Berita

Pasukan Napak Tilas Perjuangan Komjen M. Jasin Tiba di Kota Malang

Klojen, MC – Pasukan napak tilas Polri yang terdiri dari satuan Brimob (Brigade Mobil), Sabhara (Samapta Bhayangkara_red) dan elemen masyarakat lainnya, Rabu pagi (20/1) tiba di Alun-alun Merdeka Kota Malang. Napak tilas ini adalah untuk mengenang perjuangan sosok Komjen Pol. (Purn) Dr. H. M. Jasin yang dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional. Anugerah ini berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 116/TK/2015 yang ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo tanggal 4 November 2015.

Pasukan napak tilas Polri saat di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Rabu (20/1)
Pasukan napak tilas Polri saat di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Rabu (20/1)

Adapun rute napak tilas ini dimulai dari Alun-Alun Kota Madiun yang diberangkatkan oleh Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji pada hari Senin lalu (18/1). Pasukan kemudian menuju Nganjuk, Kediri, Blitar, dan kemarin, Rabu pagi (20/1) tiba di Alun-alun Kota Malang. Setelah dari Kota Malang, pasukan napak tilas ini menuju ke Sidoarjo dan akan finish di Polda Jatim Surabaya. Rombongan napak tilas terdiri dari tim inti sepuluh personel Brimob Detasemen B Pelopor Polda Jatim, dan puluhan personel Polres.

H. M. Jasin merupakan salah satu tokoh yang memiliki peranan penting dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia, diantaranya yaitu:

  1. Sebagai Komandan Polisi Republik Indonesia yang pertama (secara de facto) dengan adanya Proklamasi 21 Agustus 1945.
  2. Sebagai satu-satunya pihak yang dipercaya sebagai pemegang keamanan oleh dunia internasional.
  3. Sebagai satu-satunya pihak yang mampu melucuti pihak Jepang sehingga badan perjuangan lain mendapat senjata atas bantuan M. Jasin.
  4. Sebagai satu-satunya komandan yang diberi surat penghargaan dari Panglima Jenderal Sudirman, mengingat M. Jasin beserta jajarannya adalah satu-satunya kesatuan yang berhasil menumpas pemberontakan Mayor Sabbarudin pada 1946.
  5. Sebagai satu-satunya pihak yang diberi kepercayaan oleh Kol. Sungkono untuk menumpas PKI Madiun 1948.
  6. Sebagai pihak yang pertama menguasai Madiun ketika adanya Madiun Affair 1948.
  7. Sebagai satu-satunya komandan yang berhasil mengamankan KNIP Malang pada 1947.

Kapolres Malang, AKBP Yudo Nugroho mengatakan jika H. M. Jasin dulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan bertempur menggunakan senjata yang taruhannya nyawa. Tapi kalau sebagai polisi sekarang, harus bisa mengamankan wilayah masing-masing, menjaga stabilitas kamtibmas, dan menegakkan hukum. “Dan kita harus bisa bersama-sama dengan masyarakat melakukan ketiga hal tersebut,” ujarnya, Rabu (20/1).

Sementara itu, Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono menyampaikan jika sosok H. M. Jasin merupakan figur yang patut menjadi kebanggaan, terutama di kalangan kepolisian. “Keberanian, ketegasan, kepeduliannya terhadap masyarakat, kasih sayang terhadap sesama dan nasionalisme yang tinggi, ada pada H. M. Jasin. Itulah yang harus diteladani oleh aparat kepolisian saat ini,” imbaunya.

“H. M. Jasin telah dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Joko Widodo, dan dari situlah tentu masih banyak sifat dan sikap yang bisa dicontoh dari beliau. Kami sebagai polisi tentu sangat bangga dengan H. M. Jasin, dan kami berharap semua aparat Polri bisa mencontoh dan mempraktikkan apa yang dilakukan serta diperjuangkan oleh beliau,” sambung mantan Kapolres Kota Batu itu.

Tak jauh beda dengan apa yang dikatakan oleh Kapolres Malang dan Kapolres Malang Kota, Wali Kota Malang, H. Moch. Anton juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada H. M. Jasin serta jajaran Polri yang bisa menghargai jasa pahlawan. “Perjuangan H. M. Jasin harus dilanjutkan oleh semua elemen masyarakat, tidak hanya polisi saja. Beliau tokoh yang hebat dalam perjuangan kemerdekaan negara ini, dan sudah sepantasnya menjadi panutan kita,” urai pria yang kerap disapa Abah Anton itu. (say/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content