Dorong Pemberdayaan UMKM dalam Pengadaan Barang/Jasa

Dorong Pemberdayaan UMKM dalam Pengadaan Barang/Jasa

Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota Malang melalui Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa terus berupaya mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar bisa turut serta atau terlibat langsung dalam program pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Drs. H. Sutiaji menyampaikan sambutan dalam kegiatan

Hal itu telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang. Pemkot Malang memang menaruh perhatian besar terhadap penggunaan marketplace bagi UMKM yang akan terlibat secara langsung dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menekankan agar perangkat daerah selalu memberdayakan UMKM dalam proses pengadaan barang/jasa. Ada banyak kemudahan sekarang, kalau dulu belanja harus macam-macam seperti SIUP dan lainnya, kalau sekarang tidak.

“Perbedaan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021 adalah penekanannya harus 40 persen belanja dari UMKM. Sehingga ini mendorong kesiapan kita berkaitan UMKM, melalui Diskopindag,” terang Sutiaji di Hotel Savana Kota Malang, Senin (12/04/2021).

Saat ini telah disediakan aplikasi yang memudahkan terwujudnya pengadaan barang/jasa melalui UMKM, yaitu Jawa Timur Belanja Online atau Jatim Bejo dan Belanja Langsung Pengadaan atau Bela Pengadaan. Ia berencana akan menginventarisir dan membentuk klaster UMKM untuk diklasifikasikan, mana UMKM yang siap masuk di Jatim Bejo atau Bela Pengadaan.

“Saat ini yang sudah masuk di Jatim Bejo ada 199 UMKM, di Bela Pengadaan malah masih 90-an. Kan kalau sudah masuk ke Bela Pengadaan yang mengikuti bukan hanya Kota Malang saja, bisa jadi se-Indonesia. Kalau di Jatim Bejo berarti minimal sudah Jawa Timur,” pungkasnya.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam melaksanakan tugasnya, Pengguna Anggaran (PA) atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai pelaku pengadaan dan pengelola keuangan daerah harus memiliki persepsi yang sama dalam pelaksanaan implementasi, khususnya dalam rangka optimasi sumber daya manusia yang ada di perangkat daerah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa, Drs. R. Widjaja Saleh Putra menyatakan bahwa berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemerintah Kota Malang tahun 2021 adalah Rp2,4 triliun dari 18.180 paket pekerjaan, baik penyedia ataupun swakelola.

“Hingga 11 April 2021, menurut data dari Aplikasi Monitoring-Evaluasi Lokal (AMEL) yang terintegrasi dengan SPSE 4.4 telah dilakukan proses pemilihan penyedia senilai Rp181,4 miliar untuk 467 paket, sedangkan yang sudah mengirimkan e-contract masih tercatat 106 paket yaitu senilai Rp19 miliar,” ujar Widjaja.

Widjaja menambahkan bahwa kemungkinan perangkat daerah belum melaporkan melalui SPSE 4.4. Sehingga saat ini transaksi yang tercatat pada SPSE 4.4 lebih rendah daripada kondisi riil yang dilaksanakan. “Mohon PA/KPA bisa menugaskan ASN untuk meng-upload e-contract pada SPSE 4.4. Karena ada ketentuan bila tidak mengupload maka proses akan berhenti dan perangkat daerah bersangkutan tidak bisa melanjutkan proses pengadaan,” sambungnya. (ari/ram)

Seniman Kota Malang Tampilkan Karya di Malang Jayati

Seniman Kota Malang Tampilkan Karya di Malang Jayati

Kedungkandang, (malangkota.go.id) – Dalam rangka membangkitkan seni di wilayah bagian timur Kota Malang, para seniman menggelar pameran dan kreativitas pada kegiatan kebudayaan ‘Malang Jayati’ di Terminal Madyopuro pada 9-11 April 2021. Pameran ini juga untuk memperingati hari ulang tahun ke-107 Kota Malang.

Seniman Kota Malang bersiap menggelar karyanya di Terminal Madyopuro

Kepala UPT Pasar Madyopuro Kota Malang, Agus Ahmad Syaiku mengungkapkan kegiatan ini inisiatif seniman Kota Malang. Tujuannya untuk meningkatkan gairah berkesenian di Kota Malang. “Kegiatan ini dikemas dengan kegiatan Malang Jayati yang merupakan tanda kebangkitan seni di Kota Malang,” jelas Agus.

Melalui acara ini, kata dia, komunitas seni di Kota Malang memiliki pasar seni yang bisa ditampilkan nantinya, seperti Kota Bandung dan Bali. “Mengingat di belakang tempat ini adalah exit tol. Nanti harapannya saat wisatawan mau masuk ke kota dan keluar Kota Malang, di pasar seni ini transitnya para wisatawan,” tegas Agus.

