Langgar Jam Buka Usaha, 26 Pelaku Jalani Sidang Tipiring

Langgar Jam Buka Usaha, 26 Pelaku Jalani Sidang Tipiring

Klojen (malangkota.go.id) – Sebanyak 26 pelaku usaha sebagian besar Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Malang menjalani sidang tindak pidana ringan secara virtual di Gedung Mini Blok Office, Kota Malang, Senin (19/7/2021). Sidang online digelar oleh Kejaksaan Negeri Malang dan Satpol PP Kota Malang.

Sidang Tipiring virtual di Mini Block Office, Balai Kota Malang

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan bahwa, sidang Tipiring ini untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar protokol kesehatan pada masa PPKM Darurat. Tindakan ini dilakukan setelah melalui berbagai proses tahapan. “Sebelum dilakukan penindakan, peringatan secara persuasif sudah kami lakukan, toleransi sudah. Kami sendiri yang turun langsung ke lapangan,” tegas Sutiaji.

Sutiaji menambahkan akibat tidak patuhnya para pelanggar, aparat sampai harus kucing-kucingan dengan para pedagang. Dalam aturan PPKM Darurat, batas maksimal membuka dagangan hingga pukul 20.00 WIB. “Seharusnya sebelum jam itu semua aktivitas sudah harus dihentikan. Kita tidak boleh pandang bulu. Siapapun yang melanggar harus diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” sambung Sutiaji.

Kondisi pandemi Covid-19 saat ini luar biasa, ICU penuh, UGD penuh, daftar antrean ke rumah sakit sangat banyak, dan daftar tunggu juga banyak. Hal ini harus disadari bersama untuk menjaga diri dari Covid-19. “Ini adalah kasus negara, bukan hanya Kota Malang saja. Negara harus mengambil sikap,” tegas Sutiaji.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kota Malang Try Oky mengatakan sebanyak 26 pelanggaran yang terjadi selama operasi yustisi PPKM Darurat. Hari ini para pelanggar yang terjaring menjalani sidang Tipiring secara Virtual. “Rata-rata pelanggar adalah dari bidang kuliner. Mereka kedapatan kelebihan jam buka yang harusnya pukul 20.00 WIB harus sudah tutup,” tegas Oky.

Peserta sidang Tipiring virtual, Eny mengatakan kaget ketika tiba-tiba Satpol PP sudah masuk ke warung bakso yang dikelolanya. Hal ini menjadi pembelajaran agar pedangang tidak sembarangan lagi dan tidak mematuhi peraturan pemerintah, kejadian seperti yang dialaminya agar tidak menimpa orang lain.

“Lebih baik pedagang taat pada aturan yang dikeluarkan pemerintah. Denda Tipiring Rp100.000,00 dalam kondisi sulit seperti saat ini tentu sangat menyulitkan,” kata Eny.

Dalam situasi PPKM Darurat seperti saat ini untuk mendapatkan uang Rp100.000,00 hingga Rp200.000,00 sangatlah susah. Apalagi kalau sampai terjaring operasi dan membayar dengan tentu sangat memberatkan. (cah/ram)

Jelang Iduladha, Pemkot Malang Pastikan Hewan Kurban Sehat

Jelang Iduladha, Pemkot Malang Pastikan Hewan Kurban Sehat

Malang (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) terus melakukan pengawasan sekaligus pemeriksaan hewan kurban sehingga dipastikan sehat serta memenuhi syariat Islam. Selain itu pemerintah juga menyiapkan beberapa alternatif terkait tata cara penyembelihan hewan kurban untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban.

Penyembelihan atau pemotongan hewan kurban di rumah pemotongan hewan

“Salah satu alternatifnya, melaksanakan penyembelihan atau pemotongan hewan kurban melalui rumah pemotongan hewan. Pemkot Malang bersama Kementerian Agama Kota Malang (Kemenag) Kota Malang telah berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha (Perumda Tunas) dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban,” imbuh Plt. Kepala Dispangtan Kota Malang Sri Winarni, SH., MM, Senin (19/7/2021).

