kecuali akan kembali kepada diri sendiri. “Masyarakat adalah pemilik kedaulatan. Menyenangkan rakyat itu sebenarnya tujuan pemerintah,” pungkas Sutiaji. (cah/ram)

Menguak Makna 4 Gunungan di Ruwatan Nagari

Menguak Makna 4 Gunungan di Ruwatan Nagari

Malang, (malangkota.go.id) – Dalam menjalani hidup dan kehidupan harus ada keseimbangan, sehingga semua dapat berjalan pada porosnya dengan baik. Seperti halnya yang ada dalam tubuh seseorang yang terdiri dari 4 unsur, yaitu angin, air, tanah dan api. Masing-masing dari semua itu mempunyai peran yang berbeda, namun harus tetap beriringan.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menerima gunungan dari tokoh seniman sebelum acara ruwatan dimulai

Jika tidak, apabila satu atau dua di antaranya berperan dominan, maka akan terjadi keguncangan atau ketidakseimbangan dalam tubuh. Dari semua itu, maka akan membuat manusia berperilaku kurang baik, seperti merusak alam dan memicu gesekan antargolongan.

Beberapa hal tersebut yang disampaikan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat menghadiri acara ruwatan nagari di Gedung Kesenian Gajayana di Jalan Nusa Kambangan Nomor 19 Kota Malang, Rabu (07/04/2021) malam. Pada acara ini tokoh budaya Kota Malang menyerahkan 4 gunungan kepada Wali Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang dan 2 gunungan kepada 2 mantan Wali Kota Malang.

Keempat gunungan tersebut, imbuh Wali Kota Sutiaji seolah sama dengan empat unsur yang ada dalam tubuh manusia, dan ini bukan sebuah kebetulan atau setting-an. “Maka dari itu, mari kita selalu memviralkan kebaikan, dan bagaimana caranya 4 unsur itu tetap sejalan. Dengan demikian, akan terlahir sosok yang amanah dan tidak egois dalam berbagai hal,” urainya.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko bersama 2 mantan Wali Kota Malang melepas burung dara dalam rangkaian acara ruwatan nagari

Sedangkan terkait gelaran ruwatan ini, menurut pria berkacamata itu, harus dilestarikan dan diwarisi generasi penerus bangsa. Di sisi lain, program penguatan karakter harus dilakukan sejak dini, guna melahirkan generasi masa depan yang cemerlang.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE., MM yang juga sebagai ketua pelaksana acara ruwatan ini. Disampaikannya, bahwa program nguri-nguri budaya seperti ini sangat penting guna lebih menguatkan kecintaan terhadap budaya leluhur bangsa.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji bersama tamu undangan VVIP lainnya foto bersama usai membuka acara ruwatan nagari

“Ruwatan ini, disuguhkan bukan sekadar untuk jadi hiburan atau tontonan belaka, tapi harus dijadikan tuntunan juga. Terutama bagi kaum muda dan atau para pelajar, acara seperti harus bisa diteladani dan diwarisi agar budaya ini tidak punah,” tegasnya. (say/ram)

Malang Batik Festival, Salah Satu Upaya Pulihkan Ekonomi

Malang Batik Festival, Salah Satu Upaya Pulihkan Ekonomi

Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) yang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang menggelar acara tahunan bertajuk Malang Batik Festival (MBF) 2021. Kegiatan MBF ini merupakan gelaran tahunan yang pada 2021 ini telah telah diselenggarakan untuk ketiga kalinya.

Malang Batik Festival (MBF) 2021

Wali Kota Malang, H. Drs. Sutiaji menyampaikan apresiasi kepada Diskopindag dan Dekranasda yang telah mengadakan gelaran yang cukup menarik ini. Menurutnya, acara ini merupakan salah satu upaya untuk memajukan dan memulihkan ekonomi Indonesia. Sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Kota saat ini bahwa pemulihan ekonomi harus dikuatkan.

“Komitmen dari Dekranasda menggali potensi untuk bisa berinovasi, lalu dikembangkan, dan dilestarikan. Kini batik telah mendunia, kalau orang luar saja bangga terhadap produk Indonesia, memakai produk Indonesia, maka yang perlu kita gali adalah kita harus membiasakan mencintai produk Indonesia. Salah satunya adalah batik. Ini perlu kita kembangkan terus-menerus,” papar Sutiaji pada acara yang diselenggarakan mulai 7-8 April 2021 di Gedung Kartini Kota Malang, Rabu (07/04/2021).

