Diskominfo Sosialisasi Izin Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio

Diskominfo Sosialisasi Izin Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio

Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan Sosialisasi Perizinan Penggunaan Spektrum Radio di Wilayah Kota Malang Tahun 2021 di Hotel Savana, Rabu (23/6/2021). Tujuannya untuk menyosialisasikan regulasi perizinan dalam hal penggunaan spektrum frekuensi radio sekaligus prosedur pengaduan serta pemanfaatan panggilan darurat Ngalam 112.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menghadiri kegiatan Sosialisasi Perizinan Penggunaan Spektrum Radio di wilayah Kota Malang Tahun 2021

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat menjadi keynote speaker menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan sosialisasi tentang bagaimana tata cara mengelola frekuensi supaya hak serta kewajiban tidak menganggu antara satu yang lain.

“Apabila tata cara kelola frekuesi sudah diketahui, kemudian secara regulatif literasinya paham serta implementasi di lapangan patuh dan taat pada regulasi tersebut maka hasilnya akan baik,” jelas Sutiaji.

Sutiaji menambahkan sosialisasi aturan dan regulasi akan terus dikuatkan. Seperti optimalisasi pemahaman tentang tata cara perizinan frekuensi ini karena masyarakat menjadi subjek dari regulasi. “Kegiatan ini salah satu perpanjangan tangan dari UU Nomor 15 Tahun 2019. Di mana terus dioptimalkan untuk implementasi di lapangan terkait penggunaan frekuensi. Harapannya negara akan mengatur sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” paparnya.

Contoh saja, lanjut Sutiaji, jika hal ini terkait penggunaan frekuensi dalam membangun rumah saja dibutuhkan izin mendirikan bangunan (IMB). Salah satu tujuannya adalah agar bisa melihat akses planing-nya menganggu orang atau tidak, karena hidup di tengah-tengah masyarakat.

Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S. Sos mengungkapkan, perangkat daerah harus mampu menangkap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Kegiatan ini merupakan manifestasi bagaimana Pemkot Malang mampu mendeteksi dan menerjemahkan apa yang berkembang. Salah satunya peran para pelaku di bidang informatika atau di bidang penggunaan frekuensi radio termasuk layanan dikembangkan yaitu layanan panggilan darurat Kota Malang atau Ngalam 112.

“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang prosedur perizinan atau aturan main penggunaan spektrum frekuensi radio khususnya radio antarpenduduk. Jika digambarkan langit kita lintasnya sudah sangat padat sekali. Sehingga betapa pentingnya dilakukan suatu manajemen pengelolaan perizinan spektrum frekuensi radio ini,” jelas Wiwid, sapaan Muhammad Nur Widianto itu.

Wiwid menambahkan melalui sosialiasi yang mengundang 55 peserta dari perangkat daerah/perumda yang menggunakan frekuensi radio, badan usaha, serta komunitas diharapkan dapat membangun sinergi percepatan deteksi kejadian yang ada di lapangan. Karena dari komunitas ini juga memberikan bantuan, dukungan, terkait dengan pelaporan. Sinergi para komunitas dengan layanan Ngalam 112 semoga bisa membawa manfaat untuk masyarakat Kota Malang.

“Digitalisasi tetap, terkait pendekatan digitalisasi pemanfaatan atau membangun literasi digital itu bagian dari perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Kita ambil rujukan pada kejadian kebencanaan, seperti Ambon dan Aceh. Gelombang berbasis GSM gawai hilang, namun terbantu dengan frekuensi radio ini,” tutup eks Kepala Bagian Humas Setda Kota Malang tersebut. (eka/ram)

Perkuat Literasi, Pemkot Malang Gelar Bimtek Penyusunan HPS

Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang menggelar Bimbingan Teknis Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Konstruksi bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di ruang sidang Balai Kota Malang, Selasa (22/6/2021).

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat memberikan pengarahan bimbingan teknis

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengungkapkan, saat menjalankan tugas seorang aparatur sipil negara (ASN) pasti memiliki kegamangan. Oleh karena itu, dibutuhkan literasi yang benar-benar bagus agar bisa menjalankan tugas dengan baik.

