Artikel

Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Pameran Foto

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tribuwana Tunggadewi (Unitri) Malang memiliki cara unik untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat agar bijak dalam penanganan sampah, yakni dengan menggelar pameran foto bertemakan sampah di Taman Singha Merjosari, Minggu (6/1/2019).

Pameran foto bertema sampah di Taman Singha Merjosari

Tak hanya menggelar pameran foto, mahasiswa Unitri yang tergabung dalam kelompok pecinta lingkungan juga melakukan aksi bersih-bersih sampah di Taman Singha Merjosari.

Melalui kegiatan seperti ini harapannya dapat memberikan edukasi dan menyadarkan warga masyarakat akan pentingnya kepedulian lingkungan, terutama terkait sampah.

Panitia pameran foto, Martiniana Pasrin mengungkapkan pameran foto yang mengangkat tema sampah ini adalah karya 40 mahasiswa-mahasiswi Unitri Prodi Ilmu Komunikasi semester tiga.

“Masalah terbesar yang kami temukan selama ini, ternyata sampah terbanyak berasal dari rumah tangga berupa sampah basah. Melalui foto, kami ingin mengajak masyarakat agar mau peduli untuk menangani sampah sejak dari rumah,” jelas Tini Pasrin, panggilan akrab Martiniana Pasrin, Minggu (6/1).

Diterangkannya, saat menggali informasi, seperti halnya ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, terdapat data yang mencengangkan, yakni sampah basah dari rumah tangga ternyata jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan sampah yang dikeluarkan pabrik dan perkantoran.

Dari kenyataan ini menjadi sangat penting untuk melakukan edukasi bagaimana penanganan sampah sejak dini yaitu menangani sampah sejak dari rumah.

“Sampah basah jika dikelola bisa menjadi pupuk yang bagus untuk tanaman. Mengedukasi masyarakat untuk dapat menangani sampah basah agar jangan sampai dibuang adalah tugas bersama,” imbuhnya lagi.

Melalui pameran foto ini juga menjadi jalan untuk terus membangun jaringan dengan pihak yang memiliki konsentrasi yang sama dalam penanganan sampah. Diharapkan juga ke depan sampah tidak menjadi sebuah permasalahan yang lebih besar lagi di Kota Malang.

“Meski saya dari Labuhan Bajo, menempuh pendidikan di Kota Malang sangat menyenangkan. Saya sudah merasa jadi arek Malang. Saya ingin menjaga kota (Malang) ini tetap indah. Saya cinta sekali Kota  Malang,” ucapnya. (cah/yon)