Berita Pendidikan

Membenamkan Inklusi dan Literasi Keuangan Bagi Siswa

Malang, (malangkota.go.id) – Guna meningkatkan inklusi keuangan sejak dini, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Malang menggelar acara bertajuk ‘Kreasimuda’ atau kejar prestasi generadi muda Indonesia di SMP Negeri 5 Malang, Senin (15/08/2022). Dalam program ini, OJK menggandeng Bank Jatim serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Kepala OJK Kota Malang, Sugiarto Kasmuri secara simbolis menyerahkan buku tabungan kepasa siswa

Inklusi keuangan adalah sebuah kondisi di mana setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas, tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Dari pengenalan dan pemahaman inklusi keuangan ini nantinya akan menjadi pintu masuk ke tahapan berikutnya, yaitu literasi keuangan bagi kalangan pelajar ini. Terkait hal tersebut disampaikan Kepala OJK Kota Malang, Sugiarto Kasmuri, bahwa program serupa akan dilakukan di sejumlah sekolah lain secara berkelanjutan.

Seperti pada Selasa 16 Agustus di beberapa sekolah di Kabupaten Malang yang akan melibatkan lima perbankan. Berikutnya pada 18 Agustus di sejumlah sekolah di k
Kabupaten Pasuruan yang akan melibatkan beberapa perbankan, BPJS Ketenagakerjaan dan Pegadaian.

Dari program ini, dikatakan Sugiarto, maka ke depan pemahaman inklusi dan literasi keuangan akan semakin luas serta semakin baik di masyarakat. “Bagi para pelajar, dari program seperti ini, mereka akan mengenal dunia perbankan dan gemar menabung. Adapun target jangka panjang dari program ini, masyarakat tidak akan mudah terjebak ke dalam hal-hal negatif di bidang keuangan seperti penawaran pinjaman online dan rentenir,” inbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, SE., MM memberi apresiasi positif atas program ini. Sehingga dari sosialisasi ini diharapkan siswa mulai dini tahu tentang perbankan. “Ini adalah pembelajaran yang sangat luar biasa, harapan kami tidak hanya di sekolah ini tapi nanti bisa meluas di sekolah yang lain termasuk sekolah swasta,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dari program ini maka siswa akan lebih mudah saat akan menabung. Mereka tidak perlu lagi nabung di sekolah kepada wali kelas atau uangnya dimasukkan ke dalam celengan di rumah dan tidak perlu datang ke kantor Bank Jatim karena di sekolah sudah ada tempat khusus.

Nantinya pihak OJK juga akan menyasar kalangan perguruan tinggi agar program ini lebih masif lagi. Yang tak kalah penting, dari semua itu pada akhirnya berbagai program pemerintah terkait inklusi dan literasi keuangan akan dipahami masyarakat, terutama oleh kaum muda bangsa ini. Sehingga akan terlahir generasi yang cerdas dan berdaya saing tinggi. (say/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content