Malang Batik Festival (MBF) 2021

Kepala Diskopindag, Muhammad Sailendra, ST., MM mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan yang dilakukan pada acara ini, yakni lomba desain masker dengan bahan dasar Batik Malangan dan lomba desain busana ready to wear deluxe memakai Batik Malangan. Selain itu, juga ada pameran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), fesyen kriya dan aksesori, serta kuliner, fashion show busana batik, dan workshop pembuatan aksesori dan fotografi produk.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung dan melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Muhammad Sailendra.

Selain itu, kata dia, mengembangkan potensi industri kecil menengah (IKM) subsektor kerajinan, terutama batik dan fesyen untuk selalu kreatif dan inovatif. Selanjutnya untuk memberdayakan industri dan peran serta masyarakat khususnya IKM kerajinan batik dan fesyen di Kota Malang. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk membantu para pelaku industri kecil untuk meningkatkan keahlian agar bisa bersaing secara nasional.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Malang, Hj. Widayati Sutiaji, S. Sos., MM mengatakan bahwa kegiatan Malang Batik Festival ini merupakan wujud dari esensi Dekranasda untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan kerajinan. Tidak hanya melalui lomba fesyen saja tapi juga ada pameran.

“Alhamdulillah, hari ini saya berhasil menggandeng Forkopimda, akademisi, perbankan untuk bisa memeragakan karya anak bangsa khususnya dari Kota Malang. Insha Allah, fesyen dari Kota Malang tidak kalah dengan di level nasional,” terang Widayati.

Malang Batik Festival ini merupakan bentuk Dekranasda dalam meningkatkan para pelaku IKM. Dekranasda berupaya mendukung para pelaku industri dari yang level mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, dan sampai pada akhirnya bisa mandiri.

Malang Batik Festival (MBF) 2021

Ditemui usai acara, Dynis Nova Sefirlia Sari, pemenang pertama lomba desain busana Batik Malangan mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi para desainer muda untuk mengembangkan potensi diri dan sekaligus mendapat referensi, ide, dan masukan dari peserta lain serta para juri.

“Kebanyakan yang ikut lomba juga kan anak muda yang milenial. Jadi lebih bisa mengkreasikan batik dengan lebih kreatif lagi, jadi bisa membuat image batik menjadi lebih modern,” ungkap Dynis.

Terkait desainnya, alumnus Tata Busana Universitas Negeri Malang ini terinspirasi dari Tugu Malang dan diberi judul Esta, singkatan dari Essential of Tugu Malang.

Dalam acara ini, juga diselingi dengan launching website Dekranasda Kota Malang. Tujuannya untuk memperluas jaringan informasi di era teknologi 4.0. Salah satu menu utama website ini adalah virtual tour di mana pengunjung website bisa melihat produk binaan Dekranasda Kota Malang secara virtual dan langsung dapat berinteraksi dengan para perajin.

Dekranasda juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan notaris Ika Indriyani Nurullah, S.H,. M.Kn untuk memberikan fasilitas pembuatan akta pendirian izin usaha dan pengesahan legalitas oleh Kemenkumham melalui notaris secara gratis bagi UMKM binaan Dekranasda Kota Malang. Di samping itu, dalam gelaran ini juga diberikan SK Wali Kota Malang terkait Penetapan Paguyuban Sentra Batik Bunulrejo kepada pihak Kelurahan Bunulrejo. (ari/yon/ram)

 

Astra Citra Perupa Meriahkan HUT ke-107 Kota Malang di Lobi DPRD

Astra Citra Perupa Meriahkan HUT ke-107 Kota Malang di Lobi DPRD

Malang, (malangkota.go.id) – Sebamyak 34 seniman seni rupa yang tergabung dalam komunitas Astra Citra Perupa Malang menggelar pameran lukisan di lobi DPRD Kota Malang. Para perupa yang berasal dari Malang Raya, Blitar, Kediri, dan Mojokerto tersebut memajang 70 karyanya yang sangat unik dan beraneka ragam.

Para pengunjung pameran lukisan mengamati lukisan yang disukai

Pameran dalam rangka memperingati HUT ke-107 Kota Malang ini digelar sejak 7-12 April 2021. Pameran ini, merupakan agenda tahunan dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-6 dan sangat bermanfaat bagi para seniman. Pasalnya, selama ini mereka tidak punya tempat pameran yang bisa diadakan secara rutin.