Penyembelihan atau pemotongan hewan kurban akan dilaksanakan pada 11-13 Dzulhijah atau tanggal 20-22 Juli 2021 di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). Pihaknya juga melakukan pemeriksaan ante mortem pada hewan kurban di tempat penjualan hewan kurban. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan hewan kurban dan kelayakan daging kurban.

“Tugas dari Dispangtan salah satunya adalah pemeriksaan terhadap hewan kurban. Kami melibatkan sekitar 12 orang untuk berkeliling ke lima kecamatan di Kota malang untuk pemeriksaan hewan yang dijual di beberapa tempat, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu kami juga melakukan pendataan penyembelihan hewan kurban di RPH-R, masjid atau musala Kota Malang,” paparnya.

Ia juga menambahkan, Dispangtan bersinergi dengan perangkat daerah terkait untuk menyosialisasikan Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Salat Hari Raya Iduladha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M.

“Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus mengikuti protokol kesehatan. Kemudian agar mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan hewan yang diberikan oleh Dispangtan, serta membuat surat pernyataan dan melaporkan hasil pemeriksaan kesehatan hewan kurban ke Dispangtan melalui google form,” jelasnya.

Untuk hewan kurban memang ada persyaratan khusus, sehingga pihaknya sering melakukan pembinaan terhadap penjual bahwa hewan kurban yang dijual adalah hewan yang sehat dan layak jual kepada masyarakat. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk memilih dan memperhatikan hewan kurban dengan baik. Selain sesuai dengan syariat Islam serta memperhatikan kesehatan hewan, aspek kesejahteraan hewan pun harus dipenuhi seperti distribusian/lalu lintasnya, serta penampungan sementaranya.

“Indikator hewan kurban yang sehat dan layak jual kepada masyarakat antara lain, mata bersinar, lubang kumlah (hidung mulut, alat kelamin, anus) bersih tidak ada leleran maupun kotoran, performa hewan baik, hewan aktif atau lincah, bulu mengkilat tidak kusam, nafsu makan dan minum bagus, tidak cacat, tidak kurus dan cukup umur. Aspek aman, sehat, utuh dan halal merupakan hal penting yang perlu diperhatikan sehingga produk daging yang akan diberikan kepada yang berhak menerima sama baiknya dengan yang dikonsumsi,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha (Perumda Tugu Aneka Usaha), Dr. Elfiatur Roikhah, SE., MM., Ak pun menyampaikan teknis pelaksanaan atau pemotongan hewan kurban mengacu pada surat edaran yang telah diterbitkan baik oleh pusat maupun daerah.

“Perumda Tugu Aneka Usaha memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk memilih apakah membawa hewan kurban dari luar ataupun membeli dari yang disediakan. Baik hewan kurban yang dibawa oleh pelanggan sendiri maupun yang disediakan,” ujar Elfiatur Roikhah.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dokter hewan yang akan melakukan pemeriksaan pada setiap tahapan, mulai dari 1-2 hari saat hewan tersebut dititipkan, sebelum penyembelihan, dan setelah penyembelihan untuk memastikan kelayakan daging serta juga adanya pengawasan dari Dispangtan.

“Kami menggunakan mesin potong, sehingga pelaksanaannya dapat lebih cepat untuk menghindari kerumunan di luar. Selain mengurangi kerumunan, ada berbagai keuntungan lainnya bagi yang melaksanakan penyembelihan atau pemotongan hewan kurban di Perumda Tugu Aneka Usaha,” lanjutnya.

Pertama, diproses sesuai syariat Islam dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kedua, disediakan tenaga dokter hewan dan keurmaster. Ketiga, menggunakan peralatan modern atau mesin. Sedangkan untuk pendistribusian akan dikemas dan dikirim ke satu lokasi menggunakan mobil cold storage.

Pada 2019 jumlah hewan kurban di Perumda Tugu Aneka Usaha Kota Malang berjumlah 271 ekor, terdiri dari sapi 146 ekor dan kambing 125 ekor. Kemudian pada 2020 jumlahnya naik menjadi 312 ekor, rinciannya sapi 149 ekor dan kambing 163 ekor. Sedangkan untuk data pemeriksaan ante mortem yang dilakukan oleh Dispangtan di lima kecamatan pada 2019 sebanyak 125 lokasi, dengan rincian 280 ekor sapi, 4.829 ekor kambing, dan 82 domba.