Untuk mendukung upaya itu, Agus menyebutkan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang siap untuk mendukung penuh dengan memasukkan produk UMKM. “Diskopindag tempatnya UMKM, pelaku usaha di kami siap untuk mendukung kegiatan ini,” pungkas Agus. (cah/ram)

 

Tak Hanya Estetika dan Stylish, Masker Harus Ikuti Standar Medis

Tak Hanya Estetika dan Stylish, Masker Harus Ikuti Standar Medis

Malang, (malangkota.go.id) – Masker menjadi kebutuhan sehari-hari yang wajib dikenakan di masa pandemi saat ini. Penggunaan masker menjadi salah satu cara mencegah penularan Covid-19. Selain bertujuan untuk proteksi diri, di dunia mode masker pun kini dapat menjadi sebuah fesyen dalam berpenampilan.

Lomba desain masker dalam rangkaian event Malang Batik Festival 2021 di Gedung Kartini

Oleh karena itu, masker dapat menjadi peluang bagi desainer atau penggiat mode untuk berinovasi menuangkan kreativitasnya melalui produk. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) yang bekerja sama dengan Dekanasdra Kota Malang menggelar lomba desain masker dalam rangkaian event Malang Batik Festival 2021 di Gedung Kartini, Kamis (09/04/2021).

“Selain untuk mengingatkan dan mengajak masyarakat senantiasa menggunakan masker, khususnya masker kain sebagai upaya mengurangi limbah masker sekali pakai, kegiatan lomba desain masker ini menjadi salah satu upaya untuk mengangkat potensi batik Malangan,” ujar salah satu juri sekaligus Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang, Agus Sunandar.

Menurut Agus, masker yang didesain harus dirancang dan dibuat dengan mengikuti kaidah atau standar yang telah ditetapkan oleh WHO, yakni terdiri dari tiga lapis. Dengan memperhatikan kriteria penilaian yang telah ditentukan seperti kreativitas, kesesuaian dengan tema, keaslian karya serta pemenuhan standar medis, dan anjuran pemerintah. Sehingga pengguna masker dapat tampil modis, namun tetap aman dan nyaman.

“Pertama, yang jelas desainnya jadi penilaian penting. Kemudian, juga tentang syarat kesehatan jadi kalau masker buatan ini harus tiga lapis kan, itu yang kita buat. Yang jelas lagi kreativitas dia dalam membuat masker, dari sisi keindahannya dan tentunya menggunakan batik Malangan,” jelas Agus saat ditemui usai acara.

Lomba desain masker dalam rangkaian event Malang Batik Festival 2021 di Gedung Kartini

Sementara itu, Sekretaris Diskoperindag Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, S.IP, mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada pemenang lomba desain masker. “Mudah-mudahan kegiatan ini akan terus berjalan setiap tahun. Karena kegiatan ini merupakan salah satu dari empat misi bapak Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang, yaitu mewujudkan Kota Malang yang produktif berdaya saing berbasis ekonomi kreatif,” ujarnya.

Diskopindag bekerja sama dengan Dekanasdra Kota Malang akan selalu mendampingi, mengawal, membina, sekaligus upaya dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan kegiatan yang terkait fesyen dan kriya dari Kota Malang.

Ada 90 karya desain masker yang mendaftar dalam lomba ini. Peserta lomba desain masker ini pun tidak hanya datang dari Kota Malang, namun beberapa pesertanya juga berasal dari luar kota. Selanjutnya, juri memilih 12 karya yang dipamerkan dalam acara masker parade pada Kamis (9/4/2021) di Gedung Kartini Kota Malang. (eka/ram)

Wali Kota Sutiaji Apresiasi Perluasan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi

Wali Kota Sutiaji Apresiasi Perluasan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi

Klojen, (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menjadi narasumber pada acara seminar peluang investasi perdagangan berjangka komoditi di era 4.0 dan membangun masa depan profesi menjanjikan di Hotel Santika Malang, Selasa (6/4/2021).

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat menjadi pemateri di Hotel Santika Malang

Sutiaji mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan. Pasalnya seiring kemajuan zaman dibutuhkan pencerahan kepada masyarakat untuk melakukan bisnis berjangka. “Kegiatan ini sangat bagus untuk edukasi. Ini memberikan banyak pencerahan kepada banyak pihak termasuk para mahasiswa maupun pialang yang ingin masuk ke dalam dunia bisnis berjangka,” ujar Sutiaji.

Kebutuhan terhadap bisnis berjangka akan semakin tinggi, mengingat di perbankan sendiri uang juga banyak yang mengganggur. Melalui bisnis berjangka ini nantinya akan menguatkan sektor ekonomi menengah ke atas maupun ekonomi bawah.

