Berita Olahraga

Wali Kota Malang Optimis KONI Terus Berprestasi

Klojen (malangkota.go.id) – Raden Djoni Sudjatmoko secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang periode 2023-2027 menggantikan Edy Wahyono.

Wali kota Malang, Sutiaji minta KONI tingkatkan prestasi

Pengukuhan dilakukan usai Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Malang, Senin (30/1/2023). Berbagai langkah akan dilakukan Djoni agar 53 cabang olahraga yang dipimpinnya mempunyai prestasi yang mumpuni.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji yang hadir dan membuka musorkotlub mengucapkan selamat dan berharap kepengurusan baru ini membawa perubahan yang signifikan terhadap prestasi olahraga di Kota Malang. Pria berkacamata tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua KONI sebelumnya yaitu Edy Wahyono serta para pengurus atas kerja kerasnya selama ini.

Lebih jauh orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu mengatakan bahwa prestasi yang diraih KONI selama ini, seperti contohnya runner up pada Porprov VII, atas kerja keras dan perjuangan pengurus sebelumnya akan dilanjutkan oleh pengurus yang baru dikukuhkan ini. “Mari rapatkan barisan agar ke depan semua cabor meraih prestasi membanggakan di berbagai level kompetisi olahraga,” imbuhnya.

Terkait adanya dugaan penyalahgunaan anggaran di jajaran eksekutif dan legislatif terkait dana hibah yang dikucurkan kepada KONI, Wali Kota Malang pun dengan tegas menepis hal tersebut. “Jika ada indikasi permainan anggaran, saya sudah meminta kepada aparat hukum untuk segera mengusut tuntas. Sehingga nantinya tidak menghambat alur pembinaan dan raihan prestasi bagi cabor atau atlet,” tegasnya.

Diungkapkan pria penghobi olahraga bulu tangkis tersebut, nantinya akan ada dana hibah sebesar lima belas miliar rupiah, dengan rincian sepuluh miliar rupiah dikucurkan untuk KONI dan lima miliar rupiah melalui Disporapar Kota Malang.

Alokasi anggaran ini disebutkannya masih dimungkinkan akan ditambah, namun masih menunggu pembahasan dengan Legislatif. “Sesuai aturan yang berlaku, prestasi olahraga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang dibantu oleh KONI,” jelasnya.

“Semua cabor harus terus bersaing dan berlomba-lomba dalam meraih prestasi. Dalam waktu dekat, jika dirasa alokasi anggaran masih kurang, maka segera mengajukan. Dan yang tak kalah penting adalah jangan ada politisasi olahraga, agar apa yang menjadi target besar dapat terealisasi dengan baik,” tutur Sutiaji.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Malang terpilih, Djoni Sudjatmoko mengaku optimis akan membawa perubahan yang lebih baik ke depannya. “Kami akan langsung mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap semua cabor. Kami juga ingin mengemas olahraga atau kompetisi yang tidak hanya menghabiskan anggaran tapi juga menambah,” bebernya.

“Kota Malang kan kota wisata. Kita mempunyai konsep sportainment dan sport tourism yang juga akan dikolaborasi dengan bisnis, sehingga cabor dari kompetisi yang ada dapat memberi nilai tambah bagi atlet. Dalam hal ini tentu kami butuh dukungan semua pihak,” pungkas Djoni. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content