Wali Kota Sutiaji Apresiasi Semangat Warga Berbagi dengan Pasien Covid-19

Wali Kota Sutiaji Apresiasi Semangat Warga Berbagi dengan Pasien Covid-19

Malang (malangkota.go.id)  – Salah satu dari lima strategi penanganan Covid-19 di Kota Malang yang dirancang Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji adalah Malber (Malang bebagi). Hal itu tergambarkan kuat di Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (13/7/2021). Warga menyalurkan bantuan untuk warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) sebagai wujud konkrit dari aktualisasi kampung tangguh di masa pandemi Covid-19.

Penerimaan bantuan swadaya warga Kelurahan Samaan untuk memberikan dukungan moril dan materil kepada warga yang terinfeksi Covid-19

Diketahui, lima strategi penangangan Covid-19 itu mencakup Malpro (Malang beli produk lokal), Malber (Malang berbagi), Malherb (Malang herbal), Maldis (Malang digital servis) dan Malba (Malang bahagia).

Lurah Samaan Anang Setiawan, S. AP., M.Si mengatakan bahwa, bantuan ini adalah swadaya warga Kelurahan Samaan untuk memberikan dukungan moril dan materil kepada warga yang terinfeksi Covid-19. Bantuan dari warga tersebut berupa sembako yang terdiri dari bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, mi instan, kopi, teh, biskuit, susu, sarden, masker, dan lain-lain.

“Selain itu, warga juga memberikan uang tunai yang kemudian dibelanjakan sayur dan ikan, lalu dimasak oleh warga dan diantarkan ke tempat warga yang isoman,” ujar Anang Setiawan pada MC Kendedes, Rabu (14/7/2021).

Nominal bantuan per paket kurang lebih Rp150 hingga Rp200 ribu. Bantuan ini diterima oleh seluruh warga yang melaksanakan isoman di RW 1 hingga RW 8 yang perlu untuk mendapatkan bantuan. Seluruh bantuan yang masuk dikoordinir oleh Tim Satgas Covid-19 Kelurahan Tangguh Samaan, selanjutnya didistribusikan ke warga yang isoman.

Pengepakan bantuan oleh PKK RW  ke dalam kardus untuk diberikan kepada warga.

“Sumber bantuan ini dari seluruh warga masyarakat, baik yang dikoordinir oleh ketua RW, ketua RT selaku PPKM Mikro, dan kelompok PKK RW yang dikoordinir oleh TP PKK Kelurahan Samaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Samaan Weni Anang Setiawan memberikan imbauan kepada pengurus dan ketua PKK RW untuk bergerak bersama, peduli dan berempati untuk ikut memberikan semangat dan bantuan kepada warga yang sedang melakukan isoman.

“Alhamdulillah dari yang dikumpulkan oleh PKK, baik berupa uang tunai maupun aneka kebutuhan pokok. Kami juga membantu tim satgas dalam hal pengepakan bantuan ke dalam kardus untuk diberikan kepada warga. Semua tim di Kelurahan Samaan bergerak bersama untuk mengatasi pandemi. Karena dengan kebersamaan, Insha Allah kami mampu meringankan dan memberikan semangat untuk melewati pandemi ini,” sambungnya.

Kelurahan Samaan yang kompak, kata dia, memiliki jargon keber”samaan” membangun empati dan kepedulian warga untuk sama-sama memiliki, karena semua untuk warga dari warga.

Penyaluran bantuan untuk warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) di Kelurahan Samaan

Mengetahui kekompakan warga Samaan ini, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memberikan apresiasi positif. Karena di tengah pandemi ini, warga yang isoman harus diberikan semangat dan dukungan agar imunnya naik dan bisa segera pulih kembali. Wali Kota Sutiaji juga mengimbau kepada warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan sehingga yang sehat tidak tertular atau terinfeksi Covid-19.

“Mari kita berikan dukungan kepada warga yang terinfeksi Covid-19. Jangan diasingkan, mari kita bantu dengan sebisanya. Insha Allah pandemi Covid-19 ini akan segera berlalu dan kita bisa hidup normal lagi. Kuncinya adalah, mari sama-sama kita patuhi prokes dan kebijakan pemerintah,” tuturnya. (ram)

Hitungan Jam, RS Lapangan Soepraoen Siap Beroperasi

Hitungan Jam, RS Lapangan Soepraoen Siap Beroperasi

Klojen (malangkota.go.id) –  Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji meninjau Rumah Sakit (RS) Lapangan yang dibuat oleh Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Soepraoen untuk penanganan pasien Covid-19 di area rumah sakit tersebut, Senin (12/7/2021). Tujuan dibukanya RS Lapangan ini untuk mempercepat penanganan pasien Covid-19 yang akhir-akhir ini terus meningkat.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji meninjau RS Lapangan Soepraoen

Wali Kota Sutiaji sangat mengapresiasi respons cepat yang diberikan jajaran TNI atas upaya Pemerintah Kota Malang untuk menambah RS Lapangan. Tidak menunggu hitungan hari setelah pemerintah melakukan permohonan, maka dalam hitungan jam RS Lapangan RST dr. Soepraoen sudah terwujud.