“Tadi dicontohkan beli emas kalau di toko kan harus minimal setengah gram. Kalau dalam bisnis berjangka punya uang Rp20.000 saja sudah bisa berinvestasi,” tegas Sutiaji.

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Stephanus Paulus Lumintang mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari literasi kepada kaum akademisi dan para mahasiswa. Sebagai salah satu human capital di dunia perdagangan berjangka komoditi. “Kegiatan ini akan fokus kepada pengetahuan tentang pemindahbukuan, manfaat, peran, fungsi dan legalitas dari industri untuk kemajuan di masa yang akan datang,” kata Paulus.

Paulus menambahkan pihaknya akan terus melakukan edukasi yang berkesinambungan di berbagai kota di Indonesia. Pada kesempatan ini Universitas Brawijaya sudah memiliki kerja sama dengan Futures Trading Learning Center (FTLC) sehingga acara bisa dilaksanakan di tempat ini.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat menjadi pemateri di Hotel Santika Malang

Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia (KBI), Fajar Widbhiyadi mengatakan acara ini bagian besar dari upaya edukasi berkelanjutan terkait perdagangan berjangka komoditi yang dilakukan KBI. Sebagai lembaga kliring tentunya menjadi tanggung jawab KBI untuk melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat. “Harapan kami tentunya ke depan para mahasiswa yang mengikuti program ini dapat memahami industri ini dengan baik,” tegas Fajar.

Fajar menambahkan industri ini memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang termasuk di Kota Malang. Hal ini tentunya akan bisa menjadi pilihan bekerja bagi para mahasiswa setelah mereka nanti menyelesaikan studi.

Selain Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), pada acara ini juga diikuti oleh PT Best Profit Malang yang bekerja sama dengan Universitas Brawijaya. (cah/ram)

Pemkot Malang Dukung Digitalisasi Ekonomi

Pemkot Malang Dukung Digitalisasi Ekonomi

Malang, (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mengatakan saat ini digitalisasi telah masuk hampir di semua sektor kehidupan. Digitalisasi bukan lagi hanya milik negara maju. Terkait hal itu, Pemkot Malang mewujudkannya dengan pemberian bantuan dalam bentuk non-tunai, puskesmas, dan pasar harus digerakkan menuju digitalisasi karena jejak digital bisa diketahui dan akan ada transparasi.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji memberikan sambutan dalam kegiatan FEKDI 2021 Malang di Hotel Tugu

Hal itu disampaikannya pada acara Festival Keuangan Ekonomi Digital Indonesia 2021 serta Peluncuran Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Hotel Tugu, Senin (05/04/2021). Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang terus mendukung transformasi, baik transformasi literasi, transformasi skill, dan transformasi terkait perbankan.

“Digitalisasi ekonomi dan keuangan ini tidak bisa dilakukan dengan cepat. Namun perubahan ini bersifat evolusi dan masyarakat dapat menyadari manfaatnya. Mindset masyarakat saat ini masih banyak yang condong untuk transaksi tunai,” terang Sutiaji.

Masyarakat luas mungkin sudah mengenal transaksi pembayaran lewat kartu, kemudian melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dan yang lain-lain. Pihaknya mendukung transaksi dengan sistem non tunai, seperti halnya penggunanaan elektronik di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Dinas Perhubungan.

“Sebenarnya, kegiatan ini sudah dilakukan, kami hanya menguatkan melalui kegiatan FEKDI. Jadi dalam kehidupan kita ke depan mungkin tidak perlu lagi uang secara fisik, namun bisa dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang,” terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Malang, Azka Subhan A.

Tersambung secara virtual dari pusat, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan bahwa diperlukan sinergi dan koordinasi antara pusat dan daerah. Saat ini, sinergi digitalisasi ekonomi keuangan didukung oleh 16 kementerian dan lembaga, 14 industri, pemerintah daerah, dan berbagai asosiasi terkait.

”BI bersama kantor perwakilan siap mendukung digitalisasi ekonomi dan sistem keuangan Indonesia, melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Pembentukan tim ini salah satunya bertujuan mendorong peningkatan pendapatan asli daerah melalui elektronifikasi transaksi pemerintah (ETP),” terangnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyebut ada empat pilar digitalisasi ekonomi dan keuangan. Pertama, sumber daya manusia yang berkualitas. Kedua, infrastruktur digital dan fisik. Ketiga, penyederhanaan birokrasi. Keempat, riset dan inovasi digital.

“Kerangka strategi ekonomi digital ini juga menyangkut beberapa hal lintas sektoral, yaitu mempercepat digitalisasi di sektor bisnis dan industri, peluang dan pengembangan untuk mendorong konektivitas digital yang tentu saja dimanfatkan oleh para stakeholder, mendorong koordinasi lintas sektoral dan lembaga baik pusat maupun daerah,” papar Airlangga.

