Berita

Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Berkualitas

Klojen (malangkota.go.id) – Tahun 2019 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI akan lebih fokus menyiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang siap diterima kerja dan keterampilannya pun sesuai dengan permintaan dunia kerja.

Mendikbud RI Muhadjir Effendy (baju batik) berdialog dengan salah satu siswa

Sistem pembelajaran dan kurikulum yang selama ini diterapkan juga akan dirubah ke arah yang lebih baik, sehingga lulusan SMK bisa memasuki dunia kerja dengan baik.

Kemendikbud pun akan merombak sistem pembelajaran dan kurikulum yang ada di SMK, dimana setelah infrastruktur lembaga pendidikan terus membaik, maka yang menjadi target berikutnya yaitu pengembangan dan penyediaan sumber daya manusia yang handal serta kompeten.

Beberapa hal itu yang disampaikan oleh Mendikbud RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP usai mengunjungi tiga sekolah yang ada di Jl. Tugu Kota Malang (SMAN 1, 3, 4), Senin (04/02/2019).

Program pembelajaran di SMK yang dulunya berbasis suplay base, kata dia, akan dirubah menjadi demand base, dimana setiap SMK harus menyiapkan lulusannya sesuai permintaan para penyedia kerja.

Selama ini, terang Mendikbud, pengelola SMK masih sepihak dalam menentukan sistem pembelajaran dan dengan mudah meluluskan siswanya, sehingga tidak dapat diserap maksimal oleh dunia kerja.

“Hal seperti ini tidak akan terulang dan tidak akan terjadi lagi, serta sistem pembelajaran harus 60 persen di dunia kerja dan sisanya 40 persen di lembaga pendidikan,” jelasnya.

“Para penyedia kerja ini harus diundang ke sekolah untuk ikut merumuskan kurikulum atau sistem pembelajaran yang efektif seperti apa. Dari sini, selain akan meningkatkan hubungan baik antara pihak sekolah dengan para penyedia kerja, para lulusan pun nantinya akan lebih terampil dan lebih siap saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya,” urainya lebih lanjut.

Disisi lain, Mendikbud juga akan merevitalisasi SMA, terutama yang berkaitan dengan teknologi pembelajaran sehingga nantinya mendekati kesempurnaan. Hal ini juga terkait karena Indonesia sudah mulai memasuki bonus demografi, sehingga penyiapan sumber daya manusia harus benar-benar maksimal. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content