“Kami berharap adanya acara ini bisa menguatkan literasi pada pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Malang,” jelas Sutiaji.

Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan semangat untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi informasi agar semakin baik dalam menjalankan tugas.

“Berbeda dengan masa lalu, menyusun HPS saat ini dipastikan bisa lebih mudah karena adanya teknologi informasi. Untuk membuat HPS kita harus bisa melihat dulu marketplace-nya,” tegas Sutiaji.

Kemudahan ini tentu harus dimanfaatkan dengan baik sehingga dalam penyusunan HPS bisa sesuai dengan realita yang ada. Harapannya ke depan, pelayanan kepada masyarakat juga bisa terus ditingkatkan.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa, Drs. R Widjaja Saleh Putra mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan sebelumnya yang digelar pada tanggal 16 Juni 2021.

“Kegiatan ini digelar agar PPK dan PPTK dalam menyusun HPS serta kontrak kerja bisa melakukan dengan baik,” ujar Widjaja Saleh Putra.

Melalui cara ini, diharapkan proses pengadaan barang dan jasa dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian juga dalam pelaksanaan pekerjaan bisa berjalan dengan aman dan terhindar dari risiko hukum yang tidak dikehendaki.

“Penyusunan HPS akan berpengaruh bagaimana pihaknya melakukan evaluasi sekaligus melakukan kontrak agar pelaksanaan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (cah/ram)

Perangi Covid-19, Polresta Malang Kota Vaksinasi 3.000 Warga

Perangi Covid-19, Polresta Malang Kota Vaksinasi 3.000 Warga

Malang, (malangkota.go.id) – Dalam rangka menyambut HUT ke-75 Bhayangkara, Kapolda Jawa Timur mencanangkan vaksinasi Covid-19 secara massal yang ditindaklanjuti oleh Polres dan Polresta di daerah. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kalangan masyarakat.

Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi turut memantau pelaksanaan vaksinasi di Kantor Kecamatan Kedungkandang

Terkait hal tersebut, Polresta Malang Kota mendapat alokasi 3.000 vaksin. Dari jumlah tersebut 1.500 vaskin dibagi kepada lima Polsek yang ada di Kota Malang. Pada Selasa (22/06/2021), Polsek Kedungkangan mengawali pemberian vaksin kepada 300 warga yang berasal dari 12 kelurahan yang diambil secara acak. Mengingat tempat di Polsek Kedungkandang tidak memadai dan dikhawartirkan akan memicu kerumunan maka pelaksanaan vaksinasi dipindahkan ke Kantor Kecamatan Kedungkandang.

Dengan penjagaan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, warga pun antusias untuk menerima vaksin Sinovac tahap pertama ini. Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi mengatakan bahwa pihaknya meminta maaf bagi warga yang belum dapat menerima vaksin di tahap pertama ini. Karena setiap Polsek memang mendapat alokasi 300 penyuntikan vaksin.

Nantinya, kata dia, akan ada vaksinasi massal yang akan diberikan di puskesmas masing-masing kecamatan dari sisa 1.500 vaksin yang dialokasikan bagi Polresta Malang Kota. Dari jumlah tersebut diharapkan akan ada penambahan khusus dari Kapolda Jawa Timur atau mungkin Kapolresta Malang Kota. Sehingga warga yang divaksin akan lebih banyak lagi.

“Program vaksinasi ini dilaksanakan untuk mengurangi pencegahan penularan Covid-19 yang akhir-akhir ini semakin meningkat di sejumah wilayah terutama di NKRI pada umumnya. Dalam hal ini kita sudah melaksanakan vaksinasi supaya seluruh lapisan masyarakat di Kota Malang ini nantinya dapat menerima vaksin semua. Sehingga berbagai kasus Covid-19 dapat ditekan dan bahkan dicegah,” imbuhnya.