Elektronifikasi transaksi pemerintah (ETP) diharapkan dapat dilakukan di seluruh Indonesia. Hal ini didukung dengan adanya penetapan Kepres Nomor 3 Tahun 2021 yang menyebutkan koordinasi percepatan digitalisasi dilakukan di 542 daerah otonom dalam wadah Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang akan diketuai oleh para kepala daerah. Saat ini sudah ada 110 daerah otonom yang sudah menginisiasi pembentukan TP2DD. (ari/ram)

 

Pemprov Jatim Bangun Gedung Pelatihan Koperasi dan UKM di Kota Malang

Pemprov Jatim Bangun Gedung Pelatihan Koperasi dan UKM di Kota Malang

Malang, (malangkota.go.id)  – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur di Perumahan Bulan Terang Utama Jl. Ki Ageng Gribig, Kota Malang, Rabu (30/03/2021). Melalui gedung ini, ia berharap turut memberikan kontribusi naiknya pendapatan per kapita masyarakat demi mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur

Daerah Kedungkandang ini, kata dia, dulunya dipandang sebelah mata. Namun pembangunan di kawasan ini terus dikuatkan. Adanya Tol Madyopuro atau exit tol Malang, Jembatan Kedungkandang, dan rencana pembangunan kampus, serta berbagai fasilitas umum seperti alun-alun ke depan akan memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap kemajuan dan meningkatnya geliat ekonomi di kawasan ini.

“Kami ucapkan terima kasih Bu Gubernur, semoga segera dibangun kantor-kantor yang lain. Dengan pemilihan lokasi Gedung UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur di sini mudah-mudahan adaptif, kreatif, inovatif dan kolaborasi dalam melaksanakan tugas pengawasan koperasi semakin hari semakin kuat,” terang Sutiaji.

Ia menambahkan, selain Jembatan Kedungkandang nanti juga di sini akan dibangun alun-alun daerah di Kedungkandang, serta fasilitas-fasilitas umum yang ada di Kedungkandang akan semakin dikuatkan.

UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur ini mempunyai tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, yakni gerakan koperasi dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam bidang pelatihan, bimbingan, konsultasi, serta pengembangan sumber daya manusia koperasi dan usaha kecil menengah (UKM). Tujuannya bisa melayani masyarakat gerakan koperasi dan gerakan UMKM di Jawa Timur dengan lebih baik.

Khofifah menyampaikan bahwa backbone dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur sebesar 56,94% adalah UMKM. Artinya 57% backbone PDRB Jawa Timur dipegang oleh UMKM. Namun akibat krisis ekonomi karena pandemi UMKM pun mengalami pelemahan. Sehingga sektor ini harus dikuatkan karena Jawa Timur mempunyai potensi yang luar biasa terkait koperasi dan UKM, khususnya Kota Malang.

“Laboratorium koperasi di sini menjadi sangat strategis karena selalu koperasi-koperasi terpilih dan terbaik itu dari Malang Raya. Sehingga kalau mau studi lapangan dekat sekali apalagi sesuatu yang kita miliki luar biasa. Malang Raya mendukung perguruan tingginya juga luar biasa. Panjenengan yang di Malang saya rasa harus mensyukuri nikmat yang luar biasa ini” ungkap Khofifah dalam sambutannya.

Menurut Khofifah, UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur ini menjadi bagian penting untuk membangun penguatan semangat, jejaring, dan skill. Sehingga ada format baru yang diharapkan menjadi lompatan strategis bagi UMKM di Jawa Timur. Proses yang memungkinkan bisa memberikan penguatan manajerial skill, seperti adanya UPT pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi salah satu masalah yang kerap di hadapi oleh pelaku UMKM dan koperasi yaitu sumber daya manusia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Gedung UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur

“Maka LabKop UKM ini menjadi bagian yang penting dalam penguatan koperasi di Jawa Timur. Seperti halnya dengan kampung tangguh di mana dulu saya ungkapkan kepada Presiden bahwa sebenarnya referensinya Malang. Semua keunggulan kompetitif dan komparatif seperti ini kita identifikasi, bisa belajar apa efektif di mana. Kalau sekarang belajar manajemen perkoperasian termasuk UKM, industri di Malang ini subhanallah luar biasa,”

“Kalau startup tertinggi di Jawa Timur juga di Malang, betapa pentingnya startup menjadi satu kesatuan di LabKop di sini. Karena ke depan diprediksi 80% UMKM menjadi pelaku ekonomi dunia, 85% UMKM akan melakukan perdagangan e-Commerce,” tambah Khofifah. (eka/ram)