Demikian yang disampaikan Ketua Panitia Pameran, Bambang Randika Santoso kepada para awak media pada Selasa (06/04/2021). Menurutnya, selama ini para seniman menggelar pameran dengan berpindah, seperti di hotel dan Gedung Dewan Kesenian Malang. Namun di beberapa tempat itu tidak bisa digelar secara rutin.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada jajaran DPRD Kota Malang karena telah mewadahi kami dan pameran bisa diadakan tiap tahun. Fasilitasi seperti ini sangat membantu kami, terutama saat pandemi seperti saat ini, agar para seniman tetap produktif,” imbuh Bambang.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengatakan pihaknya mengapresiasi acara pameran tersebut. Selain agar para seniman tetap beraktivitas, menurutnya gedung DPRD ini merupakan gedung rakyat. “Siapapun boleh menggunakan aula atau lobi kantor ini, selama kegiatan itu positif,” ungkapnya.

Bagi pengunjung atau peminat lukisan, yang ingin memiliki, dipersilahkan menemui panitia setempat. Adapun harga lukisan dipatok mulai Rp2,5 juta hingga Rp20 juta, namun dari harga itu masih bisa dinego. (say/ram)

Wali Kota Malang Imbau Pelaku Usaha Taati Aturan

Wali Kota Malang Imbau Pelaku Usaha Taati Aturan

Malang, (malangkota.go.id) – Pemkot Malang melakukan berbagai upaya mendongkrak roda ekonomi di tengah pandemi Covid-19, salah satunya adalah dengan mulai memperbolehkan sejumlah tempat usaha yang sudah mempunyai izin untuk menjalankan aktivitasnya. Meski demikian, pengelola usaha tetap harus menerapkan protokol kesehatan agar tidak menimbulkan masalah atau klaster baru.

Wali Kota Malang, Drs. H Sutiaji foto bersama peserta sosialisasi dan jajaran Disporapar usai membuka acara sosialisasi aturan jasa usaha pariwisata

Hal itu yang ditekankan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat membuka sosialisasi aturan jasa usaha pariwisata yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) di Hotel Santika, Senin (05/04/2021). Ditambahkannya, dengan adanya sosialisasi ini, para pengelola usaha seperti hotel, restoran, kafe dan panti pijat dapat mentaati aturan yang berlaku.

Bagi tempat usaha yang memiliki izin dan mulai beroperasi, terang pria berkacamata itu, pihak Pemkot Malang akan memberi perlindungan dan bagi yang hendak mengajukan izin akan difasilitasi serta dipercepat. “Dalam konteks ini, sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja yang berimplikasi terhadap berbagai aturan, termasuk izin usaha ini, maka siapa pun berhak untuk mengajukan perizinan,” jelas Sutiaji.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji imbau pengelola dan pelaku usaha taati aturan agar roda ekonomi terus terungkit

Lebih jauh dia menuturkan, bahwa Kota Malang telah memiliki aturan, yaitu Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 yang berkaitan dengan pajak daerah, sehingga para pengelola usaha juga bisa membayarkan pajaknya yang merupakan titipan warga kepada pemerintah.

“Dengan berbagai upaya itu maka diharapkan perekonomian di Kota Malang terus bergeliat. Sehingga salah satu efeknya, akan semakin mengurangi ketergantungan daerah kepada pemerintah pusat,” sambung Sutiaji.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Disporapar, Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, SH., M. Si yang mengatakan jumlah hotel 218, resto, kafe dan sejenisnya sekitar 2.000. Maka dari itu, tempat usaha yang belum mengantongi izin, khususnya yang bergerak di bidang pariwisata segera mengajukan. “Selain izin operasi juga harus memiliki izin yang menunjukkan sebagai tanda daftar pariwisata,” urainya.

Dengan demikian, kata Ida, para pelaku usaha ini bisa terus bangkit dan ekonomi di Kota Malang terus meningkat signifikan. “Kita juga mendorong pengelola usaha yang sudah mempunyai izin tersebut agar mengadakan event pariwisata dengan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Dalam pelaksanaannya, tentu akan mendapat pengawasan dari Disporapar maupun pihak terkait lainnya,” pungkasnya. (say/ram)