Berita Pelayanan Publik

Stafsus Wapres RI Roadshow ke MPP Merdeka Kota Malang

Klojen (malangkota.go.id) – Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gatot Prio Utomo melakukan kunjungan keja ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Medeka Kota Malang, Jumat (1/9/2023). Dalam kunjungan dilakukan diskusi terkait penyelenggaraan pelayanan publik MPP Merdeka.

Kunjungan dan dialog bersama Staf Khusus Wapres RI di MPP Merdeka

Stafsus Wapres RI Gatot Prio Utomo mengungkapkan pemerintah terus melakukan modernisasi pelayanan publik melalui digitalisasi, termasuk di MPP Merdeka Kota Malang yang menjadi salah satu pilot project dari 21 kota di Indonesia. “Kota Malang memiliki literasi digital yang sangat kuat, karena kota ini memiliki banyak perguruan tinggi. Kota Malang memiliki potensi yang besar menjadi piloting MPP digital,” kata Gatot.

Bukan hanya digital dalam kualitas aplikasinya, menurutnya juga coverage atau jangkauan layanan kepada masyarakat secara keseluruhan.

Melalui program MPP digital yang sudah dilaunching Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dua bulan lalu pemerintah mengambil pendekatan serius, yaitu dalam meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik. “Dalam hal ini layanan kependudukan menjadi hal utama yang diterapkan di MPP digital,” tegas Gatot.

Setelah layanan kependudukan, berikutnya adalah layanan kesehatan. Harapanya ke depan layanan kependudukan sampai dengan layanan kesahatan sudah bisa diintregrasikan dalam satu genggaman.

Program MPP digital juga akan fokus kepada integrasi layanan government to citizen termasuk pembuatan SIM, paspor dan berbagai layanan lain yang vital yang tujuannya untuk meningkatkan kecepatan, kemudahan dan prediktabilitas dalam layanan pemerintah.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso mengatakan upaya percepatan transformasi MPP Merdeka menuju MPP digital terus dilakukan. Tujuan MPP digital ini adalah untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik menjadi satu yang efisien. “Kami optimis tahun depan sebagian besar program dapat diimplementasikan dan menciptakan sinergi antara versi digital dan fisik dalam pelayanan publik,” tegas Erik.

Erik mengakui saat ini masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, salah satunya terkait pemahaman Masyarakat terhadap MPP Merdeka yang perlu ditingkatkan. “Kami ingin mengubah mindset masyarakat bahwa MPP Merdeka itu bukan Mal Ramayana,” ujar Erik. (cah/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content