Pemerintah Pusat Dorong Percepatan Penyaluran Bansos

Pemerintah Pusat Dorong Percepatan Penyaluran Bansos

Klojen (malangkota.go.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Realisasi Bantuan Sosial (Bansos) dengan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur, Kamis (22/7/2021). Pemkot Malang mengikuti rakor tersebut dari Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang.

Rakor virtual percepatan realisasi penyerahan bantuan sosial

Hadir pada rakor ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan Astrea Primanto Bakti, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Mochamad Ardian N. M.Si. Sementara dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Plh. Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Timur Heru Tjahjono.

Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan Astrea Primanto Bakti mengungkapkan bahwa, perkembangan Penerapan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangatlah dinamis. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa memiliki kesamaan visi untuk penanganan dan percepatan program perlindungan sosial.

“Program perlindungan sosial diberikan untuk membantu masyarakat miskin yang terdampak pandemi atau krisis sosial ekonomi,” jelas Astrea.

Total anggaran dari bantuan langsung tunai (BLT) desa sebesar Rp28,8 triliun dengan sasaran 8 juta keluarga miskin atau Keluarga Penerima Manfaat (PKM). Dalam hal ini Kementerian Keuangan terus melakukan dorongan untuk mempercepat pelaksanaan dana desa dan BLT desa agar manfaatnya bisa secepatnya dirasakan oleh masyarakat.

Dari catatan yang ada untuk dana BLT desa dari Rp28,8 triliun yang sudah terserap direalisasikan sebesar Rp6,11 triliun atau sekitar 21,2 persen. Melihat data tersebut, maka harus dilakukan percepatan untuk penanganan pandemi Covid-19 dengan lebih baik.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, supaya tidak hanya BLT desa saja yang harus segera dilakukan akselerasi. Tetapi juga percepatan penggunaan dana dalam APBD untuk membantu masyarakat. Harapannya masyarakat bisa terbantu terutama untuk daerah yang masuk dalam penerapan PPKM Level 4.

Sementara itu, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan terus mendukung upaya percepatan penyerahan bantuan. Karena hal ini sangat penting dilakukan supaya bisa secepatnya menggairahkan kesehatan dan perekonomian.

“Dana desa di saat ini difokuskan kepada tiga hal, pertama untuk BLT dana desa, penanganan Covid-19, dan menghidupkan karya tunai desa. Semua itu dilakukan untuk menopang kesehatan dan ekonomi desa,” ujar Halim.
Abdul Halim Iskandar juga mendorong Pemerintah Jawa Timur segera menyalurkan BLT dana desa. Sehingga perputaran perekonomian warga bisa berjalan dengan baik di tengah pandemi Covid-19 ini. (cah/ram)

Si Ikan Nila Kota Malang Tembus Top 99 Sinovik 2021

Si Ikan Nila Kota Malang Tembus Top 99 Sinovik 2021

Klojen (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji melakukan presentasi secara virtual di hadapan dewan juri Lomba Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian PAN-RB yang diketuai JB Kristiadi di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Kamis (8/7/2021). Tahun ini, Kota Malang kembali masuk Top 99 Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2021.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat melakukan presentasi secara virtual di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang

Inovasi Kota Malang yang dilombakan pada Sinovik 2021 adalah, Si Ikan Nila atau Sentra Intensif Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok dari Kelurahan Bakalankrajan. Budidaya ikan nila ini memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan di Kota Malang. Selain itu, budidaya ikan nila juga bisa meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan gizi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Wali Kota Sutiaji mengatakan bahwa, inovasi budidaya ikan nila yang diawali dari Kelurahan Bakalankrajan ini berkembang pesat. Semula hanya diikuti beberapa orang, tetapi saat ini sudah diikuti oleh 85 anggota.

“Dari 85 pembudidaya ikan di Bakalankrajan, mereka sudah bisa memproduksi ikan sampai 26 ton per tahun. Omzet yang dihasilkan mencapai Rp660.900.000,00 per tahun. Hal ini jelas potensi yang luar biasa,” jelas Sutiaji.

