Berita

Baznas Kota Malang Bagikan Insentif Kepada 600 Guru Madrasah

Menjelang akhir tahun, guru, cleaning service sekolah, serta tenaga TU (Tata Usaha) sekolah madrasah swasta di Kota Malang tampak sumringah saat datang di Sasana Krida Budaya Universitas Negeri Malang (UM). Pasalnya di tempat itu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang membagi-bagikan uang insentif sebesar Rp. 300.000, Senin (29/12).

Pembina Baznas Kota Malang Drs. Sutiaji secara simbolis menyerahkan bantuan dana insentif kepada guru madrasah, Senin (29/12)
Pembina Baznas Kota Malang Drs. Sutiaji secara simbolis menyerahkan bantuan dana insentif kepada guru madrasah, Senin (29/12)

Wakil Wali Kota Malang yang juga nerupakan Pembina Baznas Kota Malang Drs. Sutiaji, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang KH. Baidowi Muslich, dan Rektor UM Prof. Dr. H. A. H. Rofiuddin, M.Pd hadir untuk memberikan bantuan uang insentif yang diberikan kepada 600 peserta dari berbagai wilayah di Kota Malang.

Sutiaji mengungkapkan pemberian insentif ini adalah untuk mengapresiasi kerja para guru, TU, tukang kebun sekolah-sekolah Islam swasta di Kota Malang yang sangat luar biasa. Adanya kegiatan ini diharapan bisa semakin meningkatkan semangat para guru untuk mendidik anak-anak di sekolah.

“Jumlahnya memang tidak seberapa, tetapi inilah wujud perhatian Baznas dan Pemerintah Kota Malang kepada guru-guru yang selama ini telah berjuang luar biasa namun kesejahteraannya masih rendah,” jelas Sutiaji, Senin (29/12).

Ke depannya Sutiaji berharap Baznas Kota Malang bisa semakin banyak lagi memberikan insentif kepada guru-guru di Kota Malang. Tidak hanya itu, Baznas ke depan harus bisa membuat berbagai program kegiatan pemberdayaan yang bisa menyejahterakan rakyat termasuk guru-guru di sekolah Islam swasta.

Sekretaris Baznas Kota Malang, Sulthon Hanafi membenarkan kegiatan kali ini diikuti sebanyak 600 peserta dari berbagai wilayah di Kota Malang. Para penerima uang insentif ini berasal dari RA (Raudatul Atfal/TK), MI (Madrasah Ibtidaiah), MTS (Madrasah Tsanawiah) swasta di Kota Malang.

“Kegiatan ini adalah yang kedua, kegiatan ini merupakan kerjasama antara Baznas, Kementerian Agama, dan Pemerintah Kota Malang,” tegas Sulton.

Kalau saat ini bentuknya masih dalam bentuk bantuan konsumtif, Sulton mengatakan ke depan Baznas ingin mengguliran kegiatan yang lebih baik lagi. Diantaranya yang kiini sedang disiapkan adalah pengembangan usaha. (cah/yon)

 

You may also like

Skip to content