Berita

Komisi D DPRD Kota Malang Usulkan Kembali ke Enam Hari Sekolah

Blimbing (malangkota.go.id) – Komisi D DPRD Kota Malang mengusulkan program sekolah kembali menjadi enam hari sekolah karena penerapan full day school yang saat ini diterapkan dirasa kurang efektif, dimana waktu para pelajar untuk mengaji dan memperdalam ilmu agama yang biasa dilakukan sore hari relatif tidak ada.

`Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, M Taufuq (kanan) saat memberi keterangan pers kepada para awak media

Dengan adanya full day school, disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, M Taufiq, Sabtu (19/01/2019), siswa banyak menghabiskan waktunya di sekolah, dan dirasa cukup menyita tenaga serta pikiran. Di sisi lain, waktu anak bersama keluarga juga berkurang.

Terkait hal tersebut, Komisi D juga akan mengajukan program enam hari sekolah kepada Wali Kota Malang nantinya. “Wali kota (Malang) bisa mengeluarkan aturan khusus terkait hal tersebut, sehingga para siswa bisa belajar enam hari di sekolah,” jelasnya.

Ditambahkan Taufiq, permintaan tersebut juga berdasarkan permintaan masyarakat yang merupakan wali murid ketika pihaknya melakukan reses beberapa waktu lalu. “Saat kita turun ke masyarakat, banyak yang meminta agar aturan sekolah full day dikaji ulang,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan jika pihaknya akan mengkaji program tersebut. “Nantinya bisa saja ada aturan khusus agar siswa kembali belajar di sekolah enam hari atau tetap lima hari seperti saat ini, namun ada muatan-muatan kearifan lokal,” ungkapnya.

“Pendalaman ilmu agama akan diperdalam atau ditambah, nanti akan dipikirkan lagi. Karena tidak mudah untuk membuat sebuah aturan, dan harus melalui prosedur. Kita juga memerlukan kajian dan masukan dari pihak-pihak yang kompeten terkait permasalahan tersebut,” tegas Sutiaji. (say/yon)

  • Febrina triwijayanti

    Assalamualaikum..
    Baru tahu ada situs ini..
    Sya memang merasakan adanya ketidakefektifan program lima hari sekolah. Krna program yg rencana awalnya merupakan penguatan religi pda jam 13.00-14.00,ternyata diganti dengan pelajaran biasa. Bahkan sering diadakan ulangan harian pd jam2 tersebut. Padahal selepas jam 12 siang,anak2 mulai tidak fokus dalam belajar apalagi utk mengerjakan soal2 ulangan..
    Harapan sya sebagai wali murid,mohon program ini benar2 dikaji ulang. Jika tetap memakai program 5 hari sekolah,penguatan religi harus dipakai sebagai pelajaran tambahan selesai shalat dhuhur..

    Terima kasih..

Baca juga dalam : Berita