Produk dari Kota Malang Tembus Pasar Ekspor

Produk dari Kota Malang Tembus Pasar Ekspor

Malang, (malangkota.go.id) – Berbagai upaya dilakukan Pemkot Malang untuk menyejahterakan petani, peternak hingga pelaku usaha mikro kecil dan menegah (UMKM). Salah satunya melalui Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas), Pemkot Malang menandatangani kerja sama dengan sejumlah BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ruang Rapat Wali Kota Malang, Rabu (14/4/2021).

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menyampaikan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya peningkatan perekonomian di Kota Malang

Selain itu, kerja sama yang digelar secara daring ini juga diteken dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Kementerian Dalam Negeri. Untuk kerja sama rumah potong unggas digandeng oleh PT Interlink Nusa Niaga, sehingga nantinya harga daging di Kota Malang stabil, terutama ketika menjelang peringatan hari besar keagamaan.

Jika harga stabil maka antara produsen dan konsumen tidak ada yang dirugikan, serta untuk mencegah terjadinya permainan harga yang dilakukan oleh oknum tertentu. Dalam program ini, peternak sebenarnya lebih dilindungi karena tidak ada permainan harga yang bisa saja dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dewan pengawas Perumda Tunas Kota Malang, Elfiatur Roikhah usai penandatanganan kerja sama ini mengatakan, bahwa kerja sama ini sangat strategis guna menyiasati berbagai kemungkinan, karena dalam hal ini pihaknya juga tidak menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.

”Untuk daging ayam saat ini pun sejumlah pasar modern sudah meminta pasokan daging dalam jumlah besar kepada kami, sehingga ini harus segera direalisasikan. Dengan akan diselenggarakannya penyembelihan hewan yang halalan tayyiban, sekaligus untuk menguatkan visi Kota Malang, sebagai kota halal,” imbuh perempuan berhijab itu.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menandatangani kerja sama Perumda Tunas dengan BUMD DKI Jakarta dan BLUD Kemendagri

Untuk optimalisasi hasil pertanian, terang Elfi, pada acara ini melibatkan PT Rajawali Nusantara Indonesia. Nantinya produk-produk pangan dapat menembus pasar global. PT Food Station Cipinang Jaya yang salah satu usahanya bergerak di bidang makanan serta mengekspornya ke sejumlah negara turut digandeng dalam kerja sama ini.

“Produk hasil pertanian atau pangan maupun yang hasil diversifikasi, kuliner hingga berbagai makanan olahan dari Kota Malang mempunyai mutu dan kualitas baik. Maka dari itu dengan adanya kerja sama ini semuanya itu dapat menembus pasar ekspor,” sambung Elfi.(say/ram)

Kepala Daerah Malang Raya Sinergi Pulihkan Ekonomi

Kepala Daerah Malang Raya Sinergi Pulihkan Ekonomi

Malang, (malangkota.go.id) – Bank Indonesia terus berupaya untuk mendorong pemulihan ekonomi di Tanah Air, seperti halnya Bank Indonesia Malang terus berupaya mencari solusi pemulihan ekonomi Malang Raya melalui acara seminar yang bertajuk ‘Sinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Malang Raya 2021’ di Hotel Ijen Suites, Jumat (9/4/2021).

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat menjadi pembicara dalam seminar yang bertajuk ‘Sinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Malang Raya 2021’  di Hotel Ijen Suites

Acara ini adalah kolaborasi Bank Indonesia Malang dengan ISEI dan Radar Malang. Di mana pembicara utamanya adalah pimpinan Malang Raya, yakni Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si, dan Wakil Bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan bahwa Kota Malang mengalami pelemahan ekonomi hingga angka minus 2. Namun ada peningkatan penduduk miskin dari 4,07 persen menjadi 4,44 persen, yang secara regional Jawa Timur terendah kedua. Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2020 juga mengalami penurunan, namun pada triwulan I tahun 2021 mulai naik, bahkan melebihi target awal sebesar Rp40 miliar, kini sudah mencapai Rp87 miliar.

“Optimisme Kota Malang ini didukung oleh eksistensi 54 perguruan tinggi. Setidaknya ada 151 startup ekonomi kreatif dan juga didukung oleh lebih dari 5.000 UMKM. Ekonomi kreatif berbasis kekuatan sumber daya manusia Kota Malang akan menjadi lokomotif penggerak masa depan. Kota Malang memiliki sumber daya manusia, suprastruktur, dan komunitas yang sangat mendukung ekonomi kreatif,” jelas Sutiaji.

