Artikel

Berkat Keuletannya, Kakek Asal Kota Malang Ini Raih Penghargaan Dari Kasunanan Surakarta

Malang (malangkota.go.id) – Satu lagi warga Kota Malang berhasil mengukir prestasi membanggakan. Sosok itu adalah Mbah Rasimun (90), warga Jl. Laksamana Adi Sucipto Gang Taruna 3 RT 04 RW 03 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Mbah Rasimun unjuk gigi saat berkreasi membuat payung kertas

Minggu (17/09) Mbah Rasimun mendapat penghargaan dari Sri Paduka Mangkunagoro IX Kasunanan Surakarta dan Mataya atas dedikasinya yang sangat tinggi dalam melestarikan seni dan budaya Indonesia dalam hal ini pembuatan payung kertas. Atas penghargaan itu Mbah Rasimun kini menjadi maestro seni payung Indonesia.

Kabar penghargaan dari pihak Kasunanan Surakarta dan Mataya diterima langsung oleh putra Mbah Rasimun, Rusikin (38) serta Yuyun Sulastri dari Karya Bumi Ngalam (Kabunga) yang selama ini membantu pengembangan karya sang maestro.

Usai menerima kabar baik itu Mbah Rasimun terbang ke Surakarta untuk menerima langsung penghargaan. Bahkan, di Surakarta Mbah Rasimun juga sempat menunjukkan bagaimana kelihaiannya melukis payung kertas di depan khalayak umum.

Rusikin, putra dari Mbah Rasimun mengaku sangat bangga atas penghargaan yang diperoleh sang ayah. Ia menceritakan bahwa Mbah Rasimun sudah menekuni seni membuat payung kertas ini sejak tahun 1945 dan konsisten hingga sekarang.

Awalnya, payung kertas hasil kreasi Mbah Rasimun ini dijual hanya di beberapa lokasi saja, namun atas keteguhannya terus berkreasi, payung buatan Mbah Rasimun kini bisa tembus ke pasar internasional.

“Tentunya kami dari keluarga sangat berbangga Mbah Rasimun, bapak saya, bisa mendapatkan penghargaan dari Sri Paduka Mangkunagoro IX,” ucap Rusikin, Selasa (19/09).

Ia menambahkan, kesuksesan Mbah Rasimun mengangkat Kota Malang di level nasional hingga internasional melalui seni payung kertas memberikan motivasi tersendiri bagi warga sekitar untuk berkreasi mengembangkan seni pembuatan payung. Warga bersama dengan tokoh masyarakat kini sedang aktif berdiskusi untuk mengembangkan Kampung Payung sebagai destinasi wisata Kota Malang.

“Warga dan Pak RW akan berembuk dan rapat bagaimana nantinya pengembangan untuk Kampung Payung di lokasi Mbah Rasimun tinggal,” ujar Rasikin.

Terpisah, Yuyun dari Karya Bunga Ngalam yang selama ini membantu pengembangan karya Mbah Rasimun mengatakan pihaknya sedang menyiapkan kolaborasi payung kertas buatan Mbah Rasimun dengan lukisan Topeng Malang. Karya itu akan dinamakan ‘Payung Ngepot’. Kata Ngepot sendiri merupakan bahasa walikan dari Topeng.

“Kami akan bekerjasama dengan seni lukis topeng di Kampung Desaku Menanti, sehingga kolaborasi ini diharapkan menjadi hal yang sangat positif,” kata Yuyun.

Ia menjelaskan, kolaborasi serupa sebenarnya sudah dilakukan Kabunga. Waktu itu payung kertas hasil kreasi Mbah Rasimun dikombinasi dengan lukisan para pelukis ternama Kota Malang. Hasilnya, Payung Kertas itu laris manis di pasaran hingga dipesan wisatawan dari Jepang, Prancis dan bahkan dalam waktu dekat Mbah Rasimun diundang ke Thailand.

“Kita bangga memiliki maestro seni payung kertas asal Kota Malang. Dan yang positif, setelah Mbah Rasimun mendapat penghargaan, warga sekitar bersemangat untuk mengembangkan seni tersebut. Tentunya ini adalah peluang yang baik bagi tumbuhnya ekonomi warga,” kata Yuyun. (say/yon)

Baca juga dalam : Artikel
Jumat, 8 Desember 2017 5:00 WIB

Koperasi Zaman Now Harus Akrab Dengan IT