Berita

Walikota Malang Terima Tim Penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jatim

Klojen, MC – Walikota Malang H. Moch. Anton menerima secara langsung kehadiran Ketua Tim Penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Jawa Timur, Ir. Dodong Martiar Mediantoko beserta rombongan di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat (30/9). Acara ini dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kota Malang Dr. Drs. Idrus, M.Si dan Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Walikota Malang H. Moch. AntWalikota Malang H. Moch. Anton bersama Tim Penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik on bersama tim penilai
Walikota Malang H. Moch. Anton bersama Tim Penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

Dalam sambutannya, Walikota Malang H. Moch. Anton yang biasa disapa Abah Anton itu mengatakan bahwa untuk lebih memudahkan masyarakat, pelayanan harus dilakukan di masing-masing kelurahan. ”Dan di masing-masing kelurahan itulah kami berharap secara online masyarakat bisa melakukan pengurusan administrasi seperti e-KTP, akta, KK, dan akta kematian dengan lebih cepat,” harapnya.

Prosesnya bisa berjalan dengan lebih cepat dengan adanya sistem online. Di awal-awal tidak hanya secara transparan memberikan pelayanan pada masyarakat, tetapi agar masyarakat tidak terbebani. Hal ini dilakukan dengan selalu berinovasi dalam rangka memberikan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat.

“Untuk itu saya berinovasi untuk pelayanan masyarakat di tempat-tempat keramaian melalui mobil keliling untuk bisa dilakukan pelayanan kepada masyarakat yang tidak sempat datang ke kelurahan. Ini yang kita lakukan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat kita.” beber Abah Anton.

Melalui program otonomi kelurahan dan kecamatan, di tahun 2014, Abah Anton menginginkan supaya ada inovasi dari masyarakat. Disinilah pemerintah melakukan berbagai upaya. Dan dengan turun ke masyarakat setiap dua minggu sekali (melalui program blusukan), pemerintah ingin mengetahui sejauh mana dan apa saja yg diinginkan masyarakat.

Dari sisi anggaran yang sudah diminta untuk tahun 2017, command center diharapkan sudah ada di Kota Malang sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kota Malang. Adanya command center ini adalah sebagai wadah untuk mengetahui sejauh mana tingkat pelayanan kepada masyarakat dan untuk mengetahui problematika masyarakat.

”Mudah-mudahan bisa memberikan inspirasi dan juga untuk meningkatkan bagaimana kami ke depan. Dan kami harapkan saran dari tim juri untuk ke depannya agar kami bisa melakukan pelayanan lebih baik lagi dari apa yg sekarang sudah kami lakukan,” imbuh Abah Anton.

Sementara itu Dodong Martiar menyampaikan bahwa Kota Malang mendapatkan penilaian yang baik untuk kompetisi inovasi pelayanan publik dan memberikan saran kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang untuk selalu berinovasi. “Jadi saya ingatkan semua SKPD di Kota Malang untuk melakukan inovasi walau itu sekecil apapun,” ucap Dodong.

Tim penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik ini juga melakukan kunjungan lapangan ke Kelurahan Sawojajar serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content