Kesehatan Pendidikan

Tak Hanya Sekadar Bermain, Penting Mengasah Motorik Kasar dalam Tumbuh Kembang Anak

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan bentuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian dan sebuah kegiatan wajib yang dilakukan oleh mahasiswa yang sedang aktif mengenyam pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Senam pagi yang dilakukan oleh siswa PAUD Terpadu Siti Hajar dan guru pengajar

Kegiatan ini adalah bentuk kontribusi mahasiswa dengan terjun langsung ke masyarakat. Salah satunya adalah pengabdian Kelompok 19 Gelombang III yang dilaksanakan dari tanggal 19 Januari 2024 hingga 26 Februari 2024.

Kelompok 19 melakukan PMM di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu Siti Hajar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan diikuti oleh kurang lebih 40 anak dengan rentang usia 3-5 tahun.

Ketua Kelompok 19, Sabrina Hanum S. mengatakan bahwa PMM ini juga merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan apa yang telah dipelajari ke masyarakat, yaitu mengenai perkembangan motorik halus dan motorik kasar pada anak usia pra-sekolah.

Perkembangan motorik halus dan motorik kasar merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh para orang tua, terkhususnya motorik kasar. Motorik kasar sendiri merupakan suatu gerakan tubuh yang dominan menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuhnya, contoh seperti berlari, melompat, menendang, naik turun tangga, atau lain sebagainya yang membuat mereka menggerakkan seluruh anggota tubuh.

“Anak yang telah menguasai motorik kasarnya maka akan memiliki tubuh yang sehat. Selain itu anak akan lebih mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya, melatih kemandirian serta meningkatkan rasa percaya diri,” jelas Hanum.

Dari hal tersebut, Kelompok 19 akhirnya merancang program untuk mengasah kemampuan motorik kasar pada anak usia pra-sekolah (3-6 tahun). Ada berbagai macam program yang telah dipersiapkan, antara lain seperti senam pagi, bermain engklek, estafet bola, estafet kardus dan berenang, yang dikemas dengan model pembelajaran yang seru dan menyenangkan.

Dari program-program yang telah disusun ini harapannya dapat diketahui apakah para peserta didik telah memenuhi tahap-tahap perkembangan sesuai dengan usianya, sehingga apabila terdeteksi adanya keterlambatan, peserta didik bisa segera mendapatkan penanganan yang sesuai untuk menunjang perkembangan motoriknya.

Adapun anggota Kelompok 19 yang melaksanakan kegiatan ini adalah Sabrina Hanum S., Alifah Nur Sabria, Aninditha Ramadhanti S., Aisyah Tamira A., dan Millatul Izzah W., yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang yang dibimbing oleh Ibu Sofa Amalia S.Psi, M.Psi, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). (mil/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content