Berita

Keterampilan Patching dan Quilting Harus Terus Dikembangkan

Klojen, MC – Setelah mengikuti pelatihan selama tiga bulan di Malang, peserta pelatihan tidak boleh lekas berpuas diri dan berhenti berkarya. Justru dari pelatihan ini diharapkan peserta bisa semakin eksis menekuni kerajinan patchwork dan quilting. Demikian diungkapkan Hari Santosa Sungkari, Kamis (6/10).

Peserta pelatihan saat melihat hasil kerajinan patching dan quilting
Peserta pelatihan saat melihat hasil kerajinan patching dan quilting yang dipamerkan

Bukan tanpa alasan Hari yang merupakan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia berkata demikian dalam penutupan pelatihan di Hotel Aria Gajayana Malang, karena dari pelatihan ini para peserta bisa mengaplikasikan dan mengembangkan keterampilannya.

“Saya berharap dari Kota Malang nantinya bisa semakin banyak memunculkan pengusaha-pengusaha kreatif di bidang patchwork dan quilting,” harap Hari, Kamis (6/10).

Untuk bisa sukses menjadi pengusaha, menurut Hari tidak cukup dengan hanya bisa membuat karya yang berkualitas. Lebih dari itu peserta harus bisa memasarkan produk, dan membuat produk yang semenarik mungkin sehingga banyak menarik minat pasar.

“Jangan hanya saat pesanan sedikit saja mampu membuat produk berkualitas, saat menerima banyak pesanan, pengrajin juga harus tetap mampu menjaga kualitas,” terangnya.

Konsistensi dalam menjaga kualitas diakui Hari sangatlah penting. Sebab dari pengalaman selama ini, sekali saja pengusaha tidak menjaga kualitas, ke depannya akan sulit membuat orang unutk percaya. Dengan teknologi yang saat ini semakin canggih tentu membuat seorang pengusaha harus bisa menjaga kualitas agar ke depan produk yang dibuat sukses di pasaran. (cah/yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

Skip to content