Berita

Omicron Masih Menyerang, Satpol PP Giat Operasi Prokes

Klojen (malangkota.go.id) – Dalam rangka menekan penularan Covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang aktif melakukan operasi penertiban protokol kesehatan (prokes). Dalam sepekan terakhir ada sebanyak enam penindakan pidana ringan (tipiring) dan dua teguran tertulis kepada masyarakat yang melanggar, Kamis (24/2/2022).

Satpol PP Kota Malang melakukan operasi taat prokes. Foto: Istimewa

Tindakan tipiring di antaranya diberikan kepada Teguh Mustofa warga Peron Padasan saat berada di Kriwul Coffee Jalan Sunan Kalijaga, Alfan Rosadi warga desa Jeding Bantur saat berada di Kunil Coffee. Sementara itu, sanksi teguran diberikan kepada Ahmad Qoyumudin warga Banyuwangi saat berada di Kunil Coffee, Dhaifulla Ryan Abimanyu warga Nganjuk saat berada di Kunil Coffee.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat, ST., M.Ling membenarkan terus melakukan operasi taat protokol kesehatan. Termasuk minggu ini, pihaknya melakukan berbagai operasi, edukasi, dan penindakan tegas kepada pelanggar.

“Sasaran operasi kami adalah pusat-pusat tongkrongan, seperti di Jalan Sukarno-Hatta, Sudimoro, Borobudur, Sigura-gura, Dieng, Kedungkandang, dan Sawojajar,” terang Rahmat.

Dari operasi yang dilakukan sepekan terakhir, mereka melanggar prokes seperti tidak mengenakan masker. Selain dilakukan Satpol PP, operasi prokes juga dilakukan secara bersama dengan TNI/Polri, maupun gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kota Malang, kata dia, sudah memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Oleh karena itu, Satpol PP Kota Malang semakin aktif melakukan patroli, edukasi, dan penindakan. Sehingga masyarakat benar-benar tidak boleh lengah dengan adanya Covid-19.

“Seperti disampaikan pemerintah pusat, Covid-19 di Indonesia masih ada dan memasuki gelombang ketiga. Butuh perhatian dari semuanya untuk bersama-sama bisa meminimalisir penyebaran,” tegas Rahmat.

Tempat-tempat tongkrongan seperti di Kayutangan dan Jalan Ijen, akan menjadi sasaran operasi dan sosialisasi. Karena pandemi masih belum berakhir, serta pusat keramaian rawan kerumunan, banyak kegiatan-kegiatan usaha akan terus menjadi perhatian. “Sekali lagi informasikan ke masyarakat bahwa sekarang ini Indonesia mengalami gelombang Covid-19 ketiga, terutama varian Omicron,” ujar Rahmat.

Sementara data penyebaran positif Covid-19 di Kota Malang mencapai 600 orang yang positif per harinya. Padahal sebelumnya sudah di angka nol, lalu naik lagi seperti saat ini. “Ini semua harus diwaspadai. Masyarakat harus tahu. Jangan abai meski kematian selama ini masih kecil. Jangan sampai Covid-19 meledak,” pungkas Rahmat. (cah/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You may also like

Skip to content