Artikel

Butuh Proses dan Ketelatenan Untuk Raih Kesuksesan

Klojen (malangkota.go.id) – Jika ingin meraih sukses tidak bisa instan, tetapi membutuhkan proses. Ketekunan, ketelatenan dan terus berinovasi adalah kunci meraih kesuksesan. Hal itulah yang ditekankan Retno Hastuty, pemilik usaha GS 4 Woodcrafter saat berbagi ilmu dengan peserta pelatihan keterampilan kerajinan kayu bekas yang digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang di Hotel Pelangi, Selasa (21/5).

Pelatihan kerajinan kayu di Hotel Pelangi

Mendapat motivasi langsung dari Retno, para peserta pelatihan kayu tampak semakin antusias mengikuti pelatihan. Meski sedang menjalani puasa para peserta nampak sangat telaten melewati satu persatu proses pembuatan kerajinan.

Sebelum usahanya menjadi besar seperti saat ini, diungkapkan Retno dulunya ia juga memulainya benar-benar dari nol. Usaha GS4 Woodcrafter yang ia kembangkan tidak lepas dari peluang yang ada, yakni banyaknya kayu bekas yang dibuang karena tidak dapat digunakan untuk mebel.

“Kebetulan suami saya pintar mendesain, saya bagian produksi, jadilah usaha kami pelan namun berjalan penuh kepastian,” jelas Retno, Selasa (21/5).

Dengan selalu telaten memenuhi permintaan pelanggan serta terus berinovasi dengan produk-produk terbaru, disampaikan Retno itu membuat seberat apapun persaingan dapat dilalui tanpa terasa. Terlebih saat ini dengan sudah semakin majunya teknologi, pemasaran dan pengenalan produk bisa semakin cepat dilakukan.

Terkait nama GS4 woodcrafter sendiri, disebutkan Retno memiliki makna tersendiri karena usaha kayu dari kayu bekas ini dibuat di rumahnya yang ada di Jl. Gondosuli No. 4 Kelurahan Lowokwaru Kota Malang.

“Awal memproduksi dulu hanya beberapa item saja, dan saat ini kami sudah memproduksi sebanyak 50 lebih berbagai jenis dari produk limbah kayu,” tegas Retno.

Diungkapkan Retno, dirinya sangat senang sekali karena bisa berbagi pengetahuan dengan para calon wirausahawan yang menggunakan limbah kayu sebagai bahan dasarnya. Pasalnya saat ini pasar kerajinan dari kayu bekas masih sangat terbuka, tinggal bagaimana mengolah dan membaca pasar. (cah/yon)

Baca juga dalam : Artikel