Warga sangat antusias saat bisa menerima suntikan vaksin sebagai upaya menekan dan mencegah penularan Covid-19

Menurut Kapolsek Yusuf, meski warga mungkin belum sempat mendapat vaksin yang terpenting saat ini adalah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di sisi lain, lima Polsek yang ada di Kota Malang selama ini juga telah melakukan upaya penanganan dan pencegahan merebaknya wabah melalui operasi yustisi secara rutin.

“Pembagian masker dan sosialisasi bahaya Covid-19 pun diintensifkan kepada masyarakat hingga tingkat RT,” pungkasnya. (say/ram)

Wali Kota Sutiaji: PSC 119 Luar Biasa!

Wali Kota Sutiaji: PSC 119 Luar Biasa!

Malang, (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mengapresiasi atas kinerja dan pengabdian anggota Public Safety Center (PSC) 119 Kota Malang yang selama ini telah mencurahkan tenaga serta waktunya dalam membantu warga Kota Malang. Seperti dalam penanganan kasus Covid-19, pemakaman jenazah, penanganan kebakaran, dan sebagainya.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji memberi apresiasi dan penghargaan khusus atas kinerja PSC 119 selama ini

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Sutiaji saat menghadiri peringatan empat tahun dan tasyakuran anggota PSC 119 di Hotel Ijen Suites, Selasa (22/6/2021). Menurutnya, anggota PSC 119 selama ini telah bekerja keras tanpa mengenal waktu dan ini harus diapresiasi semua pihak.

Untuk diketahui, selama ini tercatat ada 565 pemakaman yang ditangani PSC 119, 620 pemakaman Covid-19, ada 933 layanan panggilan darurat, baik itu kecelakaan, kebutuhan ambulans, dan lain sebagainya. “Tim ini dalam bekerja selalu berkolaborasi dan membantu institusi lain, seperti PMI, PMK, BPBD, dan TNI-Polri dalam menangani kedaruratan di Kota Malang,” imbuh orang nomor satu di Pemkot Malang itu.

Lebih jauh pria berkacamata itu mengatakan, jika keberadaannya sangat dibutuhkan sampai kapanpun. Sedangkan terkait masih adanya sejumlah penambahan sarana prasarana penunjang, seperti ketika terjadi kebakaran di perkampungan padat penduduk dan di gedung bertingkat, pihak Pemkot Malang sudah mengalokasi anggaran.

“Kita nanti akan memenuhi sarana prasarana apa yang menjadi kekurangan dan dalam penggunaannya bisa bersama petugas pemadam kebakaran,” jelas Sutiaji.

“Kami berharap anggota PSC 119 ini tetap bekerja dengan optimal dan pantang menyerah, serta terus menguatkan kolaborasi atau kerja sama dengan institusi terkait. Sehingga nantinya akan sangat membantu warga Kota Malang dan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan dapat segera menjalankan tugasnya dengan baik,” imbaunya. (say/ram)

Sosialisasi Pembangunan Infrastruktur, Wujud Keterbukaan Informasi

Sosialisasi Pembangunan Infrastruktur, Wujud Keterbukaan Informasi

Malang (malangkota.go.id)  – Pemerintah Kota Malang menyadari bahwa, peran masyarakat sangat penting dalam pembangunan. Tanpa keterlibatan masyarakat, tidak mungkin proses pembangunan mulai dari awal, bisa terdokumentasikan dalam sebuah dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.

Sosialisasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Malang Tahun 2021 di Hotel Ijen Suite

Beberapa hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji pada acara Sosialisasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Malang Tahun 2021 di Hotel Ijen Suites, Selasa (22/6/2021).

Sutiaji menambahkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pemkot Malang juga berupaya meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) mengadakan acara sosialisasi ini.

“Saat ini tugas kita bersama-sama adalah pengawasan dan pemanfaatan,” terang Wali Kota Sutiaji.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Ir. Hadi Santoso menyampaikan bahwa, tujuan dari kegiatan sosialisasi ini untuk memberi akses kepada masyarakat terhadap informasi penyelenggaraan pembangunan, mendorong keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi pembangunan daerah, memberikan pelayanan terbaik di bidang insfrastruktur dan penataan ruang, serta tertib administrasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

“Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai dan wujud dukungan terhadap misi keempat Wali Kota Malang, yaitu memastikan kepuasan masyarakat atas layanan pemerintah yang tertib hukum, profesional, dan akuntabel,” ungkap Hadi Santoso.

