Berita

Dispenda Kota Malang Bukukan Jurus-jurus Jitunya

Kedungkandang, MC – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang memperkenalkan buku tentang inovasi-inovasi yang telah mereka lakukan selama ini berjudul 31 Jurus Dispenda Kota Malang.

Kepala Dispenda Kota Malang menunjukkan buku 31 Jurus Dispenda Kota Malang
Kepala Dispenda Kota Malang menunjukkan buku 31 Jurus Dispenda Kota Malang – foto: Cahyo Nugroho

Perkenalan buku (pra-launching) buku tersebut dilakukan disela-sela acara pembubaran panitia dan pemberian hadiah Lomba Foto Pemuda Sadar Pajak yang digelar secara sederhana di area kolam ikan di depan Kantor Dispenda Kota Malang, Jumat (21/10).

Buku ini merekam aneka ragam inovasi selama kepemimpinan Ir. Ade Herawanto, MT yakni diakhir 2013 hingga 2016. Totalnya ada 31 inovasi yang sudah dilakukan dan ternyata bisa menghasilkan pendapatan pajak daerah hingga ratusan miliar.

Sebagaimana yang tertulis di pengantar atau sekapur sirih buku, pada 2012 lalu Dispenda hanya membukukan pendapatan Rp 159 miliar. Setelah berbagai macam inovasi dilakukan, pada 2015 mencapai Rp 316.814.947.793 atau Rp 316 miliar lebih. Tentu pendapatan yang meningkat Rp 157 miliar selama kurang dari tiga tahun ini pendapatan yang luar biasa besar.

Dalam sekapur sirih juga dijelaskan kalau pendapatan ini meningkat karena komitmen yang ditunjukan dua orang paling penting di Kota Malang dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni Wali Kota Malang H. Moch. Anton dan Kadispeda Kota Malang Ir. Ade Herawanto, MT.

Komitmen ini ditunjukan selang beberapa hari saja setelah dilantik, Abah Anton (sapaan akrab Walikota Malang_red) terbang ke Jakarta ditemani Sam Ade D’Kross (sapaan akrab Ade Herawanto) dan sejumlah pejabat Dispenda untuk belajar e-Tax. Kebetulan pada waktu itu Sam Ade baru saja dilantik.

Kala itu di Jakarta mereka ditemui Wakil Gubenur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).”Pak Ahok waktu itu bilang kalau punya engkong di Pecinan, Kota Malang,” kata Sam Ade d’Kross sebagaimana yang tertulis di sekapur sirih buku ini.

Hasil dari belajar ini berbuah inovasi e-Tax yang resmi diterapkan oleh Dispenda pada 13 Oktober 2013. Momen ini bersejarah karena Kota Malang tercatat sebagai kota pertama di Indonesia yang menerapkan e-Tax.”Kalau provinsi pertama adalah DKI, sedangkan kalau untuk kabupaten dan kota yang pertama adalah Kota Malang,” imbuh Sam Ade.

Selain inovasi pajak, inovasi lain yang tercatat diantaranya adalah operasi sadar pajak, menjaring pajak kos-kosan, mempermudah pengurusan pajak BPHTB, pemilihan putra-putri pajak, operasi gergaji, jalan sehat sadar pajak, revisi perda untuk menggenjot pendapatan, program sunset policy untuk hapus denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan aneka jenis inovasi lainnya. Semua jenis inovasi ini dibukukan dengan bahasa yang lugas.

Sam Ade menambahkan, pra-launching ini merupakan permulaan agar masyarakat tahu apa yang dilakukan Dispenda selama ini. Terbitnya buku ini semoga menjadi penyemangat bagi Dispenda.”Untuk launching kita masih menunggu waktu yang tepat,” pungkasnya. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content