Dalam pengembangan ekonomi kreatif, Kota Malang menetapkan game dan aplikasi sebagai subsektor prioritas, film, video, animasi, serta kuliner ditetapkan sebagai subsektor unggulan. Terkait dengan UMKM, di Kota Malang diupayakan untuk meningkatkan kualitas dan level dengan berbasis teknologi digital. Sementara fokus strategi pemulihan ekonomi dilakukan dengan menguatkan pendanaan, pendampingan, dan pemasaran.

“Salah satu contoh riil yang telah dilakukan adalah Pemkot Malang adalah pengadaan dan belanja untuk perangkat daerah diwajibkan dari UMKM,” sambungnya.

seminar yang bertajuk ‘Sinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Malang Raya 2021’  di Hotel Ijen Suites

Dalam sektor pariwisata, Kota Malang berupaya memulihkannya dengan adaptasi, standarisasi, dan sinergi potensi. Ada empat jenis pariwisata potensial di Kota Malang, yaitu wisata kota, wisata kuliner, wisata halal, wisata heritage, dan religi. Penguatan infrastruktur dan pemberian kemudahan berusaha juga terus dikembangkan demi tercapainya pemulihan ekonomi di Kota Malang. Selain itu, diperlukan juga kolaborasi yang baik dengan daerah lain dalam berbagai sektor.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengungkapkan tiga program prioritas untuk Kota Batu, yaitu UMKM, pariwisata, dan pertanian. Dalam menyikapi dampak pandemi ini, Kota Batu meniadakan retribusi pasar dan lainnya, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di bawah Rp100 ribu digratiskan, demikian juga tagihan PDAM untuk kelas terendah juga digratiskan hingga bulan Juni.

“Pemkot Batu juga memberi relaksasi pembayaran pajak dengan membebaskan bunga jika pajak dibayarkan sesuai waktunya. Mudah-mudahan kita (Kota batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang) bisa bersinergi supaya bisa bersama-sama menumbuhkan ekonomi Malang Raya,” ujar Dewanti.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyampaikan bahwa dalam rangka pemulihan ekonomi, Kabupaten Malang memiliki langkah dengan menstimulus pelaku UMKM dengan digitalisasi dan keringanan pajak. ”Sinergi ketiga pemerintahan di Malang Raya harus ada tindak lanjut sehingga bisa bersama-sama untuk mengangkat perekonomian,” pungkas Didik.

Selain pimpinan Malang Raya, Bank Indonesia Malang juga mengundang narasumber dari anggota DPR RI Komisi XI Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM dan akademisi Universitas Brawijaya Prof. Candra Fajri Ananda. (ari/ram)

 

Bangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Malang Raya

Bangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Malang Raya

Malang, (malangkota.go.id) – Berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 Bank Indonesia Malang, pertumbuhan ekonomi Kota Malang dan Kabupaten Malang diperkirakan tumbuh pada kisaran 3,7 persen hingga 4,7 persen. Sedangkan untuk Kota Batu 4,1 persen hingga 5,1 persen. Sehingga secara umum pertumbuhan ekonomi Malang Raya lebih tinggi dari Jawa Timur dan nasional.

Seminar yang bertajuk ‘Sinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Malang Raya 2021’ di Hotel Ijen Suites

Pertumbuhan ekonomi Malang Raya ini didukung oleh sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, pertanian, dan konstruksi. Bank Indonesia Malang turut berupaya untuk mendukung pemulihan ekonomi. Dukungan ini diwujudkan dengan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah seperti menjaga terkendalinya inflasi dan mendukung stabilitas sistem keuangan.

“Bank Indonesia Malang juga mendorong pengembangan sektor industri pengolahan yang punya potensi tinggi dalam ekspor, pariwisata, pengembangan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan transaksi non tunai dan keuangan digital, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta meningkatkan kolaborasi hexahelix (pemerintah, swasta, intelektual, komunitas kreatif, media dan investor),” ujar Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho pada acara seminar yang dihelat di Ijen Suites & Convention, Jumat (9/4/2021).

Azka Subhan menyampaikan tujuan dari seminar ini untuk membangun sinergi yang berkesinambungan dengan pemerintah daerah di Malang Raya dan menjadi sarana diseminasi, sharing knowledge, dan menumbuhkan optimisme dalam pemulihan ekonomi. “Sikap optimistis tersebut perlu terus ditumbuhkan agar dapat menjadi pijakan dalam transformasi ekonomi. Sehingga mampu meningkatkan daya saing ekonomi dan merebut peluang pasar,” sambungnya.