“Untuk 2020 pemeriksaan dilakukan di 105 lokasi, dengan rincian 132 ekor sapi, 3.309 kambing, dan 76 ekor domba,” pungkasnya. (eka/ram)

Wali Kota Sutiaji Minta Bangun Kepedulian Antarsesama

Wali Kota Sutiaji Minta Bangun Kepedulian Antarsesama

Malang (malangkota.go.id) – Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak luar biasa pada aspek kehidupan masyarakat, seperti tingkat kesehatan menurun, mortalitas meningkat, perekonomian menurun, banyak rakyat kehilangan pekerjaan, ataupun usaha-usaha yang terpaksa harus gulung tikar.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dalam Talk Show yang diadakan Radio City Guide secara virtual

“Terlebih dengan angka positif Covid-19 yang kian meningkat sehingga pemerintah mengambil kebijakan memberlakukan PPKM Darurat. Di tengah mobilitas masyarakat yang terbatas saat ini, tentunya untuk bertahan hidup tidak bisa dilakukan sendiri,” imbuh Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dalam Talk Show yang diadakan Radio City Guide secara virtual, Senin (19/07/2021).

Dalam menghadapi pandemi ini, kata dia, diperlukan kemauan untuk berbagi dan gotong-royong terutama bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) dan terdampak ekonomi secara drastis. Oleh karena itu, membangun kepedulian pada sesama di tengah pandemi Covid-19 sangat penting.

“Saat inilah jiwa patriotisme kita diukur. Sudah bukan waktunya untuk saling menyalahkan. Jadi bagaimana kita membangun dan mengimplementasikan Pancasila terutama sila kemanusiaan yang adil dan beradab,” sambung Wali Kota Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, saat pandemi ini merupakan waktu yang tepat untuk bergotong-royong membantu sesama. Masyarakat yang mau saling membantu dan berbagi tentu akan membantu pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi ini. Sebagai langkah nyata, orang nomor satu di Pemkot Malang ini menyatakan bahwa rencananya akan ada sistem pemotongan hingga penyerahan gaji di internal Pemkot Malang untuk membantu masyarakat.

“Kami berencana untuk membuat sentra IGD terkait ketersediaan oksigen, Ibu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menyampaikan akan ada beberapa titik di Malang Raya yang akan dijadikan sebagai tempat isi ulang tabung oksigen secara gratis. Ini upaya kami untuk mengatasi crowded-nya penanganan kasus Covid-19,” ujar Sutiaji.

Tidak hanya fokus masalah fasilitas kesehatan dan ketersediaan tempat tidur yang minim, keterbatasan tenaga kesehatan saat ini juga mendorong Pemkot Malang untuk membuka lowongan tenaga relawan.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Wanedi mengingatkan bahwa saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan. Ia meminta untuk sama-ama berjuang di titik lingkungan masing-masing. “Kita sama-sama berupaya agar kegiatan penanggulangan pandemi ini dapat berjalan maksimal. Keberadaan kampung tangguh di lingkungan kita hidupkan,” tutur Wanedi.

DPRD Kota Malang juga mendukung upapya-upaya yang dilakukan oleh Pemkot Malang untuk menangani masalah pandemi ini, termasuk dalam hal penggunaan dana daerah.

Dari sisi akademisi, dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang Dr. Drs. Wahyudi Winarjo, M. Si menyampaikan bahwa, Indonesia memiliki banyak nilai filosofi yang bisa dibangkitkan lagi karena mungkin saat ini mulai bergeser.

“Saya percaya di dalam budaya masyarakat kita, ada nilai-nilai yang sangat adi luhung, sangat luhur yang bisa kita bangkitkan kembali dalam suasana anomali, bencana non alam ini,” paparnya. (ari/ram)

Tinjau Vaksinasi, Gubernur Khofifah: Depan UM Jadi Lokasi Isi Ulang Oksigen Gratis

Tinjau Vaksinasi, Gubernur Khofifah: Depan UM Jadi Lokasi Isi Ulang Oksigen Gratis