Terlebih budidaya ikan nila didominasi anak-anak muda yang merupakan generasi milenial. Melalui budidaya ikan nila ini, masyarakat bisa meraih pendapatan yang lebih banyak. “Tidak hanya fokus menjual ikan nila segar. Di Bakalankrajan juga dikembangkan wisata ikan, berbagai olahan ikan, hingga anak-anak muda menjadi Youtuber dengan maskot ikan,” ujar Sutiaji.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah sangat mendorong pengembangan budidaya ikan secara intensif untuk memanfaatkan lahan terbatas. Dalam budidaya, bisa dilakukan di pekarangan, teras rumah, halaman, bahkan atas loteng.

Inovasi Si Ikan Nila ini merupakan bukti nyata bahwa dengan kebersamaan, maka berbagai rintangan bisa diselesaikan dengan baik. Termasuk di masa pandemi Covid-19 masyarakat bisa tetap beraktivitas dan mendapatkan penghasilan.

Wali Kota Sutiaji mendorong inovasi warga Kelurahan Bakalankrajan agar terus mengembangkan produksi budidaya ikan nila. Sehingga warga bisa mendapatkan penghasilan dan juga sebagai ketahanan pangan. Inovasi tersebut, sambung Sutiaji, bisa digabungkan dengan urban farming sehingga masyarakat tidak hanya panen ikan, tetapi sayuran dan buah-buahan.

“Inovasi ini sesuatu yang unik, mengguanakan teknologi bioflok berbasis kewilayahan dan keswadayaan dengan sistem kemitraan,” tegas Sutiaji. (cah/ram)

Juni 2021, Kota Malang Alami Inflasi Hanya 0,08 Persen

Juni 2021, Kota Malang Alami Inflasi Hanya 0,08 Persen

Malang, (malangkota.go.id) – Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Malang pada Juni 2021 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. Inflasi bulan Juni tersebut mengalami tren postif dibanding bulan Mei mencapai 0,14 persen. Sedangkan Provinsi Jawa Timur justru mengalami deflasi 0,14 persen dan nasional deflasi 0,16 persen.

Andil 10 komoditas utama penyumbang inflasi Juni 2021 di Kota Malang

Beberapa komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah mobil yang memiliki andil sebesar 0,03 persen dengan kenaikan harga sebesar 1,61 persen. Rokok kretek filter yang mengalami kenaikan harga sebesar 1,74 persen juga menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.

Pisang yang mengalami kenaikan harga sebesar 5,85 persen, manga 14,31 persen, dan telur ayam ras 3,24 persen masing-masing memiliki andil sebesar 0,02 persen terhadap adanya inflasi di Kota Malang.

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini,SE., MM mengungkapkan bahwa beberapa komoditas penyumbang deflasi di bulan Juni kemarin, yakni cabai rawit yang mengalami penurunan harga sebesar 26,65 persen dengan andil terhadap deflasi di Kota Malang sebesar 0,06 persen.

“Cabai merah yang turun harga sebesar 33,68 persen mempunyai andil terhadap inflasi sebesar 0,03 persen. Komoditas lain yang memengaruhi deflasi bulan lalu, yakni sabun detergen bubuk/cair, daging ayam ras, jeruk, tiket kereta api, bawang putih, pir, batu bata/batu tela, dan pengharum cucian masing-masing memiliki andil sebesar 0,01 persen,” papar Erny dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan via Zoom Meeting, Kamis (1/7/2021).

Perbandingan inflasi pada bulan Juni 2021 di Kota Malang, Jawa Timur, dan Nasional

Inflasi Kota Malang bulan Juni 2021 jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, yaitu kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran 0,57 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,39 persen; kelompok transportasi 0,30 persen; kelompok pakaian dan alas kaki (0,16 persen); kelompok kesehatan (0,09 persen); kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,04 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen.

“Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar 0,03 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,12 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,27 persen. Sementara itu kelompok pendidikan masih stabil,” imbuhnya. (ari/ram)

Ekonomi Kota Malang Ditarget Tumbuh 5 Persen

Ekonomi Kota Malang Ditarget Tumbuh 5 Persen

Malang, (malangkota.go.id) – Pada Senin (21/6/2021) lalu sebanyak 6 fraksi di DPRD Kota Malang menyampaikan pandangan umumnya terhadap Ranperda Kota Malang tentang Perubahan RPJMD Tahun 2018-2023. Beberapa program menjadi sorotan para wakil rakyat, terutama terkait pemulihan ekonomi di tengah pandemi, serta bagaimana menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Terkait hal tersebut, pada Kamis (24/62021) Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menyampaikan jawabannya.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat menyampaikan jawaban atas pandapangan umum fraksi-fraksi di DPRD terhadap Ranperda Kota Malang tentang Perubahan RPJMD Tahun 2018-2023

Menurut orang nomor satu di Pemkot Malang itu, untuk pemulihan ekonomi tetap berbasis kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang harus dioptimalkan dengan cara pendampingan, pembinaan, dan membeli produk UMKM. “Dalam alokasi belanja pemerintah daerah kita prioritaskan untuk produk pelaku UMKM. Sehingga pelaku usaha kecil dan menengah dapat lebih bergeliat,” urainya.

