Berita Perempuan

Dorong Perempuan Makin Berdaya Lewat Women Economic Development Academy

Malang, (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkolaborasi dengan Komunitas Averroes mendorong perempuan semakin berdaya melalui program Women Economic Development Academy (WEDA).

Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, S.Sos., MM saat menjadi narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) dan sosialisasi program WEDA

Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, S.Sos., MM menjadi salah satu narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) dan sosialisasi program WEDA di Ruang Srikandi Gedung Kartini, Senin (12/8/2022).

Widayati memberikan apresiasi dan mendukung kegiatan yang menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi tersebut. Ia berharap seluruh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mengikuti program ini bisa meningkatkan keterampilan untuk mengembangkan usahanya.

“Semoga usaha yang dijalankan oleh ibu-ibu maju terus dan sukses. Semua yang ada di sini adalah pelaku usaha, mari dikuatkan komunikasinya. Sehingga bisa saling sharing atau berbagi ilmu serta pengalaman,” ungkap Widayati.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Malang di tengah pandemi salah satu yang menyokong adalah UMKM yang dijalankan oleh ibu-ibu Kota Malang. Dengan upaya peningkatan keterampilan seperti memanfaatkan digital platform, diharapkan UMKM dapat semakin mengembangkan usahanya.

“Harapannya dapat meningkatan kemampuan sumber daya manusia atau perajin, mengembangkan produk kerajinan Kota Malang yang berkualitas mulai dari perencanaan ketika membuat produk, sasarannya, packaging-nya seperti apa dan lain-lain hingga implementasi dari yang sudah kita rencanakan. Sehingga siap bersaing baik tingkat kota, regional, nasional bahkan luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Program Manager WEDA dari Komunitas Averroes, Mujtaba, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pekerja perempuan yang terdampak oleh pandemi hingga kehilangan bahkan sulit memiliki pekerjaan. Sehingga melalui program WEDA diharapkan dapat meningkat keterampilan pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan teknologi digital platform.

“Seperti penggunaan media sosial atau marketplace untuk mengembangkan usahanya. Sasaran kami baik pelaku UMKM yang sudah berpengalaman dan baru memulai supaya bisa saling berbagi ilmu atau belajar,” paparnya.

Mujtaba menambahkan program WEDA ini akan berjalan sampai bulan Februari 2023 dengan jumlah 50 pelaku UMKM di Kota Malang yang akan turut serta dalam pendampingan mulai dari kegiatan training hingga small group learning. Dalam kesempatan ini, UMKM juga mendapatkan materi dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) seperti tentang pembangunan branding dan pemasaran yang dapat dikuatkan melalui branding online dan lain-lain. Diskopindag juga menyediakan fasilitasi untuk semua UMKM antara lain Nomor Izin Berusaha (NIB), Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, dan lain-lain. (eka/ram)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content