inflasi

Mendagri Ingatkan Untuk Tetap Waspada dan Kendalikan Inflasi

Klojen (malangkota.go.id) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso ST., MT didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. Diah Ayu Kusuma Dewi, MT, pimpinan perangkat daerah dan BUMD yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring dari Ruang Majapahit Balai Kota Malang, Senin (22/1/2024).

Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso (tengah) didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Diah Ayu Kusuma Dewi (kanan) serta Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu saat mengikuti rakor inflasi secara daring dari Ruang Majapahit

Dalam rakor tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian menyampaikan rasa terima kasih serta mengapresiasi kinerja seluruh pihak dalam menjaga tingkat inflasi di Indonesia. Ia menyebutkan semenjak awal Rakor Pengendalian Inflasi Daerah dilakukan pada September 2022, tingkat inflasi year-on-year Indonesia saat itu berada hampir di angka 6%. Namun, berkat kerja keras semua pihak angka tersebut bisa terus ditekan hingga kini menyentuh 2,61% per Desember 2023.

“Awal mula rapat inflasi pertama angka y-o-y nya mencapai 6%, sementara kini (Desember 2023 terhadap Desember 2022) berada di angka 2,61%. Ini angka yang sangat baik dan terjaga dengan baik, dan ini berkat kerja sama kita semua,” ucap Menteri Tito.

Meski terus menunjukkan tren positif, Menteri Tito mengingatkan semua pihak untuk terus bekerja keras dalam melakukan pencegahan terhadap meningkatnya angka laju inflasi. Selain itu, Menteri Tito juga mengingatkan angka 2,61% secara nasional itu tidak menggambarkan angka yang sama di semua daerah. Maka dari itu dirinya berpesan untuk daerah-daerah dengan angka inflasi yang cukup tinggi untuk segera melakukan langkah-langkah intervensi, dan mencari tahu penyebab kenaikannya.

Dari paparan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sampai dengan minggu ketiga Januari 2024, sejumlah komoditas seperti beras, bawang merah dan bawang putih, serta daging ayam ras masih menjadi penyumbang terjadinya kenaikan angka inflasi di beberapa daerah.

Untuk komoditas bawang merah, perkembangan harganya masih jauh lebih tinggi dibanding rata-rata harga Desember 2023, namun jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga relatif berkurang. Hal sebaliknya terjadi pada daging ayam ras, di mana jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga bertambah, namun secara nasional perkembangan harganya turun dibanding dengan harga minggu kedua Januari 2024.

Sementara itu untuk komoditas bawang putih dan beras, keduanya sama-sama mengalami kenaikan harga dibanding minggu kedua Januari 2024, serta jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga juga terus bertambah. Menanggapi hal tersebut, Menteri Tito berpesan kepada semua pihak untuk waspada. Dirinya juga menyinggung terkait naiknya harga beras tersebut, Kemendagri telah melakukan rapat khusus yang melibatkan banyak pihak di antaranya Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian (Kementan), serta Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Beberapa langkah-langkah yang dapat diambil pemerintah daerah, diantaranya memberikan bantuan sosial, gerakan pasar murah kepada masyarakat yang tidak mampu serta beberapa cara lainnya yang mampu menstabilkan kembali harga barang,” jelasnya lebih rinci. (iu/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content