Menurut Wali Kota Sutiaji, sektor UMKM menjadi salah satu penyanggah ekonomi nasional sehingga dari berbagai sisi harus dioptimalkan. Pada akhirnya juga dapat membuka lapangan kerja baru yang pada akhirnya akan turut menekan angka kemiskinan maupun pengangguran.

“Kemudian, dari sektor belanja bantuan sosial untuk menambah daya beli masyarakat berpenghasilan rendah juga kita maksimalkan agar dapat mendorong konsumsi masyarakat. Penyaluran bantuan sosial ini pun harus diawasi secara ketat agar tepat sasaran, dan program untuk meningkatkan daya beli masyarakat terealisasi dengan baik,” ujarnya.

Yang tak kalah penting, sejumlah subsektor untuk pemulihan ekonomi, kata Sutiaji, seperti ekonomi kreatif yang meliputi fotografi, videografi, perfilman, game, dan kuliner akan terus digenjot. Menurutnya, apalagi Kota Malang sudah tidak diragukan lagi, terutama yang dimotori kaum muda kreatif.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat menyampaikan jawaban atas pandapangan umum fraksi-fraksi di DPRD terhadap Ranperda Kota Malang tentang Perubahan RPJMD Tahun 2018-2023

Lebih jauh pria berkacamta itu menyampaikan, anak-anak muda di Kota Malang mempunyai kreativitas tinggi di beberapa bidang itu. Sehingga dalam pelaksanaannya akan didukung sepenuhnya oleh Pemkot Malang, terutama di perangkat daerah terkait, seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), serta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).

“Dengan berbagai upaya itu, kami optimis kontraksi ekonomi di Kota Malang akan terkendali dan bahkan bisa bertumbuh meski secara perlahan. Jika pemerintah pusat atau secara nasional pertumbuhan ekonomi ditarget 7 persen, maka untuk Kota Malang setidaknya ada di angka 5 persen nantinya,” pungkas Sutiaji. (say/ram)

Waspada dan Mawas Diri Sikapi Perkembangan Teknologi

Waspada dan Mawas Diri Sikapi Perkembangan Teknologi

Malang (malangkota.go.id) – Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa ke depan akan ada framing berita dan akan jadi viral yang pada akhirnya teraplikasi pada dunia nyata. Hal ini juga salah satu karena adanya tren serta kemajuan teknologi informasi. Begitu juga kemajuan financial technologi (fintech) yang harus terus diwaspadai karena berbagai tawarannya sangat menggiurkan, seperti kemudahan dan kecepatan dalam proses pencairan pinjaman.

Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko ajak masyarakat cerdas dalam berinvestasi dan tidak tergoda penawaran pinjaman online

Pernyataan itu yang disampaikan Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko saat menghadiri acara Seminar Literasi Keuangan Bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Jatim Generasi Muda Mathlaul Anwar di Kafe Robusta, Jalan MT Haryono, Sabtu (19/6/2021). Pria berkacamata itu menambahkan, masyarakat hendaknya waspada dan mawas diri dalam menyikapi berbagai perkembangan tersebut.

Seperti yang sedang marak saat ini, yaitu penawaran investasi dan pinjaman online yang menggiurkan, karena syarat dan keuntungan yang dijanjikan sangat fantastis. Menurut pria yang kerab disapa Bung Edi itu, jika tingginya konsumsi masyarakat memicu mudahnya masyarakat menggunakan segala cara atau memilih cara yang terkesan mudah. Jalan pintas pun akhirnya menjadi piihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dengan memanfaatkan berbagai penawaran tersebut.

