Berita

Menggemaskannya Ular

Banyaknya pandangan masyarakat yang salah dan ketakutan berlebih terhadap ular menjadi keprihatinan tersendiri bagi pecinta reptil di Kota Malang. Karena itu saat ada kesempatan melakukan edukasi, pecinta reptil tidak pernah lelah melakukan kampanye cinta ular.

Ular yang jinak
Ular yang jinak

Seperti yang terlihat disela-sela pameran Puspa dan Satwa di Taman Rekreasi Kota Malang (Tarekot), gadis-gadis cantik yang tergabung dalam Ngalam Reptile Evolution (Neo), nampak aktif menunjukan betapa menyenangkannya bersahabat dengan ular, Sabtu (8/12).

Anggota komunitas Neo, Mira Jayanti mengungkapkan bahwa memang ada ular yang berbisa, namun banyak ular yang jinak dan bersahabat. Ular yang dipeliharanya saat ini adalah ular jinak yang bisa dibelai-belai dan disayang-sayang.

“Dari awal melihat ular saya sudah senang, tetapi memelihara ular secara serius baru saya lakukan setahun terakhir setelah mendapat izin dari orang tua”, jelas Mira, Sabtu (8/12). Setelah setahun memelihara dan semakin akrab dengan ular, Mira menyebutkan, saat ini keluarganya justru senang semua terhadap ular. Karena itu, setelah setahun berlalu mahasiswi jurusan Peternakan Universitas Brawijaya ini kini sudah memiki cukup banyak koleksi.

“Memelihara ular caranya sangat mudah, seminggu sekali baru diberi makan tikus putih. Untuk perawatan harian tidak sulit, cukup sesekali di jemur agar kulitnya bisa bersinar indah”, ujar Mira.

Tidak hanya jinak sebagai peliharaan, Ular disebutkan Mira juga memiliki sangat banyak manfaat bagi manusia. Ular adalah predator alami tikus. Jika habitat ular terjaga dengan baik, maka akan sangat membantu petani untuk mendapatkan hasil yang memuaskan karena sawah tak lagi diganggu tikus.

Dengan menggelar sosialiasi ke masyarakat, Mira berharap bisa sedikit mencerahkan persepsi masyarakat yang banyak keliru terhadap ular. Dimana selama ini ular dianggap beracun, bahaya dan tidak bersahabat. Sehingga seringkali kalau melihat ular langsung dibuang ataupun di bunuh.

Pengunjung Tarekot, Eni Widyastuti mengaku awalnya takut juga melihat ular, sebab selama ini tahunya ular itu sangat beracun kalau menggigit. Namun, setelah melihat ular itu ternyata binatang yang jinak, ketakutan-ketakutan itu akhirnya hilang sendiri.

“Senang saya tadi bisa bermain ular, sayang ular harganya mahal. Bisa mencapai Rp 2.000.000 dengan ukuran sekitar 1,5 meter. Jadi, harus berfikir lebih panjang lagi untuk bisa memelihara ular”, ujar Eni. (cah/ris)

You may also like

Skip to content