“Respons TNI sangat cepat, tidak menunggu hitungan hari. Hanya menunggu hitungan jam RS Lapangan RST dr. Soepraoen sudah terwujud,” apresiasi Sutiaji saat meninjau lokasinya.

Atas nama masyarakat Kota Malang, Sutiaji mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada TNI. Pihak TNI sangat cepat dalam merespons apa yang dibutuhkan masyarakat, terutama dalam menyediakan RS Darurat untuk penanganan pasien Covid-19.

Keberadaan RS Lapangan ini sangat penting saat ini, karena penuhnya kapasitas tempat tidur di berbagai RS rujukan akibat meningkatnya pasien Covid-19 di Kota Malang. Melalui keberadaan RS Lapangan ini diharapkan bisa semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

RS Lapangan Soepraoen

RS Lapangan ini memiliki 100 tempat tidur. Nantinya akan diperuntukkan bagi para pasien yang sudah positif Covid-19 dengan kategori ringan. Pasien yang bisa dirawat di RS ini adalah warga Jawa Timur. “Semoga kita bisa memecahkan masalah ketersediaan fasilitas kesehatan di Malang Raya dan juga Jawa Timur. Pasalnya untuk RS dr. Soepraoen merupakan RS rujukan di Jawa Timur,” sambung Sutiaji.

Kakesdam V Brawijaya Kolonel CKM dr. Djanuar Fitriadi, Sp.B mengatakan bahwa, RS Lapangan tersebut didirikan dalam mengantisipasi lonjakan penderita Covid-19, khususnya Malang Raya. “RS Lapangan ini akan melibatkan sebanyak 108 tenaga kesehatan dari Yonkes 2 Kostrad, tiga dokter umum dan satu dokter spesialis,” tegas Djanuar.

Selain itu, kata dia, RS Lapangan ini juga melibatkan tenaga kesehatan dari RS dr. Soepraoen. Sehingga total keseluruhan tenaga pendukung operasional RS ini sebanyak 172 orang. Hari ini juga RS Lapangan sudah bisa dioperasikan dan secara bertahap akan terus disempurnakan.

“RS Lapangan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai kesatuan di wilayah Kakesdam V Brawijaya. Semua terlibat dan memberikan bantuan dukungan terhadap pelaksanaan bantuan kemanusiaan,” tegas Djanuar.

Sementara itu, Kepala RS dr. Soepraoen Kolonel CKM Muh Hafid Akbar, Sp.JP (K) membenarkan, berdirinya RS Lapangan ini untuk mendukung ketersediaan tempat tidur di RS dr. Soepraoen. RS Lapangan ini memiliki kemampuan untuk merawat pasien ringan jadi satu pintu dengan IGD RS dr. Soepraoen. “Jika tempat tidur pasien sudah melebihi 100 persen, maka pasien yang paling ringan dilarikan ke RS Lapangan,” ujar Hafid. (cah/ram)

Wali Kota Sutiaji Tinjau Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Samaan

Wali Kota Sutiaji Tinjau Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Samaan

Malang (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji meminta kepada seluruh warga Kota Malang untuk tidak menganggap remeh kasus Covid-19. Karena setiap hari ada warga yang meninggal dunia akibat pandemi ini. Hal itu disampaikannya pada saat melihat langsung proses pemakaman jenazah konfirmasi Covid-19 di TPU Samaan, Lowokwaru, Rabu (7/7/2021).

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat meninjau langsung proses pemakaman jenazah konfirmasi Covid-19 di TPU Samaan, Lowokwaru

“Semalam yang meninggal 44 orang yang dimakamkan secara Covid-19. Saat ini (siang_read) sudah 32 orang yang meninggal dan sedang antre untuk dimakamkan. Jenazah Covid-19 yang meninggal ini belum terdaftar karena masih jam segini,” ujar Wali Kota Sutiaji.

Wali Kota Sutiaji mengimbau kepada masyarakat agar tidak lengah terhadap protokol kesehatan. Di antaranya dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta selalu mematuhi kebijakan penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jenazah yang saat ini dimakamkan di TPU Samaan ini, dia sama sekali tidak punya gejala. Tiga hari berobat di rumah sakit, dia sesak, kemudian meninggal pada hari ini. Maka saya minta kepada masyarakat Kota Malang tidak boleh menganggap remeh,” tegas Sutiaji.

Sutiaji juga meminta tolong kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang bahaya Covid-19. Pemerintah bersama Forkopimda Kota Malang setiap hari keliling dan memantau penanganan Covid-19 ini. Ia juga meminta kepada tim pemulasaraan agar selalu menjaga kebersihan dan menjaga imun agar tidak tertular penyakit berbahaya itu.