Tersambung melalui Zoom Meeting, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, menyampaikan bahwa kontribusi Malang Raya dalam perekonomian Jawa Timur sebesar 7,91 persen. Angka yang cukup besar. Kalau perekonomian Malang Raya bisa pulih, maka tentu akan mendongkrak perekonomian Jawa Timur.

“Perekonomian di Jawa Timur sudah melewati masa kritis dan sudah mulai recovery. Namun masih ada ketidakpastian sejauh mana dampak pandemi terhadap perekonomian Jawa Timur, khususnya aktivitas belanja terutama dalam bidang pariwisata dan jasa. Karena itu merupakan tulang punggung aktivitas ekonomi Malang Raya. Landasan utama pemulihan ekonomi, yakni berhasilnya pelaksanaan vaksinasi yang diharapkan bisa menjadi game changer yang bisa memulihkan perekonomian,” jelas Difi.

Pengembangan terobosan sektor baru juga sangat diperlukan untuk pemulihan ekonomi. BI Jawa Timur melihat bahwa sektor-sektor baru ini sangat potensial dikembangkan di Malang Raya, seperti UMKM. BI mendorong UMKM untuk memanfaatkan maketplace dan digitalisasi agar peluang pasarnya semakin luas.

“Malang Raya juga menjadi kiblat pengembangan ekonomi kreatif d Indonesia. Selain harus tetap berusaha memulihkan sektor pariwisata, Malang Raya juga harus dapat memantapkan diri untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melalui pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Sementara menurut Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Malang, Dr. rer. pol. Wildan Syafitri, SE., ME, mengatakan bahwa saat ini beberapa indikator ekonomi telah bergerak ke arah yang positif dan pemerintah pusat pun telah memiliki agenda dan rencana ekspansi fiskal yang sangat tinggi. Gairah masyarakat mulai membaik yang ditunjukkan oleh mobilitas yang meningkat.

“Ekspektasi masyarakat yang positif terhadap ekonomi akan menjadi jalan utama bahwa optimisme ini akan mendorong kita untuk berusaha untuk masa depan yang lebih baik. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi semua warga, bisa meningkatkan perekonomian. Nanti kita lihat indikatornya di tahun mendatang. Kita Pastikan bahwa indikator yang telah ditetapkan dalam RKPD ataupun RPJMD dapat menjadi acuan untuk kita kejar,” imbuhnya.

Seminar ini sebagai wujud nyata dukungan pemulihan ekonomi oleh BI Malang yang berkolaborasi dengan ISEI dan Radar Malang. Narasumber ypada acara ini, yakni anggota DPR RI Komisi XI Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM dan ketiga pemimpin daerah Malang Raya, yaitu Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, Msi, Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH., MH, serta Prof. Candra Fajri Ananda (akademisi Universitas Brawijaya). (ari/ram)

 

Diskopindag Tingkatkan Daya Saing Pelaku UMKM

Diskopindag Tingkatkan Daya Saing Pelaku UMKM

Malang, (malangkota.go.id) – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang terus melakukan berbagai upaya guna memfasilitasi dan memulihkan ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya selama di masa pandemi Covid-19. Seperti dengan menggelar pameran bertajuk ‘Malang City Expo 2021’ yang dilaksanakan di sebuah pasar modern sejak tanggal 8-11 April 2021.

Sekretaris Diskopindag Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, S.IP memotong pita sebagai tanda dimulainya pameran bertajuk ‘Malang City Expo 2021

Berbagai pihak pun digandeng, seperti kalangan perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perguruan tinggi, dan lain-lain. Para pelaku UMKM yang produktif dan menjadi binaan perbankan, yaitu tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mendapat bantuan modal usaha. Kepedulian perbankan plat merah ini juga sebagai wujud bahwa pemerintah hadir untuk membantu pelaku ekonomi mikro dan menengah.

Sekretaris Diskopindag Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, S.IP usai membuka acara tersebut pada Kamis sore (08/04/2021) mengatakan jika pihaknya mengapresiasi adanya bantuan modal kepada pelaku UMKM tersebut. Dan dari puluhan peserta pameran juga dilibatkan pelaku UMKM dari luar Malang raya, seperti dari Yogyakarta, Solo, Surakarta, dan Situbondo.

Pelaku UMKM yang produktif menerima bantuan modal dari Bank Himbara

“Dengan demikian, ajang ini tidak sekadar untuk memulihkan ekonomi bagi pelaku UMKM, tapi juga meningkatkan daya saing. Dengan bertemunya mereka di pameran ini maka mereka bisa saling bertukar ilmu dan pengetahuan, hingga berkolaborasi dalam memproduksi hingga memasarkan produknya,” imbuh Slamet.