Klojen (malangkota.go.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Wali Kota Malang Drs. Sutiaji, Forkopimda Jawa Timur, dan Forkopimda Malang Raya mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menyiapkan layanan isi ulang oksigen secara gratis.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Wali Kota Malang Drs. Sutiaji, Forkopimda Jawa Timur, dan Forkopimda Malang Raya saat meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi hari kedua yang digelar Korem 083 Baladhika Jaya di Gedung Cakrawala UM

“Kami sudah melakukan persiapan di Kantor Bakorwil Malang, depan Universitas Negeri Malang (UM) ini sebagai opsi tempat isi ulang oksigen gratis bagi masyarakat Malang Raya,” jelas Gubernur Khofifah saat meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi hari kedua yang digelar Korem 083 Baladhika Jaya di Gedung Cakrawala UM, Minggu (18/7/2021).

Oksigen gratis ini, kata dia, akan diberikan kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman), ambulans yang sedang membutuhkan isi ulang oksigen. Ia berharap agar semua pihak termasuk media bersatu menyatukan gerak untuk melandaikan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Mudah-mudahan semuanya berseiring dengan ridanya Allah SWT,” ucapnya mendoakan.

Khofifah juga meminta kepada semua pihak untuk tetap menjaga protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi interaksi, serta mengurangi mobilitas. Karena 5M ini adalah kunci untuk bisa melandaikan bahkan menghentikan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama dan sinergi antara Forkopimda Provinsi Jatim dan Forkopimda Malang Raya dan civitas akademika, khususnya Universitas Negeri Malang.

“Kemarin, Sabtu (17/7/2021) peserta vaksinasi yang dilaksanakan secara serentak membludak dan mencapai 5.000 hingga 7.000 peserta. Mudah-mudahan hari ini sama, minimal 5.000 orang yang peserta masyarakat Malang Raya,” beber Mayjen TNI Suharyanto.

Pihaknya akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara terus-menerus sebagai program vaksinasi nasional. Di Jawa Timur, sampai hari ini Minggu (18/7/2021) sudah lebih dari 20 persen masyarakat yang divaksin. Mayjen TNI Suharyanto mengajak semua pihak yang belum divaksin untuk segera datang mendaftar dan melaksanakan vaksinasi.

“Karena tidak hanya hari ini saja, jadi pemerintah kabupaten/kota, Korem, Kodim, Polres di Malang Raya setiap hari melaksanakan giat vaksinasi,” pungkasnya.

Ikut mendampingi Gubernur Jawa Timur, yakni Wali Kota Malang Sutiaji, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta serta Forkopimda Malang Raya. (yon/ram)

Korem 083 Gelar Vaksinasi Massal Selama Dua Hari

Korem 083 Gelar Vaksinasi Massal Selama Dua Hari

Lowokwaru (malangkota.go.id)  – Masyarakat menyambut dengan antusia kegiatan vaksinasi massal yang digelar Korem 083 Baladhika Jaya di Universitas Negeri Malang (UM), Sabtu (17/7/2021). Ribuan peserta tampak tertib mengikuti vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan yang dipantau Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji bersama Forkopimda Kota Malang.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji bersama Forkopimda memantau vaksinasi Covid-19 massal di Universitas Negeri Malang

Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah Letkol CKM dr. Maksum Pandelima, SpOT mewakili Danrem 083 Baladhika Jaya mengatakan target vaksinasi sebanyak 15.000 orang. Vaksinasi Covid-19 di UM ini menempati tiga titik, yakni Graha Cakrawala, Lapangan Tenis Indoor, dan Sasana Kirida. “Kegiatan akan dilangsungkan selama dua hari, yakni tanggal 17-18 Juli 2021,” ujar Maksum.

Maksum menambahkan, antusiasme warga untuk mengikuti vaksin memang sangat luar biasa. Padahal hanya dua hari kegiatan ini diinformasikan ke publik, pesertanya sudah menutup target vaksinasi. Para peserta yang saat ini mengikuti vaksin adalah para peserta yang sudah lebih dahulu mendaftar di koramil setempat.

“Pada kegiatan ini melibatkan sebanyak 51 tim vaksinator. Di Lapangan Tenis Indoor 12 tim vaksinator, Sasana Krida 15 tim, dan sisanya di Graha Cakrawala. Di Lapangan Tenis Indoor ditargetkan 2.500 orang, di Graha Cakrawala 5.000 orang, dan di Sasana Krida 2.500 orang,” imbunnya.