“Tolong tetap patuhi protokol kesehatan, supaya tim pemulasaraan tidak sampai tertular. Rumah sakit saat ini semua sudah over. Tadi pagi sudah ada 20 jenazah Covid-19 yang akan dimakamkan dari RSSA Malang, belum tersentuh dari RSI Aisyiyah Malang, RSI Unisma, RSU UMM, RS Lavalette, RST dr. Soepraoen,” imbuh Sutiaji.

Selain itu, kata Sutiaji, Pemkot Malang dan Forkopimda tidak bisa menangani kasus Covid-19 secara tuntas jika tidak ada kerja sama dari warga Kota Malang. “Seandainya panjenengan semua menjadi orang-orang yang ini, seperti orang yang saat ini (peti mati_red). Usianya masih 38 tahun, dia tidak ada gejala, dan tidak komorbid,” sambungnya.

Salah satu perwakilan tim pemulasaraan jenazah Covid-19 mengaku, timnya bekerja untuk memakamkan jenazah Covid-19 mulai pukul 04.00 WIB. Tim pemulasaaran jenazah Covid-19 Kota Malang meminta kepada warga untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Tim kami juga kasihan, lelah, capek, karena mulai pagi hingga malam memakamkan jenazah Covid-19. Untuk saat ini, saya pribadi belum pernah mau berkumpul bersama keluarga dan istri,” ujar salah satu tim pemulasaraan.
Selain itu, tim pemulasaraan juga mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan supaya terhindar dari penularan Covid-19.

Ikut mendampingi Wali Kota Sutiaji, yakni Sekretaris Dearah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso, ST., MT, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr. Husnul Muarif, dan Forkopimda Kota Malang. (ram)

Wali Kota Sutiaji Minta Tingkatkan Kewaspadaan Penularan Covid-19

Wali Kota Sutiaji Minta Tingkatkan Kewaspadaan Penularan Covid-19

Klojen, (malangkota.go.id) – Munculnya beberapa kluster baru Covid-19 di Kota Malang menjadi perhatian serisu Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji. Ia meminta semua warga Kota Malang mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi lagi penambahan penularan Covid-19.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji seusai mengikuti upacara secara virtual menjawab pertanyaan media

Sutiaji mengungkapkan memang ada di beberapa rukun tetangga (RT) Kota Malang mengalami peningkatan penularan Covid-19. Hal ini harus semakin diwaspadai agar ke depan bisa semakin diminimalisir terjadinya penularan.

“Kota Malang ada 4.273 RT, ada penambahan penderita Covid-19 baru dari 4 RT. Ini menjadi peringatan bersama bahwa Covid-19 masih ganas,” jelas Sutiaji, Selasa (1/6/2021).

Ia menambahkan harus dikuatkan lagi protokol kesehatan, termasuk dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga tingkat RT yang saat ini masih terus dilakukan.

Sutiaji mengimbau dan mengajak masyarakat untuk tidak lengah dengan keadaan saat ini. Kewaspadaan harus terus dilakukan agar tidak ada lagi penambahan pasien Covid-19 di Kota Malang. (cah/ram)

Patahkan Hoaks Vaksin Covid-19, Peserta Vaksinasi Berebut Minta Divaksin

Patahkan Hoaks Vaksin Covid-19, Peserta Vaksinasi Berebut Minta Divaksin

Lowokwaru, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang terus mempercepat vaksinasi Covid-19 di berbagai tempat di lima kecamatan, Kota Malang. Kali ini dilakukan di Mall Dinoyo City, Kamis (27/5/2021).

Vaksinasi di Mall Dinoyo City

Vaksinasi di Mall Dinoyo City mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Hal itu terlihat sejak dimulainya pada pukul 08.00 WIB sudah banyak peserta yang melakukan antre untuk mendapatkan giliran divaksin Covid-19.

Kepala Puskesmas Dinoyo, dr. Rina Istarowati mengatakan bahwa animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di Mall Dinoyo City memang sangat tinggi. Dari semula diperkirakan akan diikuti 100 peserta, ternyata sampai 276 peserta yang masih ingin ikut divaksin.

“Intinya kami terus melayani seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan hari ini dengan sebaik-baiknya,” jelas dr. Rina.

Pihaknya berharap bisa mengedukasi masyarakat terkait banyaknya berita hoaks terkait vaksin Covid-19. Di mana pemerintah sudah berupaya dengan baik memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Banyak berita hoaks terkait penanganan Covid-19. Saya berpesan agar masyarakat tidak terpengaruh itu. Pemerintah pasti memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tegas dr. Rina.

Peserta vaksinasi Covid-19 ini berasal dari pimpinan, karyawan, padagang mal dan pedagang Pasar Dinoyo, para lanjut usia (lansia), serta pelayan publik dan masyarakat yang berkunjung ke Mall Dinoyo City dan Pasar Dinoyo. Melalui vaksinasi ini diharapkan bisa terus menekan terjadinya penyebaran Covid-19. (cah/ram)