Artikel

IKIP Budi Utomo Jalin Kerjasama dengan Ponpes Bahrul Maghfiroh

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Di era yang serba modern seperti saat ini peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus yang terus digenjot oleh Pondok Pesantern Bahrul Maghfiroh Kota Malang. Hal ini adalah sebagai langkah menyiapkan sumber daya manusia berkualitas sehingga mampu bersaing di berbagai level serta siap menyongsong era industri 4.0.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Nurkolis Sunuyeko menandatangani kerjasama dengan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Kota Malang

Saat ini ada 400 santri PP Bahrul Maghfiroh yang juga menempuh jenjang pendidikan SMP dan SMU. 30 persen santri berasal dari keluarga kurang mampu, dan setiap santri pun tidak dikenakan biaya apapun selama menempuh pendidikan. Namun kualitas SDM tetap menjadi fokus program ponpes, dan salah satu upaya untuk merelaisasikannya yakni dengan menggandeng perguruan tinggi.

Menggandeng IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, pembelajaran berbasis pesantren dengan teknologi modern akan dikembangkan agar para santri nantinya dapat menguasi ilmu pengetahuan umum dan agama yang kuat. Fasilitas penunjang, seperti rumah Al-Quran dan laboratorium bahasa sudah ada di PP Bahrul Maghfiroh.

Muhammad Bisri selaku pengasuh PP Bahrul Maghfiroh usai penandatangan kerjasama dan penyerahan bantuan dari IBU Malang, Kamis malam (16/05/2019) mengatakan bahwa pihaknya akan menyinergikan kurikulum dengan silabus pembelajarannya. Bagaimana kurikulum yang ada di SMP dan SMU berbasis pesantren sehingga penguasaan ilmu pengetahuan umum dan agama oleh santri berimbang.

Dalam konteks ini, Bisri menyampaikan bahwa tenaga pengajar menjadi kunci utama dan dalam menempa mereka akan dibantu oleh IKIP Budi Utomo, meski saat ini sejumlah tenaga pengajar juga sedang menempuh pendidikan S2 di perguruan tinggi lain.

“Empat konten muatan yang akan dipacu, yaitu penguatan ilmu agama, kewirausahaan, penguasaan teknologi informasi dan bahasa,” jelas pria yang juga adalah mantan Rektor Universitas Brawijaya Malang itu.

Pada momen ini, IKIP Budi Utomo tak hanya memberikan bantuan berbagai peralatan untuk laboratorium dan menyiapkan  para tenaga pendidik handal, tapi juga menguatkan proses belajar berbasis pesantren yang modern. Rektor IKIP Budi Utomo, Nurkholis Sunuyeko menyebutkan, program seperti ini terbilang langka namun berpotensi besar untuk terus dikembangkan. (say/yon)

Baca juga dalam : Artikel
Senin, 19 Agustus 2019 5:00 WIB

Ignite the Nation Kobarkan Semangat Startup Digital

Minggu, 18 Agustus 2019 5:00 WIB

Bank Indonesia Luncurkan QRIS