Selama ini, kata dia, pihak Diskopindag telah memberi berbagai dukungan, yang meliputi pelatihan, pendampingan, konsultasi, dan bagaimana meningkatkan mutu serta kualitas produk para pelaku UMKM. “Gelaran ini, sebagai wadah dan ajang ekspresi bagi mereka setelah mendapat semua itu. Sehingga nantinya produk-produk dari pelaku UMKM ini mampu bersaing di pasar global,” sambung Slamet.

Event pameran seperti ini, sangat dirasakan manfaat positifnya oleh para peserta. Seperti yang disampaikan oleh Aulya Rismawati, yang bergerak di bidang usaha batik. “Saya bersyukur dengan adanya event seperti ini karena sangat membantu kami sebagai pelaku UMKM yang terdampak adanya pandemi Covid-19. Kita terbantukan dalam hal meningkatkan promosi produk maupun dari sisi penjualan,” ungkapnya.

Selama pandemi, disampaikan perempuan berhijab itu, memang selama tiga bulan awal dia memang belum ada pemasukan dan saya tetap optimis, suatu saat nanti keadaan pasti berubah. “Tapi alhamdullillah, makin ke sini makin membaik, terutama dengan dimulainya banyak acara pameran yang diselenggarakan, khususnya oleh Diskopindag Kota Malang. Kami sangat terbantukan dan event seperti ini harus diadakan secara rutin,” pinta Aulya. (say/ram)

Malang Batik Festival, Salah Satu Upaya Pulihkan Ekonomi

Malang Batik Festival, Salah Satu Upaya Pulihkan Ekonomi

Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) yang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang menggelar acara tahunan bertajuk Malang Batik Festival (MBF) 2021. Kegiatan MBF ini merupakan gelaran tahunan yang pada 2021 ini telah telah diselenggarakan untuk ketiga kalinya.

Malang Batik Festival (MBF) 2021

Wali Kota Malang, H. Drs. Sutiaji menyampaikan apresiasi kepada Diskopindag dan Dekranasda yang telah mengadakan gelaran yang cukup menarik ini. Menurutnya, acara ini merupakan salah satu upaya untuk memajukan dan memulihkan ekonomi Indonesia. Sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Kota saat ini bahwa pemulihan ekonomi harus dikuatkan.

“Komitmen dari Dekranasda menggali potensi untuk bisa berinovasi, lalu dikembangkan, dan dilestarikan. Kini batik telah mendunia, kalau orang luar saja bangga terhadap produk Indonesia, memakai produk Indonesia, maka yang perlu kita gali adalah kita harus membiasakan mencintai produk Indonesia. Salah satunya adalah batik. Ini perlu kita kembangkan terus-menerus,” papar Sutiaji pada acara yang diselenggarakan mulai 7-8 April 2021 di Gedung Kartini Kota Malang, Rabu (07/04/2021).

Malang Batik Festival (MBF) 2021

Kepala Diskopindag, Muhammad Sailendra, ST., MM mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan yang dilakukan pada acara ini, yakni lomba desain masker dengan bahan dasar Batik Malangan dan lomba desain busana ready to wear deluxe memakai Batik Malangan. Selain itu, juga ada pameran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), fesyen kriya dan aksesori, serta kuliner, fashion show busana batik, dan workshop pembuatan aksesori dan fotografi produk.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung dan melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Muhammad Sailendra.

Selain itu, kata dia, mengembangkan potensi industri kecil menengah (IKM) subsektor kerajinan, terutama batik dan fesyen untuk selalu kreatif dan inovatif. Selanjutnya untuk memberdayakan industri dan peran serta masyarakat khususnya IKM kerajinan batik dan fesyen di Kota Malang. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk membantu para pelaku industri kecil untuk meningkatkan keahlian agar bisa bersaing secara nasional.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Malang, Hj. Widayati Sutiaji, S. Sos., MM mengatakan bahwa kegiatan Malang Batik Festival ini merupakan wujud dari esensi Dekranasda untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan kerajinan. Tidak hanya melalui lomba fesyen saja tapi juga ada pameran.

“Alhamdulillah, hari ini saya berhasil menggandeng Forkopimda, akademisi, perbankan untuk bisa memeragakan karya anak bangsa khususnya dari Kota Malang. Insha Allah, fesyen dari Kota Malang tidak kalah dengan di level nasional,” terang Widayati.

Malang Batik Festival ini merupakan bentuk Dekranasda dalam meningkatkan para pelaku IKM. Dekranasda berupaya mendukung para pelaku industri dari yang level mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, dan sampai pada akhirnya bisa mandiri.