“Munculnya aplikasi digital di bidang keuangan yang tidak diimbangi tingkat literasi keuangan yang memadai maka akan memicu berbagai masalah di masyarakat. Maka dari itu, Pemkot Malang bersama OJK akan terus menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat guna terus menekan dan bahkan mencegah adanya penipuan atau jebakan melalui pinjaman online itu salah satunya,” urai Bung Edi.

Lebih jauh pria ramah itu berpesan agar setiap individu harus terus membarui literasinya, pengetahuan dan mengikuti perkembangan kemajuan teknologi informasi. Yang tak kalah penting, masyarakat juga harus lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak menelan informasi mentah-mentah. Lietrasi keuangan akan menjadi salah satu benteng kuat untuk menangkal berbagai kemungkinan seseorang terangkap dalam tindak penipuan.

Karena penawaran online yang meresahkan masyarakat hingga saat ini masih marak, jelas Bung Edi, maka Pemkot Malang akan membantu dan mendampingi masyaraķat dengan berbagai program. Salah satunya Pemkot Malang mempunyai program OJIR atau Ojo Percoyo Karo Rentenir yang bisa dimanfaatkan masyarakat jika membutuhkan pinjaman uang. Selain tanpa bunga, pinjaman yang dilayani Perumda Tugu Artha Sejahtera itu juga persyaratannya cukup mudah.

Selain itu, terang Bung Edi bahwa Pemkot Malang juga memfasilitasi pemasaran produk dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), bahkan hingga membantu perizinan usahanya. Sehingga pelaku usaha mikro ini tetap produktif di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Agar tidak tergoda pinjaman online yang akhirnya mencekik, maka setiap warga juga harus bijak dalam berbelanja atau memenuhi kebutuhannya dan sebaiknya berpedoman kepada skala prioritas. Termasuk dalam berinvestasi hendaknya melalui pertimbangan yang kuat agar tidak terjebak dalam investasi bodong,” tukasnya. (say/ram)

Malang Bermartabat Terwujud dengan Kebersamaan

Malang Bermartabat Terwujud dengan Kebersamaan

Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda Kota Malang serta kepala perangkat daerah di Balai Benih Ikan Tlogowaru, Jumat (4/6/2021).

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat menyampaikan arahannya dalam Kegiatan Rapat Koordinasi di Balai Benih Ikan Tlogowaru

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menyampaikan bahwa kebersamaan merupakan salah satu hal yang diperlukan dalam mewujudkan visi dan misi Kota Malang bermartabat. Langkah pertama dalam membangun sebuah kebersamaan adalah dengan menghilangkan ego pada diri masing-masing.

“Ayo kita bangun bersama-sama, hilangkan ego dengan cara kita menghormati orang lain. Juga harus dikuatkan bersama-sama bahwa bermartabat sesungguhnya adalah nilai-nilai asasi kemanusiaan yang oleh Tuhan sudah ditancapkan kepada kita semua,” ajak Sutiaji.

Selain itu, Sutiaji juga berpesan untuk selalu berpikir positif, salah satu contohnya adalah membangun pikiran yang positif terhadap anak buah serta memfasilitasi potensi dan optimalisasi potensi mereka. Karena hal tersebut menjadi bagian yang tidak dipisahkan.

“Ketika anak buah mempunyai kesalahan, maka sebaiknya bagaimana memotivasi mereka agar bisa bangkit. Jangan divonis dan dijustifikasi tidak mampu tapi bagaimana dia bisa bangkit. Kolaborasi pun perlu dikuatkan dalam reformasi birokrasi,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo mencanangkan pada triwulan kedua pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditargetkan di angka 7%. Sehingga diharapkan untuk serapan anggaran orientasinya tidak hanya output saja, namun juga harus berorientasi pada outcome. Bukan hanya kegiatan selesai dan anggaran terserap.

Menurut Sutiaji jika hal tersebut dikuatkan, maka akan menjadi parameter keberhasilan untuk semua. Pembangunan Malang Creative Center (MCC) di Kota Malang akan menjadi penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari yang diproyeksikan menjadi sinergis antara pengembangan pariwisata dengan ekonomi digital.

“Sehingga akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Lingkungan di Malang Raya ini akan menguatkan KEK yang basicnya adalah IT, salah satu yang ditunjuk adalah Kota Malang. MCC menjadi inkubasi dari semua teman-teman yang akan menguatkan ekonomi kreatif,” tambahnya. (eka/ram)