Berita

100 Peserta Ikuti Diklat Bela Negara di Dodik Belanegara Malang

Blimbing, MC – Sebanyak 100 orang peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara di kompleks Depo Pendidikan (Dodik) Belanegara Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) V/Brawijaya Malang, Jumat (27/5).

Para peserta diklat bela negara dari berbagai daerah unjuk kebolehan bela diri setelah mereka mendapat pelatihan khusus
Para peserta diklat bela negara dari berbagai daerah unjuk kebolehan bela diri setelah mereka mendapat pelatihan khusus, Jumat (27/5)

Diklat yang berlangsung sejak tanggal 2-28 Mei 2016 ini diikuti oleh peserta diklat yang sebagian besar berasal dari kalangan marginal seperti tukang parkir, pengamen, pemulung, dan juga tuna karya. Namun ada juga peserta yang berprofesi sebagai guru dan tenaga keamanan di sebuah perusahaan.

Para peserta diklat ini merupakan perwakilan atau dikirim dari empat Kodim yaitu dari Kodim Madiun, Mojokerto, Malang dan Surabaya. Mereka diberi berbagai ilmu pengetahuan tentang wawasan kebangsaan, kedisiplinan, patriotisme, dan nasionalisme agar bisa menjadi warga masyarakat yang lebih baik lagi.

Danrindam V/Brawijaya Kol. Piet Budiakto setelah memberikan pengarahan kepada peserta diklat menuturkan bahwa dari diklat ini, dari warga masyarakat yang sebelumnya tidak tahu tentang aturan, kedisiplinan, dan apa itu Pancasila serta UUD 1945, akhirnya mereka menjadi tahu.

“Kemudian setelah mereka tahu, kami harap peserta diklat ini juga dapat mengaplikannya di masyarakat. Selain itu, mereka nantinya juga harus menjadi pelopor di masyarakat, khususnya dalam menjaga serta mempertahankan keutuhan NKRI dari rongrongan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” urai Kol. Piet, Jumat (27/5).

Dengan diklat bela negara ini, lanjutnya, agar para peserta ini menjadi pribadi yang lebih baik, lebih cinta tanah air, bertanggung jawab terhadap pribadinya, keluarga serta masyarakat, sehingga mereka turut menciptakan suasana aman, nyaman, dan hidup berdampingan dengan warga masyarakat pada umumnya.

Beberapa materi atau pembekalan yang diberikan oleh prajurit TNI AD untuk membentuk fisik dan rasa disiplin yaitu bela diri, baris-berbaris, kedisiplinan yaitu dengan selalu bangun pagi, makan tepat pada waktunya, beribadah dan bongkar pasang senjata dengan mata terbuka dan tertutup. Dari hasil pantauan di lapangan, setelah sekitar tiga minggu mengikuti diklat, terlihat sekali hasilnya. Peserta diklat kelihatan lebih disiplin dan lebih tegas dalam menjalankan perintah para pelatih.

Salah satu peserta diklat, Edy Suratman mengaku sangat bangga bisa mengikuti diklat ini dan dia merasa apa yang didapat sangat luar biasa. Pria asal Madura itu pun mengaku, setelah kembali ke kampung halamannya, ia akan melakukan berbagai perubahan demi kemajuan daerahnya. “Jika dibutuhkan negara pun, kami siap untuk hidup dan mati demi keutuhann NKRI ini,” ungkapnya. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content