Berita

Aksi Turun ke Jalan Sukseskan Gerakan Stop Memberikan Uang Kepada Anjal dan Gepeng

Blimbing, MC – Turut menyukseskan program Pemerintah Kota Malang melalui gerakan ‘Stop Memberikan Uang di Jalan’, para mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Ketimbang Mengemis Malang melakukan aksi nyata dengan turun langsung mengimbau kepada para pengguna jalan, Minggu (15/5).

stop memberi recehan pengemis
Kampanye gerakan Stop Memberikan Uang di Jalan, Minggu (15/5)

Humas Komunitas Ketimbang Mengemis Malang, Adeline mengungkapkan kegiatan kampanye ini adalah untuk mengajak masyarakat untuk tidak memberikan sumbangan kepada anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng). Dengan begitu, harapannya ke depan tidak ada lagi anjal dan gepeng yang berkeliaran di berbagai sudut Kota Malang.

“Kami sengaja menggelar kampanye di jalan-jalan strategis di Kota Malang yang biasanya banyak pengemis agar misi kampanyenya bisa lebih mengena,” jelas Adeline, Minggu (15/5).

Adeline mengungkapkan kegiatan ini adalah hasil kerja sama dengan Dinas Sosial Kota Malang. Nantinya para anjal dan gepeng akan diberikan pembinaan sehingga memiliki keterampilan yang mumpuni yang bisa digunakan untuk mencari nafkah melalui cara lain selain mengemis.

Beberapa titik aksi disebutkan oleh Adeline diantaranya adalah di perempatan Rampal, Kaliurang, Kasin, dan Pasar Besar. Kegiatan kali ini diikuti sebanyak 120 relawan yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa.

Kepala Dinas Sosial Kota Malang Dra. Sri Wahyuningtyas, M.Si mengungkapkan kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan berbagai pihak. Diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat, komunitas sosial seperti Peduli Anak Yatim, Beat Box, Street Community, dan lain lain.

“Adanya kegiatan ini adalah untuk memberi efek jera kepada anak jalanan dan gelandangan pengemis untuk tidak melakukan di Kota Malang,” kata Yuyun, panggilan akrab Sri Wahyuningtyas.

Yuyun mengungkapkan saat ini pihaknya sedang menunggu peraturan daerah terkait sanksi kepada pemberi uang pengemis dan juga anak jalanan. “Saat ini ada 300 gelandangan dan pengemis yang menjadi penanganan Dinas Sosial Kota Malang, mereka banyak diberi berbagai keterampilan seperti membuat kerupuk, olahan telur asin, dalan lain-lain,” tegas Yuyun.

Dengan diberi keterampilan, diharapkan anak jalanan, gelandangan dan pengemis bisa menata hidupnya menjadi lebih baik. Sosialisasi gerakan ‘Stop Memberikan Uang di Jalan’ ini akan digelar secara terus menerus sampai tujuan dari gerakan ini tercapai. (cah/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content