Pria yang akrab disapa Sony ini pun menuturkan bahwa, sesuai tugas pokok dan fungsi DPUPRPKP, pada tahun 2021 ini pihaknya memiliki 244 program pembangunan infrastruktur yang tersebar di lima kecamatan. Target capaian kinerja infrastruktur 2021 adalah penanganan jalan sepanjang 21,62 km, saluran drainase/irigasi sepanjang 7,55 km, plengsengan sepanjang 245,70 meter, lima jembatan dengan total bentang 324 meter, pembangunan pedestrian sepanjang 2,48 km, 13 bangunan gedung seluas 27.566,92 meter persegi, pelayanan air minum sebanyak 1.700 sambungan rumah, penanganan air limbah sebanyak 1.145 sambungan rumah, penanganan jalan paving sepanjang 1,66 km, serta pekerjaan penataan bangunan dan lingkungan pada 2 kawasan.

“Taget capaian infrastruktur termasuk program prioritas Kota Malang, yaitu pembangunan Jembatan Tlogomas dan gedung Malang Creative Center (MCC),” ungkap Sony.

Turut hadir dalam sosialisasi ini, Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko, Komandan Kodim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, SE, M. Tr (Han), Sekretaris Daerah (Sekda) Erik Setyo Santoso, ST., MT, anggota DPRD Kota Malang, serta kepala perangkat daerah, camat, lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), serta dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Bung Edi Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Polowijen

Bung Edi Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Polowijen

Malang, (malangkota.go.id) – Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko meninjau proses vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum di Puskesmas Polowijen, Senin (21/6/2021). Ia memastikan secara langsung bahwa vaksinasi yang dilakukan kepada 150-an peserta di puskesmas berjalan baik dan lancar serta aman.

Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Polowijen

Bung Edi, sapaan Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan bahwa, vaksinasi Covid-19 adalah usaha nyata agar seluruh masyarakat Kota Malang bisa menguatkan imun dan mencegah penularan Covid-19. Upaya ini terus dilakukan secara berkesinambungan untuk memutus penularan Covid-19.

“Banyak berita simpang siur berita hoaks terkait vaksin. Saya tegaskan lagi vaksin Covid-19 yang dilakukan pemerintah dipastikan aman. Karena itu kami memantau langsung termasuk hari ini ke Puskesmas Polowijen,” tegas Bung Edi.

Pemerintah Kota Malang terus melakukan berbagai upaya vaksinasi agar bisa berjalan dengan baik. Termasuk dengan melakukan vaksinasi di puskesmas, mal, kelurahan, pasar, dan kampus.

“Tren kasus Covid-19 saat ini agak naik, tetapi masih terkendali. Saya sampaikan ke camat, lurah, dan segenap aparat untuk melakukan pendisiplinan,” tuturnya.

Bung Edi menambahkan, menjaga kedisiplinan taat pada protokol kesehatan sangat penting untuk mencegah penularan Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Malang terus mengimbanginya dengan berbagai upaya termasuk melaksanakan pemberian vaksin.

“Alhamdulillah, setelah melihat langsung ke Puskesmas Polowijen pelaksanaan vaksin bisa berjalan dengan baik. Kami berharap upaya ini terus dilakukan dengan baik,” ujar Bung Edi.

Peserta vaksinasi Covid-19, Suko Watono mengaku lega sudah menjalani vaksinasi di Puskesmas Polowijen. Meski sempat takut untuk disuntik, akhirnya dia memberanikan diri ikut vaksinasi agar lebih tenang saat beraktivitas.

“Setelah disuntik ternyata tidak sakit. Ini ikhtiar saya untuk bisa sehat di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih juga belum berakhir,” pungkasnya. (cah/ram)