Pada hari pertaman, kegiatan vaksinasi ini menggunakan vaksin Sinovac dan hari kedua menggunakan vaksin AstraZeneca. Peserta vaksinasi pertama ini dimulai dari peserta anak-anak usia 12-17 tahun dengan vaksin Sinovac. Kemudian di hari kedua, anak-anak usia 12-17 tahun tidak boleh ikut vaksin karena menggunakan vaksin AstraZeneca, di mana vaksin ini hanya boleh diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.

“Tujuan vaksinasi massal ini untuk mendukung program pemerintah berupa percepatan vaksinasi. Hal itu sesuai dengan yang dicanangkan oleh Presiden,” tegas Maksum. (cah/ram)

Pemkot Malang Sediakan Tiga Alternatif Penyembelihan Hewan Kurban

Pemkot Malang Sediakan Tiga Alternatif Penyembelihan Hewan Kurban

Klojen (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, berdasarkan hasil identifikasi terdata sebanyak 630 masjid di Kota Malang dimungkinkan semuanya melaksanakan kurban pada Hari Raya Iduladaha 1442 Hijriah nanti. Karena masih penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, maka Pemkot Malang mencari solusi agar warga bisa berkurban.

Wali Kota Malang Sutiaji memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Fasilitasi Penyembelihan Hewan Kurban di Gazebo Balai Kota Malang

“Dalam rapat ini dibahas tiga alternatif terkait tata cara penyembelihan hewan kurban, mengingat saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir serta PPKM Darurat masih berjalan,” imbuh Wali Kota Sutiaji pada saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Fasilitasi Penyembelihan Hewan Kurban di Gazebo Balai Kota Malang, Jumat (16/7/2021).

Alternatif yang dilakukan, kata Sutiaji, pertama memakai Rumah Potong Hewan (RPH). Dengan kemampuan selama tiga hari, yakni tanggal 21, 22, dan 23 itu jumlahnya 680 ekor. Setelah hewan kurban disembelih, nantinya akan dibagi menjadi empat bagian, kemudian diserahkan kepada takmir masjid masing-masing untuk didistribusikan.

“Sedangkan terkait biaya yang dikenakan sebesar Rp350 ribu per ekor (sapi) karena sudah ada subsidi dari pemerintah,” ujar Sutiaji yang diikuti para kepala perangkat daerah serta instansi terkait di lingkungan Pemkot Malang.

Wali Kota Sutiaji menambahkan, untuk alternatif kedua dengan melakukan penyembelihan secara massal yang bisa dilakukan di fasilitas umum milik Pemerintah Kota Malang, misalnya Stadion Gajayana. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi warga Kota Malang yang memang tidak bisa tertampung di RPH. Alternatif ketiga, melaksanakan sesuai Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Salat Hari Raya Iduladha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

“Jadi bagi tempat ibadah monggo melaksanakan, tapi harus diswab antigen dulu 2×24 jam. Kami berharap dalam waktu dekat ini para panitia sudah divaksin, sehingga meminimalisir kemungkinan terpapar Covid-19 serta ditularkan orang lain,” harapnya.

Sutiaji akan menginstruksikan Satpol PP bekerja sama dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk keliling memastikan dan mengawasi jumlah masjid dan musala yang melaksanakan kurban. “Setelah itu dilakukan pengawasan berlapis, mulai dari kampug tangguh, kelurahan, kecamatan dan juga dinas terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan). Nantinya akan dibentuk tim satuan tugas khusus berkaitan dengan pengawasan penyembelihan hewan kurban. Insha Allah akan dibuat surat keputusan (SK) tentang Tim Satgas Pengawasan Penyembelihan Hewan Kurban,” jelasnya lebih lanjut.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat Iduladha di rumah masing-masing dengan harapan angka penyebaran Covid-19 dapat ditekan. Informasi lebih lengkap tentang penyembelihan hewan kurban bisa menghubungi Admin Kurban 0812 3447 4937 atau email nakeswanmalangkota@gmail.com . (yon/ram)