Berita Kesehatan

Pemkot Malang Bahas Isu Lansia Sehat, Produktif, dan Bahagia

Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar rapat koordinasi daerah (rakorda) lanjut usia (lansia) di aula Mini Block Office Balai Kota Malang, Rabu (8/12/2021).

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan sambutan

Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko menegaskan, bahwa Pemkot Malang berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan inklusif yang turut berpihak dan melibatkan lansia dalam pembangunan.

“Sebanyak 6,76 persen penduduk Kota Malang ada pada usia lansia dan tentu harapannya setiap program bagi lansia bisa tepat sasaran,” pesan Bung Edi, sapaan Sofyan Edi Jarwoko.

Bung Edi mencermati masih ada gap antarwilayah dalam hal kualitas database lansia yang harus terus dipersempit. Infrastruktur, taman, angkutan kota, layanan kesehatan, dan lain sebagainya agar menjadi perhatikan setiap jajaran Pemkot Malang agar ramah lansia.

“Saya mengajak seluruh anggota untuk aktif membenahi kerja sama dan kolaborasi sampai tingkat RT/RW di sisa waktu kepengurusan. Dua hal tersebut sebagai faktor penentu optimasi implementasi program selama ini,” ujar Bung Edi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Malang.

Komda Lansia Kota Malang adalah lembaga kolaboratif yang dibentuk berdasarkan Keputusan Wali Kota Malang Nomor 188.45/27/35.73.112/2021 untuk mengoordinasikan perumusan kebijakan, strategi, program, kegiatan serta turut memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu SH., M.Hum dalam laporannya menyampaikan, rakorda ini diselenggarakan dalam rangka koordinasi dan evaluasi program pembangunan lansia. “Salah satu hal yang masih perlu diperhatikan adalah dampak pandemi Covid-19 terhadap lansia dan bagaimana respons kita,” ujar Dwi.

Hadir sebagai narasumber Dra. Endang Kastutik dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Dalam paparannya, Endang berharap bahwa rakorda bisa menelurkan rumusan usulan yang berorientasi mewujudkan lansia tangguh.

“Seseorang atau kelompok lansia yang sehat (fisik, sosial dan mental) aktif, produktif dan mandiri. Kita perlu memposisikan lansia sebagai subjek pembangunan dengan pendekatan berbasis hak, bukan semata empati,” ujar Endang.

Rakorda ini dihadiri lebih kurang 40 orang perwakilan lansia dan perangkat daerah yang tergabung dalam Komda Lansia. (ndu/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content