Malang Batik Festival (MBF) 2021

Ditemui usai acara, Dynis Nova Sefirlia Sari, pemenang pertama lomba desain busana Batik Malangan mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi para desainer muda untuk mengembangkan potensi diri dan sekaligus mendapat referensi, ide, dan masukan dari peserta lain serta para juri.

“Kebanyakan yang ikut lomba juga kan anak muda yang milenial. Jadi lebih bisa mengkreasikan batik dengan lebih kreatif lagi, jadi bisa membuat image batik menjadi lebih modern,” ungkap Dynis.

Terkait desainnya, alumnus Tata Busana Universitas Negeri Malang ini terinspirasi dari Tugu Malang dan diberi judul Esta, singkatan dari Essential of Tugu Malang.

Dalam acara ini, juga diselingi dengan launching website Dekranasda Kota Malang. Tujuannya untuk memperluas jaringan informasi di era teknologi 4.0. Salah satu menu utama website ini adalah virtual tour di mana pengunjung website bisa melihat produk binaan Dekranasda Kota Malang secara virtual dan langsung dapat berinteraksi dengan para perajin.

Dekranasda juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan notaris Ika Indriyani Nurullah, S.H,. M.Kn untuk memberikan fasilitas pembuatan akta pendirian izin usaha dan pengesahan legalitas oleh Kemenkumham melalui notaris secara gratis bagi UMKM binaan Dekranasda Kota Malang. Di samping itu, dalam gelaran ini juga diberikan SK Wali Kota Malang terkait Penetapan Paguyuban Sentra Batik Bunulrejo kepada pihak Kelurahan Bunulrejo. (ari/yon/ram)

 

Pemulihan Ekonomi Jadi Prioritas Kota Malang Pascapandemi Covid-19

Pemulihan Ekonomi Jadi Prioritas Kota Malang Pascapandemi Covid-19

Klojen, (malangkota.go.id) – Program prioritas yang akan dilakukan di Kota Malang adalah pemulihan ekonomi daerah pascapandemi Covid-19. Di tahun 2021, program yang telah disiapkan antara lain digitalisasi produk untuk memudahkan layanan kepada masyarakat.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mengapresiasi dan menyambut baik apa yang disampaikan Kepala OJK Malang mengenai program prioritas yang akan dilakukan di Kota Malang untuk pemulihan ekonomi daerah pascapandemi Covid-19

Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Sugiarto Kasmuri saat pembukaan Focus Group Discussion (FGD) dan rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Malang Tahun 2021 di Hotel Tugu Malang, Selasa (6/4/2021).

“Roadmap rencana aksi TPKAD Kota Malang 2021-2025, di 2021 sudah ditetapkan secara nasional bahwa program TPKAD berkaitan dengan akeseleresi pembukaan rekening, baik buku tabungan dan atau pembiayaan yang mudah cepat dan berbiaya rendah antara lain melalui digitalisasi produk dan layanan keuangan. Ini untuk memudahkan layanan kepada masyarakat,” urai Sugiarto.

Untuk roadmap rencana aksi TPKAD Kota Malang di tahun 2022, pihaknya akan mendorong sektor ekonomi unggulan daerah dan penguatan ekosistem keuangan digital. Kemudian pada 2023 di sektor pengembangan industri halal dan ekosistem ekonomi syariah. “Kemudian di tahun 2024 adalah pengembangan sektor ekonomi prioritas dan tahun 2025 penguatan ekonomi daerah,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Sugiarto juga menyampaikan realisasi program TPKAD Kota Malang di tahun 2020, yaitu antara lain program Laku Pandai, program Simpanan Pelajar, dan program Ojo Percoyo Karo Rentenir (OJIR) yang semuanya menunjukkan tren positif.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mengapresiasi dan menyambut baik apa yang disampaikan Kepala OJK Malang. Dikatakannya roadmap yang telah disusun TPKAD Kota Malang juga menjadi komitmen Pemerintah Kota Malang. “Kami berharap inklusi keuangan bisa mencapai 90 persen nasional,” harapnya.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mengapresiasi dan menyambut baik apa yang disampaikan Kepala OJK Malang

Untuk itu diperlukan kolaborasi dari perangkat daerah dan pihak terkait. Ditambahkannya bahwa usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Malang juga perlu dioptimalkan dengan melibatkan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.

“Seperti halnya dengan melakukan sosialisasi, pembinaan, serta pendampingan terkait lembaga keuangan. Karena saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham terkait lembaga jasa keuangan,” jelasnya. (yon/ram)