Berita

Sambut Tahun Baru 2019, Ini yang Disampaikan Wali Kota Malang

Klojen (malangkota.go.id) – Mengawali acara panjatan doa jelang tutup tahun 2018 dan menyambut tahun 2019 di Masjid Baiturrohim Balai Kota Malang, Selasa (31/12/2018), Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat menyampaikan berbagai pesan di acara panjatan doa tahun baru 2019

“Atas nama Abah Anton (Wali Kota Malang periode 2013-2018 H. Moch. Anton), kami berdua menyampaikan terima kasih atas perjalanan pembangunan selama ini, dan sekaligus mohon maaf apabila¬† kami berdua ada hal-hal yang dinilai kurang berkenan atau ada kekurangan,” ucap Sutiaji dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kala dirinya menjabat Wakil Wali Kota Malang periode 2013-2018.

Dengan didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Sutiaji juga mengharapkan dukungan dan kebersamaan langkah dari semua pihak. “Kami sadar, ada keterbatasan diantara kami berdua, sehingga saran masukan dan keterpaduan dengan semua elemen sangat kami harapkan,” harap pria ramah itu.

Selama 2018, disampaikannya masih banyak program yang belum terlaksana, dimana nantinya akan dilanjutkan di tahun 2019. Maka dari itu, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan.

“Berbagai kekurangan di tahun 2018 mari kita evaluasi dan koreksi bersama serta kita perbaiki bersama pada tahun 2019,” ajaknya.

Sutiaji juga mengajak seluruh elemen untuk terus memerangi dan menghilangkan virus ujaran kebencian, hoaks dan prasangka negatif.

Wali Kota Malang yang hobi bermain bulu tangkis itu menegaskan bahwa panjatan doa yang digelar di malam tahun baru juga bertujuan untuk membangun nilai empati dan simpati atas duka cita serta cobaan bencana di Banten, Lampung, Palu dan Mataran, dalam wujud doa bersama lintas agama.

Turut hadir pada kesempatan kali ini Danrem 083/Baladhika Jaya, Kapolres Malang Kota, Ketua DPRD Kota Malang, Sekda Kota Malang, Ketua TP PKK Kota Malang dan Wakil Ketua TP PKK Kota Malang serta segenap tokoh agama, FKUB, tokoh masyarakat, kepala Organisasi Perangkat Daerah, camat serta lurah. (say/yon)

Baca juga dalam : Berita