Berita

Ayo Cegah Ledakan Penduduk

Laju pertumbuhan penduduk yang kian hari kian kencang di Jatim dan Kota Malang mendapat perhatian tersendiri dari Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM). Untuk mencegah agar pertumbuhan penduduk tidak semakin menjadi-jadi dilakukanlah sosialisasi koalisi kependudukan di Kota Malang tahun 2012, di Hotel Trio 2, Kota Malang, Selasa (4/12).

Humprey saat memberikan materi di Hotel Trio
Humprey saat memberikan materi di Hotel Trio

Hadir dalam sosialisasi ini, Pengurus Koalisi Kependudukan Jatim, Lutfi Agus Salim SKM dan Humprey aaron. Dalam sosialisasi ke dua pemateri banyak menyampaikan begitu pentingnya pembangunan sumberdaya Manusia (SDM) yang di dalamnya termasuk mencegah ledakan penduduk, diluar pembangunan fisik seperti membangun gedung, jalan dan jembatan.

Lutfi mengungkapkan, saat ini setiap hari, dari data yang ada di Kota Malang, ada sebanyak 38 jiwa dilahirkan. Di lima kecamatan yang ada di Kota ini, usia produkti warganya juga besar, sehingga peluang terjadi perkembangan penduduk sangat besar.

“Jumlah penduduk Kota Malang saat ini ada sebanyak 820.243 jiwa. Ini sudah sangat besar, karena itu dulu Kota Malang yang masih dingin karena masih banyak pohon, kini semakin panas, karena banyak yang berubah menjadi kawasan perumahan,” jelas Lutfi, Selasa (4/12).

Dengan kenyataan itu, saat ini perlu diperkuat lagi peranan KB (Keluarga Berencana) untuk bisa menekan pertumbuhan penduduk di Kota Malang agar bisa terkendali. Sebab, ternyata tidak hanya di Kota Malang saja, di Jatim, sejak 1998 hingga saat ini, perkembangan penduduk semuanya mengalami tren kenaikan.

Pemateri dari BKBPM Jatim, Humprey Aron membenarkan sesuai data yang ada di BPS (Badan Pusat Statistik) angka kelahiran di Jatim memang mengalami kenaikan. Jika program KB tidak tertangani dengan baik, ke depan di Jatim dan juga Kota Malang akan terjadi peningkatan jumlah penduduk yang makin tak terkendali.

“Jika sebelum tahun 2000, data yang ada angka kelahiran di Jatim 1,71 % kini sudah mencapai 2,01 %. Ini yang jarang terekspos. Karena itu, peran KB saat ini harus semakin ditingkatkan,” ujar Humprey.

Yang memprihatinkan, menurut Humprey, pertambahan penduduk yang begitu besar di Jatim ternyata belum diimbangi oleh pendidikan yang memadai. Dimana prosentase pendidikan masyarakat Jatim yang tidak sekolah mencapai 30 %, SD 32 %, SLTP 16 %, SLTA 16 %, Perguruan Tinggi 4 %.

“Sudahj saatnya pembangunan SDM di Jatim harus mendapat prioritas tersendiri, sebab membangun SDM tidak kalah penting daripada membangun jembatan, gedung dan jalan,” tegas Humprey.

Kabid pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga BKBPM Kota Malang Dra. Wandayun Sri alfiani M Ap mengatakan saat ini BKBPM Kota Malang terus aktif melakukan sosialisasi KB untuk mencegah laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk dengan melakukan Sosialisasi Koalisi Kependudukan di Kota Malang Tahun 2012, di Hotel Trio 2. (cah/dmb)

You may also like

Skip to content