Berita

Antisipasi Potensi Gempa Bumi dan Tsunami di Jatim

Malang, (malangkota.go.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan pemerintah terus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami khususnya di Provinsi Jawa Timur. Hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D. dalam webinar Kajian dan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Jawa Timur melalui Zoom Meeting, Jumat (28/5/2021).

gempa di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang (foto : tempo.co)

Menurut Dwikorita, kajian dan mitigasi gempa bumi dan tsunami menjadi topik yang sangat penting mengingat berdasarkan data, adanya peningkatan kejadian gempa bumi di Indonesia dengan kekuatan yang bervariasi termasuk wilayah Jawa Timur.

“Aktivitas gempa di Jawa Timur sangat aktif, berdasar data aktivitas kegempaan Jawa Timur periode 2008 hingga 2020 telah terdapat loncatan aktivitas kegempaan. Potensi kejadian gempa bumi inilah yang mendorong BMKG membuat rekomendasi kepada pemerintah daerah agar perlu segera meningkatkan upaya mitigasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Dwikorita menjelaskan bahwa generator gempa di Jawa Timur bersumber dari zona subduksi lempeng di Samudra Hindia dan sesar aktif di daratan. Selain itu sebagai daerah yang berhadapan dengan zona subduksi dan adanya zona seismik gap di daerah selatan Jawa Timur patut diwaspadai serta berpotensi dilanda tsunami.

“Ancaman tsunami akan lebih tinggi dengan adanya dampak penambangan pada kerusakan lahan seperti abrasi dan lain-lain. Terkait hal ini, BMKG bersama pemerintah daerah telah melakukan verifikasi lapangan peta bahaya tsunami, beserta pengecekan jalur evakuasi tsunami di wilayah Jawa Timur,” paparnya.

Adapun hal-hal yang perlu ditingkatkan, antara lain kesiapan jalur evakuasi karena jalur evakuasi tsunami pada umumnya masih belum memadai, serta tempat evakuasi sementara berada pada posisi yang sulit dijangkau masyarakat. Selain menyiapkan jalur dan sarana prasarana evakuasi yang layak dan memadai, penguatan di berbagai aspek juga tengah dilakukan. Seperti penguatan sistem informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dengan menguatkan pentahelix, lalu edukasi, literasi dan advokasi untuk membangun budaya mitigasi dan ketangguhan terhadap bencana gempa dan tsunami, latihan kesiapan evakuasi mandiri maupun kolektif, dan lain sebagainya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi tentang potensi bencana di Jawa Timur, memasang rambu-rambu tentang bencana, menanam pohon mangrove sepanjang bantaran laut dan sungai di Jawa Timur, membuat desa tangguh bencana dengan fungsi memberikan antisipasi bencana di daerah Jawa Timur, sekolah tentang kebencanaan, membuat tim satgas bencana desa untuk memberikan edukasi pada masyarakat. Selain itu mitigasi fisik tentang upaya penangganan dampak bencana ke depan juga akan dikuatkan.

Pada kesempatan ini BMKG dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga juga meresmikan gerakan budaya siaga bencana agar budaya siap siaga dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami dapat semakin meningkat. (eka/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content